• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia pada Bayi, Ini 4 Gejalanya

Anemia pada Bayi, Ini 4 Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Anemia ternyata tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, bayi baru lahir bahkan juga bisa mengalaminya. Anemia pada bayi adalah suatu kondisi saat tubuh bayi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari seharusnya. Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal, termasuk jika bayi lahir prematur, sel darah merah terlalu cepat rusak, tubuh tidak menghasilkan cukup sel darah merah, atau karena bayi kehilangan terlalu banyak darah. Banyak bayi tidak membutuhkan pengobatan untuk anemia.

Kondisi anemia pada bayi juga tak bisa dianggap sepele. Ini karena sel darah merah adalah bagian tubuh yang penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh bayi. Lantas, apa saja sih gejala anemia pada bayi, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut!

Baca juga: Ketahui Lebih Jauh Anemia pada Janin

Gejala Anemia pada Bayi

Kebanyakan bayi dengan anemia tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, ada beberapa gejala yang bisa muncul, seperti: 

  • Kulit tampak pucat. 
  • Bayi terlihat lesu atau energinya rendah.
  • Kerap sulit diberi makan, atau tampak lelah saat menyusui.
  • Memiliki detak jantung yang cepat dan nafas yang cepat saat istirahat.

Jika bayi memiliki beberapa gejala tersebut, jangan terlalu khawatir. Kamu bisa langsung bertanya pada dokter spesialis anak di Halodoc mengenai kondisi tersebut. Dokter mungkin akan menjelaskan beberapa kemungkinan penyebab dan pertolongan pertama yang mungkin bisa dilakukan. 

Baca juga:  Waspada, Anemia pada Bumil Bisa Berbahaya

Cara Mengatasi Anemia pada Bayi 

Dokter akan menentukan perawatan apa yang terbaik untuk bayi yang mengidap anemia. Banyak bayi dengan anemia tidak membutuhkan perawatan apapun. Namun, bayi yang sangat prematur atau bayi yang sangat sakit mungkin membutuhkan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh.

Bayi juga bisa diberikan obat untuk membantu tubuh mereka memproduksi lebih banyak sel darah merah. Semua bayi dengan anemia akan dipantau selama menyusu, karena asupan yang ia dapatkan harus tepat guna membantu bayi membuat sel darah merah lebih baik.

Baca juga: Ketahui 3 Cara Mencegah Anemia pada Bayi

Waspadai Beberapa Penyebab Anemia pada Bayi

Bayi baru lahir dapat mengalami anemia karena beberapa alasan, misalnya: 

  • Tubuh Bayi Tak Menghasilkan Cukup Sel Darah Merah. Kebanyakan bayi mengalami anemia dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Ini dikenal sebagai anemia fisiologis. Penyebab anemia ini adalah karena tubuh bayi tumbuh dengan cepat dan perlu waktu untuk mengejar produksi sel darah merah.
  • Tubuh Terlalu Cepat Memecah Sel Darah Merah. Masalah ini biasa terjadi ketika golongan darah ibu dan bayi tidak cocok. Ini disebut ketidakcocokan Rh/ABO. Bayi-bayi ini biasanya mengidap penyakit kuning (hiperbilirubinemia), yang bisa menyebabkan kulitnya menguning. Pada beberapa bayi, anemia juga bisa disebabkan oleh infeksi atau kelainan genetik (bawaan).
  • Bayi Kehilangan Banyak Darah. Kehilangan darah di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) biasanya terjadi karena penyedia layanan kesehatan perlu sering melakukan tes darah. Tes-tes ini diperlukan untuk membantu tim medis menangani kondisi bayi. Darah yang diambil tidak cepat diganti yang kemudian menyebabkan anemia.
  • Bayi Lahir Prematur. Bayi yang lahir prematur akan memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah. Sel darah merah ini juga memiliki masa hidup yang lebih pendek jika dibandingkan dengan sel darah merah bayi yang lahir sesuai hari perkiraan lahir. Kondisi ini disebut anemia prematuritas.

Referensi:
American Family Physician. Diakses pada 2020. Iron Deficiency and Other Types of Anemia in Infants and Children.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Anemia in Newborns.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Iron Deficiency in Children: Prevention Tips for Parents.