• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Sering Alami Stres Bisa Terkena Encopresis

Anak Sering Alami Stres Bisa Terkena Encopresis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Pada dasarnya, stres bisa dialami siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Berbagai dampak stres dapat dialami oleh anak, seperti kurangnya interaksi dengan lingkungan, perubahan suasana hati yang tidak menentu, perubahan pola makan, dan mengalami gangguan tidur. Gangguan kesehatan juga berisiko menjadi efek dari stres yang dialami anak, salah satunya adalah encopresis.

Baca juga: Penanganan Efektif Terhadap Encopresis

Pernahkah ibu mendengar tentang encopresis? Encopresis adalah istilah medis untuk kondisi buang air besar yang tidak sengaja. Nah, sebaiknya orangtua mengetahui tentang encopresis pada anak agar dapat melakukan pencegahan yang tepat.

Ketahui Penyebab Encopresis

Encopresis dikenal juga sebagai inkontinensia alvi. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengeluarkan feses secara tidak sengaja akibat sembelit yang cukup parah. Sembelit yang dialami membuat feses tertahan di dalam usus besar dan rektum sehingga membuat usus besar menjadi sangat penuh. Usus besar yang penuh membuat pengidap encopresis mengalami kebocoran feses dari anus sehingga mengotori pakaian dalam yang sedang digunakan. 

Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak yang berusia 4 tahun dan baru saja belajar cara penggunaan toilet. Melansir Stanford Children Health, encopresis juga bisa terjadi akibat adanya inersia kolon ketika usus tidak dapat bergerak secara normal, kerusakan saraf pada otot di ujung saluran pencernaan sehingga menyebabkan ujung saluran cerna tidak dapat menutup dengan baik, ketakutan penggunaan toilet, infeksi pada rektum, hingga emosional anak yang menyebabkan risiko stres.

Baca juga: Sudah Bisa ke Toilet, Kenapa Si Kecil Masih BAB di Celana?

Segera Kunjungi Dokter!

Ada beberapa gejala yang kerap dialami oleh anak-anak dengan encopresis, seperti ibu selalu menemukan bekas kotoran feses pada pakaian dalam anak, sembelit dengan feses yang sangat keras, anak mengalami penurunan nafsu makan, anak sering mengeluhkan sakit perut, dan alami infeksi kandung kemih secara berulang khususnya pada anak perempuan.

Jika anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan pada kesehatan anak jika anak mulai diajarkan untuk melakukan toilet training dan mengalami sembelit. Penanganan yang dilakukan dengan membantu kesehatan anak agar terhindar dari sembelit kronis yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya.

Cara Mencegah Encopresis

Encopresis menjadi gangguan kesehatan pada anak yang dapat dicegah. Melansir Mayo Clinic, ibu dapat mencegah encopresis dengan memberikan anak makanan yang mengandung serat tinggi dan air putih yang cukup agar anak terhindar dari sembelit.

Ketika mengajarkan toilet training pada anak, hindari melakukannya terlalu dini atau terlalu keras saat mengajarkan anak toilet training. Hal ini tentunya bisa membuat anak menjadi takut untuk mencoba toilet training. Sebaiknya ibu tunggu hingga waktunya tepat untuk mengajarkan anak toilet training agar anak lebih siap.

Baca juga: Bisakah Encopresis Terjadi pada Orang Dewasa?

Selain itu, mengontrol emosi anak agar anak tidak mengalami stres atau depresi menjadi cara lain yang bisa ibu lakukan untuk menghindari encopresis pada anak. Jika ada yang ingin ibu tanyakan lagi tentang encopresis, bisa hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Encopresis
Stanford Children Health. Diakses pada 2020. Encopresis
Kids Health. Diakses pada 2020. Encopresis