
Apa Itu Operasi Bariatrik? Ini Prosedur, Syarat, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Pahami apa itu operasi bariatrik, jenis prosedur bedah lambung untuk menurunkan berat badan drastis, serta risiko dan manfaatnya bagi kesehatan.

DAFTAR ISI
- Jenis-Jenis Operasi Bariatrik yang Umum Dilakukan
- Syarat Melakukan Operasi Bariatrik
- Manfaat Operasi Bariatrik
- Risiko dan Komplikasi Operasi Bariatrik
- Konsultasikan Melalui Halodoc
Operasi bariatrik adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk memodifikasi saluran pencernaan guna membantu penurunan berat badan yang drastis.
Prosedur ini bekerja dengan dua cara utama: membatasi jumlah makanan yang dapat ditampung oleh lambung (restriksi) atau mengubah cara tubuh menyerap nutrisi (malabsorpsi).
Penting untuk diingat bahwa operasi ini bukanlah cara instan untuk kurus demi alasan estetika semata.
Ini adalah intervensi medis bagi penderita obesitas yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Melalui prosedur ini, metabolisme tubuh akan mengalami perubahan besar yang membantu mengontrol rasa lapar dan memperbaiki kadar gula darah.
Jenis-Jenis Operasi Bariatrik yang Umum Dilakukan
Setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda, itulah sebabnya dokter akan menentukan jenis operasi yang paling sesuai. Berikut beberapa metode yang sering diterapkan:
1. Gastric Bypass (Roux-en-Y)
Ini adalah salah satu metode yang paling populer. Dokter akan membuat kantung kecil di bagian atas lambung dan menyambungkannya langsung ke usus halus.
Dengan begitu, makanan akan melewati sebagian besar lambung dan usus halus, sehingga kalori yang diserap jauh lebih sedikit.
2. Sleeve Gastrectomy
Dalam prosedur ini, sekitar 80% bagian lambung akan diangkat, menyisakan bagian berbentuk tabung panjang seperti pisang.
Selain mengurangi kapasitas tampung, operasi ini juga menurunkan produksi hormon ghrelin (hormon pemicu rasa lapar), sehingga orang yang menjalaninya akan merasa kenyang lebih cepat.
3. Adjustable Gastric Band
Dokter akan memasang pita atau cincin silikon di bagian atas lambung untuk membatasi asupan makanan.
Kelebihannya, kekencangan pita ini dapat disesuaikan tanpa perlu memotong organ pencernaan.
4. Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD/DS)
Ini adalah prosedur yang lebih kompleks, di mana sebagian besar lambung diangkat dan saluran usus diubah secara drastis.
Metode ini sangat efektif untuk penurunan berat badan ekstrem, namun memiliki risiko kekurangan nutrisi yang lebih tinggi.
Syarat Melakukan Operasi Bariatrik
Operasi bariatrik tidak ditujukan untuk semua orang yang kelebihan berat badan. Dokter biasanya mempertimbangkan kandidat berdasarkan kriteria berikut:
- Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas 40: Dikategorikan sebagai obesitas parah.
- IMT 35 hingga 39,9 dengan Komorbid: Jika kamu memiliki penyakit penyerta seperti diabetes tipe 2, hipertensi berat, atau sleep apnea (gangguan napas saat tidur).
- Usia: Umumnya dilakukan pada orang dewasa, namun remaja yang sudah melewati masa pubertas dan memiliki kondisi medis mendesak bisa dipertimbangkan melalui pengawasan ketat.
Manfaat Operasi Bariatrik
Lebih dari sekadar angka di timbangan yang turun, operasi bariatrik menawarkan perbaikan kualitas hidup yang menyeluruh:
- Remisi Penyakit Kronis: Banyak pasien melaporkan kadar gula darah kembali normal dan tekanan darah yang lebih stabil tak lama setelah operasi.
- Kesehatan Mental yang Membaik: Penurunan berat badan sering kali diikuti dengan meningkatnya rasa percaya diri serta berkurangnya gejala depresi dan kecemasan sosial.
- Umur Panjang: Dengan berkurangnya beban kerja jantung dan organ lainnya, angka harapan hidup pasien obesitas meningkat secara signifikan.
Risiko dan Komplikasi Operasi Bariatrik
Sama seperti operasi besar lainnya, prosedur bariatrik memiliki risiko yang perlu diwaspadai, seperti infeksi, perdarahan, atau reaksi alergi terhadap bius.
Dalam jangka panjang, kamu mungkin berisiko mengalami:
- Defisiensi Nutrisi: Karena penyerapan yang berkurang, kamu mungkin perlu mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral seumur hidup.
- Dumping Syndrome: Kondisi di mana makanan bergerak terlalu cepat ke usus halus, menyebabkan mual, pusing, dan lemas setelah makan makanan manis.
- Batu Empedu: Sering terjadi akibat penurunan berat badan yang terlalu cepat.
Oleh karena itu, komitmen untuk mengubah gaya hidup secara total setelah operasi sangatlah krusial. Dukungan dari tim medis dan keluarga adalah kunci keberhasilan jangka panjang.
Konsultasikan Melalui Halodoc
Memutuskan untuk menjalani operasi bariatrik adalah langkah besar yang membutuhkan pertimbangan matang dari ahlinya.
Jangan ragu untuk mencari opini medis yang akurat agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan.
Kini, kamu tidak perlu bingung mencari bantuan. Kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah berpengalaman di Halodoc.
Melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa dengan mudah membuat janji temu (appointment) dengan dokter di rumah sakit pilihan untuk pemeriksaan fisik lebih lanjut.


