• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cedera Berulang Bisa Sebabkan Hematoma Subdural
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cedera Berulang Bisa Sebabkan Hematoma Subdural

Cedera Berulang Bisa Sebabkan Hematoma Subdural

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Mei 2020
Cedera Berulang Bisa Sebabkan Hematoma SubduralCedera Berulang Bisa Sebabkan Hematoma Subdural

Halodoc, Jakarta – Kepala adalah salah satu bagian tubuh yang sangat penting untuk dilindungi. Hal ini karena di dalam kepala, terdapat otak yang merupakan organ vital. Bila kepala mengalami cedera, apalagi sampai berulang-ulang, hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya hematoma subdural. Apa itu hematoma subdural? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Hematoma Subdural

Hematoma subdural adalah kumpulan di luar otak. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera kepala yang parah. Pada hematoma subdural, darah berkumpul di antara lapisan-lapisan jaringan yang mengelilingi otak. Lapisan terluar otak disebut juga dura. Nah, pada hematoma subdural, perdarahan terjadi di antara dura dan lapisan berikutnya, yaitu arachnoid.

Perlu dipahami bahwa perdarahan pada hematoma subdural berada di bawah tengkorak, bukan di otak itu sendiri. Namun ketika darah menumpuk, tekanan pada otak jadi meningkat. Bila tekanan di dalam tengkorak semakin meningkat, maka hematoma subdural dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian. Oleh karena itu, hematoma subdural adalah kondisi yang sangat berbahaya yang perlu ditangani dengan baik.

Hematoma subdural dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu bersifat akut atau kronis. Hematoma subdural akut biasanya disebabkan oleh cedera kepala yang parah. Namun, 20 sampai 30 persen orang yang mengalami hematoma subdural akut bisa mendapatkan kembali fungsi otaknya secara penuh atau sebagian. Sementara hematoma subdural kronis disebabkan oleh cedera kepala ringan.

Baca juga: Perbedaan Hematoma Intrakranial dan Hematoma Subdural

Penyebab Hematoma Subdural

Hematoma subdural dapat terjadi ketika vena di antara tengkorak dan permukaan otak kamu pecah. Pada hematoma subdural akut, pengidap mengalami cedera otak utama, sehingga area tersebut dapat terisi dengan darah yang menyebabkan gejala yang dapat mengancam jiwa. Inilah mengapa hematoma subdural akut adalah jenis hematoma subdural yang paling berbahaya. Sekitar 50–90 persen orang yang mengalami hematoma subdural akut meninggal karena kondisi atau komplikasinya. Hematoma subdural akut biasanya bisa terjadi akibat kecelakaan mobil, pukulan di kepala, atau terjatuh.

Sedangkan hematoma subdural kronis biasanya disebabkan oleh cedera kepala ringan atau cedera kepala berulang. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua atau lansia yang berulang kali terjatuh dan mencederai kepala mereka. Beberapa hematoma subdural kronis juga bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Orang tua yang mengalami hematoma subdural kronis juga berisiko mengalami kondisi yang lebih parah. Hal ini karena otak dapat menyusut seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan terdapatnya ruang ekstra di tengkorak, sehingga memungkinkan pembuluh darah menjadi lebih mudah rusak saat mengalami cedera kepala.

Namun, hematoma subdural kronis lebih mudah diobati daripada hematoma subdural akut. Meski begitu, hematoma subdural kronis masih dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Baca juga: Waspada Komplikasi Akibat Hematoma Subdural

Waspadai Gejalanya

Hematoma subdural akut mungkin dapat menyebabkan gejala segera setelah cedera terjadi. Namun, orang yang mengalami hematoma subdural kronis seringkali tidak mengalami gejala sama sekali. Berikut ini gejala umum hematoma subdural:

  • Kesulitan berbicara atau bicara secara cadel;

  • Kehilangan kesadaran atau koma;

  • Kejang;

  • Mati rasa;

  • Sakit kepala parah;

  • Lemah; dan

  • Masalah penglihatan.

Sedangkan gejala hematoma subdural kronis bisa mirip dengan gejala demensia, stroke, tumor atau kelainan pada otak. Bila kamu atau orang tua yang kamu kenal mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, bila bukan hematoma subdural, gejala-gejala di atas juga bisa menunjukkan adanya kondisi sangat serius lainnya.

Oleh karena cedera berulang bisa menyebabkan hematoma subdural, hal ini biasanya terjadi pada orang tua, sebaiknya rencanakan tindakan-tindakan preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera kepala terjadi. Misalnya, dengan memastikan rumah terbebas dari benda berbahaya yang dapat menyebabkan terjatuh, seperti mainan berserakan di lantai atau karpet yang licin. Kamu juga bisa memasang karpet anti slip di kamar mandi untuk mencegah orangtua terjatuh.

Baca juga: Risiko Fatal di Balik Cedera Kepala

Untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatan kamu, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma.
Healthline. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma.