• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Kriteria Hematoma Subdural Harus Dilakukan Operasi?

Apa Kriteria Hematoma Subdural Harus Dilakukan Operasi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Subdural hematoma alias perdarahan subdural adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini terjadi akibat darah menumpuk di antara dua lapisan di otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura atau meningeal. Salah satu cara pengobatan untuk mengatasi hematoma subdural adalah melalui operasi. 

Kendati begitu, operasi untuk mengatasi kondisi ini tidak boleh sembarangan dilakukan. Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dan dipenuhi sebelum menjalani operasi untuk hematoma subdural. Penumpukan darah pada lapisan otak umumnya oleh beberapa faktor, seperti konsumsi obat antikoagulan, penyalahgunaan alkohol jangka panjang, kondisi medis yang membuat darah pengidap menggumpal, jatuh berulang kali, cedera kepala berulang kali, serta usia yang sangat muda atau terlalu tua.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Awal dari Hematoma Subdural

Operasi untuk Mengatasi Hematoma Subdural 

Sebelumnya perlu diketahui, hematoma subdural umumnya muncul karena cedera kepala yang parah. Pada kondisi ini, darah akan mengisi area otak dengan cepat dan berakhir pada kondisi hematoma subdural akut. Selain cedera kepala yang parah, hematoma subdural juga bisa terjadi akibat cedera kepala yang ringan, misalnya pada lansia. 

Baca juga: Cedera Berulang Bisa Sebabkan Hematoma Subdural

Hematoma subdural ditangani melalui tahap operasi. Sebelum tindakan ini dilakukan, dokter terlebih dahulu akan memperhatikan kondisi klinis dan radiologis pasien. Dalam masa mempersiapkan operasi, perhatian hendaknya ditujukan ke pengobatan dengan medikamentosa untuk menurunkan peningkatan tekanan intrakranial. 

Andaikan ditemukan adanya gejala-gejala progresif, baik pada kasus hematoma subdural akut maupun kronik, tindakan operasi akan dilakukan untuk mengeluarkan hematom. Namun, sebelum mengambil keputusan operasi, dokter akan memperhatikan berbagai hal, termasuk airway, breathing, dan circulation. Selain itu, ada kriteria pengidap hematoma subdural (SDH) yang harus dilakukan operasi, di antaranya: 

  • Pengidap SDH tanpa melihat Glasgow Coma Scale (GCS), dengan ketebalan >10 milimeter atau pergeseran midline shift >5 milimeter pada CT Scan.
  • Semua pengidap SDH dengan GCS <9 harus dilakukan monitoring TIK.
  • Pengidap SDH dengan GCS <9, dengan ketebalan perdarahan <10 milimeter dan pergerakan struktur midline shift. Jika mengalami penurunan GCS >2 poin antara saat kejadian sampai saat masuk rumah sakit.
  • Pengidap SDH dengan GCS<9, dan atau didapatkan pu/pil dilatasi asimetris/fixed.
  • Pengidap SDH dengan GCS < 9, dan /atau TIK >20 mmhg.

Tindakan operatif yang dapat dilakukan adalah burr hole craniotomy. Tindakan yang paling banyak diterima karena minimal komplikasi. Trepanasi atau burr holes dimaksudkan untuk mengevakuasi SDH secara cepat dan lokal anestesi kraniotomi dan membranektomi merupakan tindakan prosedur bedah yang infasih dengan tingkat komplikasi yang lebih tinggi.

Hematoma subdural cenderung terjadi secara tiba-tiba. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera di bagian kepala, seperti selalu menggunakan perlengkapan yang aman ketika beraktivitas atau berolahraga, pastikan rumah terbebas dari benda berbahaya yang dapat menyebabkan jatuh, seperti barang yang berserakan di lantai atau karpet yang licin, dan selalu gunakan helm ketika mengendarai motor serta pasanglah selalu sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.

Baca juga: Perbedaan Hematoma Intrakranial dan Hematoma Subdural

Masih penasaran tentang hematoma subdural dan cara mengobatinya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodo sekarang di App Store dan Google Play!

 
Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma.
Medicinet. Diakses pada 2020. Hematoma.