Sleep Apnea

Pengertian Sleep Apnea

Sleep apnea disebut juga dengan apnea tidur. Apnea tidur adalah terganggunya fungsi pernapasan karena dinding tenggorokan yang rileks dan menyempit ketika kita sedang tidur. Saat tidur, otot-otot tenggorokan menjadi rileks dan lemas. Biasanya pelemasan otot tenggorokan ini tidak berpengaruh pada kebanyakan orang, tapi bagi pengidap apnea tidur, otot menjadi terlalu lemas hingga menyebabkan penyempitan atau bahkan menutup saluran udara.

Tanda dan Gejala Sleep Apnea

Gangguan apnea tidur tidak terlihat saat si pengidap sedang tidur atau pun sedang terjaga, tetapi biasanya kondisi ini diketahui jika ada pasangan, teman, maupun keluarga yang menyadarinya. Saat mengalami apnea tidur, otak yang kekurangan oksigen bisa membangunkan kamu dengan tujuan membuka kembali saluran pernapasan agar bisa bernapas kembali. Kamu akan terbangun dengan setengah sadar atau sadar sepenuhnya. Biasanya, kamu tidak akan mengingat jika tidur kamu mengalami gangguan. Gangguan ini akan membuat tubuh merasa lelah pada siang harinya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin dialami ketika tertidur:

  • Mendengkur dengan keras.
  • Sering mengalami henti napas dan kemudian terengah-engah.
  • Bernapas dengan berat dan berisik.Kesulitan tidur di malam hari atau insomnia.
  • Berkeringat secara berlebihan di malam hari.
  • Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Gejala yang mungkin muncul saat kamu terbangun adalah:

  • Merasa mengantuk di siang hari.
  • Terbangun dengan mulut kering atau tenggorokan terasa sakit.
  • Tidak merasa segar saat terbangun.
  • Sakit kepala, terutama pagi hari setelah bangun tidur.
  • Konsentrasi dan daya ingat menurun.
  • Depresi.
  • Penurunan gairah seksual atau disfungsi ereksi pada pria.
  • Mudah marah atau suasana hati berubah-ubah.

Penyebab Sleep Apnea

Apnea tidur disebabkan karena adanya reaksi-relaksasi dan penyempitan berlebihan pada jaringan lunak dan otot-otot tenggorokan yang berfungsi membantu berbicara, menelan, dan bernapas. Pada kebanyakan orang, relaksasi jaringan lunak dan otot-otot ini tidak mengganggu pernapasan. Tapi bagi orang yang mengalami apnea tidur, otot dan jaringan lunak mempersempit saluran pernapasan pada tenggorokan secara berlebihan hingga akhirnya tersumbat. Kondisi ini mengganggu pasokan oksigen ke seluruh tubuh, dan memicu otak untuk membangunkan kamu agar tersadar dan bisa kembali bernapas dengan normal. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kamu mengalami apnea tidur:

  • Jenis kelamin. Apnea tidur lebih cenderung terjadi pada pria.
  • Memiliki leher yang besar. Ukuran leher yang lebih besar dari 43 cm lebih berisiko mengalami apnea tidur.
  • Obesitas atau berat badan berlebihan.
  • Mengonsumsi obat dengan efek menenangkan. Contohnya obat bius dan obat tidur.
  • Berusia 40 tahun atau lebih. Apnea tidur lebih umum terjadi pada orang-orang di usia ini, meski bisa juga terjadi pada usia berapa pun. Kelainan pada struktur leher bagian dalam. Misalnya amandel yang besar, saluran pernapasan kecil, rahang bawah kecil, dan adenoid yang besar.
  • Hidung tersumbat. Orang mengalami penyumbatan pada hidung lebih berisiko mengidap apnea tidur, misalnya karena polip dan kelainan struktur tulang hidung.
  • Riwayat keluarga dengan apnea tidur.
  • Merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko inflamasi dan penumpukan cairan di saluran pernapasan atas.
  • Mengonsumsi minuman keras.

Pengobatan Sleep Apnea

Apnea tidur adalah penyakit yag membutuhkan penanganan sepanjang hidup, sehingga apne tidur dapat dikatakan sebagai penyakit jangka panjang. Perubahan gaya hidup dan alat bantu pernapasan ketika tidur adalah beberapa teknik pengobatan yang bisa dilakukan. Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan apnea tidur, beserta penjelasannya:

1. Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)

CPAP adalah alat untuk meniupkan udara bertekanan positif ke dalam hidung saja atau ke dalam hidung dan mulut. Udara bertekanan positif ini akan mencegah tenggorokan menutup dan meredakan gejala gejala yang muncul akibat apnea tidur. Beberapa efek samping dari teknik pengobatan ini meliputi hidung tersumbat, hidung berair, sakit kepala, sakit telinga, sakit perut dan perut kembung. Jika terjadi efek samping yang mengganggu dengan prosedur pengobatan yang dilakukan, segera berbicara dengan dokter agar pengobatan yang dilakukan bisa disesuaikan dengan tingkat kenyamanan.

2. Mandibular Advancement Device (MAD)

Alat ini didesain untuk menahan rahang dan lidah untuk mencegah penyempitan pada saluran pernapasan yang menyebabkan seseorang mendengkur. Alat ini dipakai di atas gigi saat kamu sedang tidur.

3. Prosedur Operasi

Langkah ini hanya dilakukan jika tidak ada cara lain untuk mengatasi apnea tidur yang diidap dan kondisinya yang cukup parah.

Pencegahan Sleep Apnea

Pencegahan apnea tidur bisa dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, berolahraga rutin, menghindari alkohol dan obat-obatan tertentu, menjaga saluran nasal tetap terbuka di malam hari dan berhenti merokok.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berbicara dengan dokter jika kamu memiliki gangguan tidur.