Advertisement

Apa Itu Maloklusi? Kenali Gejala dan Perawatannya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   21 Agustus 2025

Maloklusi adalah kondisi gigi tidak sejajar yang bisa memengaruhi fungsi mengunyah dan estetika senyum.

Apa Itu Maloklusi? Kenali Gejala dan PerawatannyaApa Itu Maloklusi? Kenali Gejala dan Perawatannya

DAFTAR ISI


Senyum indah tidak hanya ditentukan oleh gigi yang putih, tapi juga oleh susunan gigi yang rapi. Sayangnya, tidak semua orang memiliki struktur gigi yang sejajar sempurna.

Banyak yang mengalami maloklusi, yaitu kondisi gigi yang tumbuh tidak rata atau rahang yang tidak sejajar.

Walau sering dianggap masalah estetika, maloklusi sebenarnya bisa berdampak besar pada kesehatan mulut dan pencernaan.

Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami apa itu maloklusi, penyebabnya, hingga cara mengatasinya.

Apa Itu Maloklusi?

Secara sederhana, maloklusi adalah kondisi di mana susunan gigi atas dan bawah tidak sejajar ketika mulut menutup.

Akibatnya, gigitan tidak rata dan fungsi mengunyah jadi kurang optimal.

Nah, maloklusi sendiri terbagi dalam beberapa kategori, seperti:

  • Overbite: gigi atas menutupi gigi bawah terlalu banyak.
  • Underbite: gigi bawah menonjol lebih maju dari gigi atas.
  • Crossbite: sebagian gigi atas menutup di dalam gigi bawah.
  • Open bite: gigi depan atas dan bawah tidak bertemu saat mulut menutup.

Kondisi ini bisa ringan hingga parah, dan biasanya terdeteksi sejak masa kanak-kanak.

Apa Penyebab Maloklusi?

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan maloklusi. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Genetik. Faktor keturunan sangat berpengaruh. Jika orang tua memiliki gigi tidak sejajar, anak juga berisiko mengalaminya.
  2. Kebiasaan Masa Kecil
    • Mengisap jempol terlalu lama.
    • Menggunakan dot atau empeng berlebihan.
    • Menjulurkan lidah saat menelan (tongue thrusting).
  3. Kehilangan Gigi Terlalu Cepat. Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya, gigi permanen bisa tumbuh tidak sejajar.
  4. Ukuran Rahang Tidak Proporsional. Rahang yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menyebabkan gigi tumbuh berjejal atau renggang.
  5. Cedera atau Trauma Rahang. Kecelakaan yang memengaruhi rahang bisa membuat susunan gigi berubah.

Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Apa Dampak Maloklusi pada Kesehatan?

Banyak orang menganggap maloklusi hanya masalah penampilan. Padahal, dampak maloklusi adalah bisa memengaruhi kesehatan gigi, mulut, bahkan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa dampak maloklusi antara lain:

  • Sulit mengunyah makanan sehingga pencernaan terganggu.
  • Risiko gigi berlubang dan penyakit gusi lebih tinggi karena susunan gigi sulit dibersihkan.
  • Nyeri rahang atau sakit kepala akibat ketegangan otot.
  • Masalah bicara, seperti cadel atau susah mengucapkan kata tertentu.
  • Menurunkan rasa percaya diri karena bentuk senyum tidak ideal.

Bagaimana Cara Mengatasi Maloklusi?

Penanganan maloklusi adalah dengan perawatan gigi yang disesuaikan tingkat keparahannya.

Pilihan perawatan maloklusi meliputi:

  1. Behel (Orthodontic Braces). Cara paling umum untuk memperbaiki susunan gigi. Bisa berupa kawat metal, keramik, atau aligner transparan.
  2. Pencabutan Gigi. Jika gigi terlalu berjejal, dokter mungkin mencabut beberapa gigi agar ada ruang untuk gigi lainnya tumbuh lurus.
  3. Operasi Rahang (Orthognathic Surgery). Untuk kasus parah dengan ketidaksejajaran rahang yang signifikan.
  4. Retainer. Digunakan setelah lepas behel untuk menjaga posisi gigi tetap stabil.

Proses perawatan biasanya memakan waktu lama, bisa bertahun-tahun, tetapi hasilnya sangat signifikan bagi fungsi dan estetika gigi.

Punya pertanyaan lebih lanjut tentang hal ini? Nah, berikut ini Daftar Dokter Gigi yang Bisa Bantu Atasi Gangguan Kesehatan Mulut.

Tips Mencegah Maloklusi Semakin Parah

Meski tidak semua maloklusi bisa dicegah, ada beberapa langkah yang bisa membantu mencegah kondisi ini bertambah buruk:

  • Hentikan kebiasaan buruk sejak dini. Jangan biarkan anak terlalu lama mengisap jempol atau menggunakan empeng.
  • Rutin periksa gigi sejak kecil. Anak-anak disarankan agar diperiksa giginya sejak usia 1 tahun.
  • Jaga kesehatan gigi susu. Jangan anggap sepele gigi susu, karena posisinya memengaruhi tumbuhnya gigi permanen.
  • Gunakan pelindung mulut. Jika kamu aktif olahraga, gunakan mouthguard untuk mencegah cedera rahang.
  • Kontrol rutin ke dokter gigi. Deteksi dini maloklusi akan memudahkan perawatan.

Kamu juga perlu memahami kondisi Mulut dan Gigi – Informasi Kesehatan dan Perawatannya agar selalu terjaga baik.

Kesimpulan

Singkatnya, maloklusi adalah kondisi ketika gigi dan rahang tidak sejajar sehingga memengaruhi fungsi mengunyah, bicara, hingga kepercayaan diri.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, kebiasaan masa kecil, hingga cedera rahang.

Meski terlihat hanya soal estetika, maloklusi bisa berdampak besar pada kesehatan gigi dan kualitas hidup.

Karena itu, jika kamu merasa gigi tidak sejajar atau sering mengalami nyeri rahang, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter gigi di Halodoc.

Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa mendapatkan senyum sehat dan percaya diri.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mount Sinai. Diakses pada 2025. Malocclusion of teeth Information.
Healthline. Diakses pada 2025. Malocclusion of the Teeth.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Malocclusion (Misaligned Bite): Types & Treatment.