Apa bedanya manicure dan pedicure? Jangan Salah Pilih

DAFTAR ISI
Kesehatan tangan dan kaki sering kali menjadi cerminan kebersihan diri secara keseluruhan. Dua perawatan yang paling populer untuk menjaga kesehatan serta keindahan kuku dan kulit di area ini adalah manicure dan pedicure. Meski sering disebut bersamaan, kedua perawatan ini memiliki fokus dan teknik yang berbeda.
Melakukan perawatan tangan dan kaki secara rutin bukan hanya soal estetika, melainkan juga bagian dari menjaga kebersihan tubuh (personal hygiene). Manicure berfokus pada perawatan tangan dan kuku tangan, sementara pedicure dirancang khusus untuk merawat kaki, kuku kaki, hingga tumit yang sering mengalami kapalan atau pecah-pecah.
Untuk memaksimalkan hasil perawatan salon dan menjaga kelembapan kulit tangan serta kaki di rumah, penggunaan produk perawatan kulit yang tepat sangat disarankan. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan mencegah munculnya kapalan, kulit kering, hingga infeksi di sekitar kutikula.
Berikut adalah beberapa rekomendasi produk hidrasi kulit terbaik yang bisa kamu gunakan untuk mendukung hasil manicure dan pedicure yang optimal.
Rekomendasi Produk Perawatan Kulit
1. Carmed 10% Krim 40 g
Carmed 10% Krim mengandung zat aktif Urea 10%. Krim ini bekerja dengan cara meningkatkan kelembapan kulit dengan cara menghidrasi serta melunakkan lapisan keratin kulit yang kasar dan tebal. Sangat efektif digunakan setelah pedicure untuk mengatasi tumit pecah-pecah, kulit kaki yang sangat kering, serta kapalan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Oleskan krim ini 2 kali sehari setelah mandi di area tumit atau kulit kaki yang kering, lalu pijat perlahan hingga meresap.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Carmed 10% Krim 40 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. CeraVe Daily Moisturizing Cream 50 ml
CeraVe Daily Moisturizing Cream diformulasikan dengan 3 kandungan ceramide esensial dan asam hialuronat (hyaluronic acid). Krim ini sangat cocok digunakan sebagai pelembap harian untuk menjaga kekuatan pelindung kulit (skin barrier) pada tangan dan kaki setelah menjalani proses manicure atau pedicure.
Gunakan pelembap ini sesering yang dibutuhkan, terutama setelah mencuci tangan atau kaki untuk mengunci hidrasi alami kulit.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan CeraVe Daily Moisturizing Cream 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Merawat Kuku dan Kulit di Rumah
- Gunakan gunting kuku yang steril dan tajam untuk menghindari kuku robek.
- Hindari memotong atau mendorong kutikula terlalu dalam karena kutikula berfungsi melindungi kuku dari infeksi bakteri.
- Selalu gunakan pelembap segera setelah mandi untuk mengunci kadar air di dalam kulit tangan dan kaki.
3. Noroid Soothing Cream 80 ml
Noroid Soothing Cream menggunakan teknologi Multi-Lamellar Emulsion (MLE) yang memiliki struktur serupa dengan lipid pelindung kulit manusia. Produk ini membantu meredakan kemerahan, gatal, serta kulit kering sensitif akibat eksfoliasi atau penggunaan sabun yang keras selama proses pedicure maupun manicure.
Oleskan secara merata pada tangan dan kaki setelah dibersihkan. Aman digunakan untuk kulit sensitif sekalipun.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Noroid Soothing Cream 80 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Perbedaan Utama Manicure dan Pedicure
Meskipun keduanya bertujuan untuk membersihkan, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu kamu ketahui:
- Area Perawatan: Manicure berfokus penuh pada kebersihan jari-jemari, kuku, dan kulit telapak tangan. Sementara pedicure berfokus pada jari kaki, kuku kaki, telapak kaki, hingga tumit.
- Teknik Eksfoliasi: Eksfoliasi pada manicure biasanya lebih lembut menggunakan scrub halus karena kulit tangan cenderung lebih tipis. Sebaliknya, pedicure melibatkan penggosokan yang lebih kuat, bahkan menggunakan batu apung atau kikir kaki khusus untuk mengikis kulit mati yang tebal di tumit.
- Tujuan Kesehatan: Manicure membantu mencegah kuku tangan menjadi rapuh dan melancarkan sirkulasi darah di area tangan melalui pijatan. Pedicure sangat penting untuk mencegah masalah kuku tumbuh ke dalam (cantengan), menyingkirkan kapalan yang mengganggu kenyamanan saat berjalan, serta meminimalkan risiko infeksi jamur kuku kaki.
Studi Terkait
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Dermatology (2026) mengungkapkan bahwa melakukan eksfoliasi fisik pada kaki (seperti saat pedicure) yang tidak diimbangi dengan hidrasi intensif menggunakan bahan aktif seperti urea atau ceramide justru dapat memicu hiperkeratosis reaktif, di mana kulit tumit akan tumbuh lebih tebal dan keras sebagai bentuk pertahanan diri. Oleh karena itu, penggunaan krim pelembap setelah perawatan kaki sangatlah krusial.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika setelah melakukan manicure atau pedicure kamu mengalami gejala infeksi seperti kulit di sekitar kuku memerah, bengkak, terasa hangat, keluar nanah, atau kuku berubah warna menjadi kekuningan akibat jamur, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Dokter Spesialis Kulit di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Untuk mendapatkan produk perawatan kulit berkualitas tinggi guna menjaga kelembapan tangan dan kaki setelah manicure dan pedicure, kamu bisa langsung beli obat online di Halodoc. Semua produk dijamin 100% asli dan diantar langsung ke rumah kamu dengan aman dan cepat!
Referensi
Journal of Cosmetic Dermatology. Diakses pada 2026. The Impact of Physical Exfoliation and Urea-Based Hydration on Plantar Hyperkeratosis.
WebMD. Diakses pada 2026. Manicure and Pedicure Safety Tips.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Fingernails: Do’s and Don’ts for Healthy Nails.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. How to Prevent Nail Infections After a Manicure or Pedicure.
FAQ
Berapa kali sebaiknya melakukan manicure dan pedicure?
Manicure sebaiknya dilakukan setiap 1 hingga 2 minggu sekali karena kuku tangan tumbuh lebih cepat dan sering terpapar aktivitas luar. Sementara pedicure cukup dilakukan setiap 3 hingga 4 minggu sekali.
Apakah memotong kutikula saat manicure aman?
Secara medis, memotong kutikula tidak disarankan karena kutikula bertindak sebagai pelindung alami kuku dari bakteri dan jamur. Sebaiknya kutikula hanya didorong dengan lembut menggunakan alat steril tanpa dipotong habis.
Apa tanda-tanda infeksi setelah manicure atau pedicure?
Tanda infeksi meliputi kemerahan yang tidak kunjung hilang, rasa nyeri berlebih saat disentuh, bengkak di sekitar lipatan kuku, hingga munculnya nanah atau perubahan warna kuku menjadi kekuningan.
Bisakah pedicure mencegah cantengan?
Ya, pedicure yang dilakukan dengan benar dapat membantu mencegah cantengan. Kuncinya adalah memotong kuku kaki secara lurus (tidak melengkung di bagian sudut) agar kuku tidak tumbuh menusuk ke dalam kulit sekitarnya.





