• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Benar Hujan dan Cuaca Bisa Memengaruhi Mood?

Apa Benar Hujan dan Cuaca Bisa Memengaruhi Mood?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Benarkah hujan bisa menyebabkan moody, apalagi sampai memicu gangguan mental? Menurut Tecsia Evans, Ph.D seorang psikolog klinis asal San Fransisco, cuaca gelap dan suram bisa memicu mood menjadi murung. Bahkan, menurut penelitian hampir 9 persen orang cenderung merasa kesepian saat hujan turun.

Karenanya, untuk mengimbangi perasaan negatif yang muncul saat hujan turun, Tecsia menyarankan untuk menghidupkan lampu saat hujan turun, alih-alih memadamkan lampu dan bersembunyi di dalam selimut. 

Melakukan Aktivitas Positif

Karenanya, untuk menghindari kesenduan berkepanjangan saat hujan turun, para ahli menyarankan untuk melakukan aktivitas positif. Olahraga dan mendengarkan musik adalah dua aktivitas yang sejatinya dapat meningkatkan endorfin dan memberikan efek positif pada suasana hati. 

Kemudian, cara paling efektif untuk melawan kesenduan hujan bisa juga dengan cara menantang pikiran untuk tidak terbawa suasana mellow. Pun, ketika kamu akhirnya secara sadar mengetahui suasana hujan bisa menyebabkan pembawaan hati dan hari jadi gundah, ada baiknya kamu membentengi diri dari aktivitas negatif dari hujan.

Baca juga: Cuaca Pengaruhi Mood, Kok Bisa?

Misalnya, kamu sudah tahu kalau hujan biasanya bawaannya mau makan manis, bentengi diri untuk mengunyah makanan manis, dan sebagai gantinya pilihlah camilah sehat. Kalau kamu masih mengira hubungan antara hujan dan moody adalah hal yang mengada-ada, coba simak hasil penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association ini. Disebutkan bahwa suhu, kelembapan, kecepatan angin, fase bulan (perubahan dari fase sabit sampai purnama) sangat bisa memengaruhi mood seseorang. 

Bagaimana Cuaca Memengaruhi Mood

Dan terkait suhu, tidak hanya cuaca hujan ataupun mendung saja yang dapat memengaruhi mood, cuaca panas juga bisa bikin mood jelek. Suhu panas dapat meningkatkan mood seseorang menjadi lebih agresif. 

Cuaca sangat bisa memengaruhi psikologi secara halus. Walaupun penjelasannya belum bisa dijelaskan lebih detail, tetapi sejauh ini alasannya lebih ke arah fisiologis. Di mana cuaca panas menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga membuat orang-orang yang terpapar merasakan ketidaknyamanan secara fisik dan psikis. 

Baca juga: Konten Prank Diminati, Kenapa Orang Senang Melihat yang lain Susah?

Ternyata cuaca tidak memengaruhi mood semua orang, kalau menurut penulis buku The Very Sensitive Person dan juga psikolog Elaine Aron, PhD, perubahan cuaca lebih memengaruhi orang yang sensitif. Kondisi sensitivitas karena cuaca ini memengaruhi sekira 15–20 persen manusia di dunia. 

Kalau kamu berpikir kamu adalah salah satu di antaranya, beberapa kriteria ini akan mengacu pada orang dengan kadar super sensitif, seperti:

  1. Apakah kamu tidak nyaman berada di keramaian ataupun pencahayaan terang?

  2. Apakah kamu mudah kaget?

  3. Apakah suasana hati orang terdekat dapat memengaruhi mood ataupun sikapmu dalam menjalani hari?

  4. Apakah kafein sangat berpengaruh pada mood pagimu?

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang hipersensitif secara genetik berbeda dari orang yang memiliki tingkat sensitivitas normal. Ini menjelaskan mengapa hujan atau dingin atau panas memengaruhi sebagian dari mereka yang sensitif dibandingkan dengan mereka yang tidak. 

Kalau kamu tergolong orang yang moody-an dan kerap tidak bisa mengontrol emosimu, coba deh tanyakan di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

American Psychological Association. Diakses pada 2019. Weather, mood, and helping behavior: Quasi experiments with the sunshine samaritan.
The Conversation. Diakses pada 2019. Here comes the sun: how the weather affects our mood.