• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Dampak yang Terjadi saat Bumil Mengalami Campak?

Apa Dampak yang Terjadi saat Bumil Mengalami Campak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Ibu hamil memiliki risiko mengalami campak. Kabar buruknya, campak pada ibu hamil adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Sebab, kondisi ini bisa memicu komplikasi berbahaya baik pada ibu maupun janin yang tengah dikandung. Apa saja dampak yang terjadi saat ibu hamil alias bumil mengalami campak?

Campak adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Kondisi ini bisa terjadi karena ada infeksi virus. Perlu diketahui, campak merupakan jenis penyakit yang menular dan bisa memicu komplikasi serius terutama pada bayi dan anak-anak. Risiko komplikasi menjadi lebih tinggi pada ibu hamil yang belum mendapatkan vaksin campak. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Campak dengan Campak Jerman

Komplikasi Campak pada Ibu Hamil

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, dan bisa dialami oleh siapa saja termasuk ibu hamil. Penyakit ini bisa menular melalui percikan air liur yang dikeluarkan oleh pengidapnya. Pengidap campak bisa menularkan virus saat sedang batuk atau bersin. Risiko penularan virus menjadi lebih besar saat seseorang menyentuh hidung atau mulut, terutama setelah memegang benda yang terkontaminasi air liur pengidap campak. 

Risiko penularan campak menjadi lebih besar pada orang yang tidak mendapatkan imunisasi sebelumnya. Kondisi ini juga disebut bisa terjadi pada orang yang kekurangan asupan vitamin A serta baru melakukan perjalanan ke wilayah yang mengalami wabah campak. Pada ibu hamil, risiko campak diduga menjadi lebih tinggi karena adanya perubahan pada kondisi tubuh dan sistem kekebalan. 

Campak bisa terjadi pada ibu hamil, terutama yang belum mendapatkan imunisasi. Ada komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit ini, termasuk komplikasi pada janin, seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga yang paling parah terjadi kematian janin. Penanganan medis perlu segera dilakukan jika ibu hamil diduga mengalami campak. 

Baca juga: Hati-Hati Kalau Ibu Hamil Kena Campak

Gejala khas dari kondisi ini adalah muncul ruam kemerahan di bagian tubuh. Biasanya, ruam akan mulai muncul di wajah dan leher, baru kemudian menyebar ke hampir ke seluruh tubuh. Ruam yang muncul biasanya berbentuk kecil, tapi semakin lama bisa menyatu dan membentuk ruam besar. Ruam campak bisa mirip dengan ruam pada penyakit rubella atau roseola.

Jika ragu, ibu hamil bisa menanyakan seputar gejala yang muncul pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Cari tahu apakah ruam yang muncul merupakan tanda penyakit campak atau bukan. Dokter di Halodoc bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan juga keluhan kesehatan lain dan dapatkan saran pengobatan dari ahlinya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Gejala penyakit campak biasanya akan mulai muncul pada 3-5 hari, baru kemudian disusul dengan munculnya ruam. Gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit flu, yaitu demam, tubuh lemas, pegal linu, pilek, batuk, diare, mual muntah, hingga penurunan nafsu makan. Penyakit ini juga bisa memicu terjadinya mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya disusul muncul bercak putih di mulut. 

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Campak pada Ibu Hamil

Pada kondisi yang ringan, campak biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Namun, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti dehidrasi akibat diare dan muntah, peradangan pita suara, infeksi mata dan telinga, paru-paru basah, hingga kejang. Pada tingkat yang parah, campak juga bisa menyebabkan radang dan infeksi pada otak, hepatitis, infeksi pada saraf mata, hingga gangguan pada sistem saraf dan jantung.

Referensi:
What to Expect. Diakses pada 2020. Measles During Pregnancy. 
Livescience. Diakses pada 2020. Here’s What Could Happen If You Get Measles While Pregnant.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Measles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.