• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Kecanduan Main Game, Hati-Hati Alami Gaming Disorder

Anak Kecanduan Main Game, Hati-Hati Alami Gaming Disorder

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Bermain game menjadi salah satu alternatif untuk mengusir stres atau rasa bosan yang melanda. Anak-anak umumnya bermain game untuk mengisi waktu luangnya. Namun, sebaiknya orangtua tetap bijak saat memberikan waktu untuk anak bermain game. Tanpa pengawasan yang ketat, kondisi ini bisa menyebabkan dampak buruk pada anak.

Baca juga: Anak-Anak Sering Main Game? Hati-Hati 7 Dampak Ini

Gangguan kesehatan mata hingga motorik bisa dialami oleh anak-anak yang kecanduan main game. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kecanduan main game ditetapkan sebagai gangguan mental yang dikenal dengan gaming disorder. Ini ulasannya.

Kenali Ciri Gaming Disorder pada Anak

Melansir dari WHO, gaming disorder terjadi ketika seseorang tidak mampu mengontrol bermain game sehingga kegiatan tersebut menjadi prioritas yang paling tinggi dibandingkan lainnya. Hal ini memicu konsekuensi yang negatif pada seseorang yang kecanduan bermain game.

Ibu harus memerhatikan beberapa ciri atau gejala anak-anak yang telah mengalami kecanduan game. Dengan begitu, ibu bisa segera melakukan bantuan agar kondisi ini tidak menimbulkan gangguan pada kesehatan anak.

Melansir Medical News Today, anak dengan gaming disorder tidak mampu mengontrol kebiasaan bermain game pada gadget. Selain itu, anak akan kurang melakukan aktivitas lain selain bermain game. Anak dengan gaming disorder juga memengaruhi kemampuan bersosialiasi, hubungan dengan keluarga, bahkan nilai akademik.

Gaming disorder juga bisa menyebabkan anak mengalami gangguan kesehatan pada tubuh, seperti gangguan kesehatan mata, penurunan kemampuan motorik, dan menurunkan daya konsentrasi anak. Kesehatan mental bisa ikut terganggu seperti gangguan kecemasan, depresi, hingga stres rentan dialami oleh pengidap gaming disorder.

Baca juga: Agar Anak Tak Bosan di Rumah Aja saat Lebaran

Cegah Gaming Disorder pada Anak

Ibu, jangan panik ketika mendapati anak mengalami gejala gaming disorder. Ibu dapat membawa anak untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya, ibu bisa membuat janji dengan psikolog atau dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk memudahkan pemeriksaan.

Melansir dari Web MD, gaming disorder dapat diatasi dengan melakukan terapi agar anak bisa menurunkan kecanduan terhadap game secara perlahan. Tidak hanya terapi, dukungan keluarga dan kerabat dekat juga memengaruhi hasil pengobatan yang dilakukan oleh anak dengan gaming disorder.

Ibu bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah anak mengalami gaming disorder, seperti membatasi waktu bermain game pada anak. Jangan biarkan anak terlalu lama bermain game dan melewati batas waktu bermain yang ditetapkan. Selain itu, jangan biarkan anak menggunakan gadget saat menjelang waktu tidur. 

Ciptakan area bermain yang menyenangkan bagi anak di rumah untuk menurunkan kesempatan anak untuk bermain game. Buatlah permainan atau kegiatan yang menarik anak, seperti bermain air, mengajarkan anak melukis, atau melakukan kegiatan yang disukai anak kecuali bermain game. Pengalaman yang baru membuat anak lebih tertarik untuk mencoba. 

Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak Milenial

Selain bermain, tidak ada salahnya ibu mengajak anak melakukan olahraga ringan di rumah. Mengajak anak rutin berolahraga juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Lakukan olahraga ringan yang disukai anak-anak. Jadi, itulah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan agar anak dapat mengurangi kecanduan game.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Video Game Addiction
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is Gaming Disorder?
World Health Organization. Diakses pada 2020. Gaming Disorder