• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Gejala yang Terjadi saat Kesehatan Jiwa Terganggu?

Apa Saja Gejala yang Terjadi saat Kesehatan Jiwa Terganggu?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit mental, atau yang juga disebut gangguan kesehatan jiwa adalah kondisi yang mengacu pada berbagai kondisi kesehatan mental. Gangguan ini bisa memengaruhi suasana hati, pikiran, dan perilaku seseorang. Ada banyak jenis gangguan kesehatan jiwa, mulai dari depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan makan, dan perilaku adiktif.

Kini masalah kesehatan mental pun menjadi isu yang juga banyak menjadi sorotan, dan gangguan ini memang sudah sejak lama memengaruhi banyak orang. Namun, masalah kesehatan mental baru bisa disebut sebagai penyakit mental ketika ada tanda dan gejala kesehatan jiwa yang mulai memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Gejala kesehatan jiwa ini bisa membuat pengidapnya makin sengsara karena menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Ia bisa mengganggu pengidapnya untuk bisa sekolah, bekerja, atau menjalin hubungan dengan orang lain. 

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Lantas, Apa Saja Gejala Gangguan Kesehatan Jiwa?

Tanda dan gejala gangguan kesehatan jiwa bisa bermacam-macam, tergantung kelainan, keadaan dan faktor lainnya. Beberapa contoh tanda dan gejala meliputi:

  • Perasaan sedih atau kesedihan yang terlalu dalam. 
  • Kerap tampak bingung saat berpikir atau berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan, atau perasaan bersalah yang ekstrem.
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem.
  • Penarikan diri dari teman dan aktivitas sosial.
  • Kelelahan yang parah, energi rendah atau gangguan tidur.
  • Delusi, paranoia atau halusinasi.
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah atau stres sehari-hari.
  • Kesulitan memahami dan berhubungan dengan situasi dan orang.
  • Masalah dengan alkohol atau penggunaan narkoba.
  • Perubahan besar dalam kebiasaan makan.
  • Perubahan dorongan seks.
  • Kemarahan yang berlebihan, sering curiga dan kerap melakukan kekerasan.
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Terkadang gejala gangguan kesehatan mental muncul sebagai masalah fisik, seperti sakit perut, sakit punggung, sakit kepala, atau nyeri dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan lainnya.

Jika kamu atau orang terdekatmu memiliki tanda atau gejala penyakit jiwa, kamu bisa mencoba menghubungi psikolog di Halodoc terlebih dahulu. Psikolog di Halodoc akan memberikan perawatan awal yang mungkin membantu mencegah gejala makin parah. Ingat, sebagian besar penyakit mental tidak membaik dengan sendirinya, dan jika tidak diobati, penyakit mental dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan menyebabkan masalah yang lebih serius.

Baca juga: Waspada Penyakit Mental pada Orang Terdekat 

Pahami Penyebab dan Faktor Risiko Gangguan Kesehatan Jiwa

Secara umum, penyakit mental bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti: 

  • Sifat yang Diwariskan. Penyakit mental lebih sering terjadi pada orang yang saudara sedarahnya juga memiliki penyakit mental. Gen tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit mental, dan situasi hidup juga dapat memicunya.
  • Paparan sebelum Lahir. Paparan stresor lingkungan, kondisi peradangan, racun, alkohol atau obat-obatan selama di dalam kandungan terkadang juga dikaitkan dengan penyakit mental.
  • Kimiawi Otak. Neurotransmitter adalah bahan kimia otak yang terjadi secara alami yang membawa sinyal ke bagian lain dari otak dan tubuh. Ketika jaringan saraf yang melibatkan bahan kimia ini terganggu, fungsi reseptor saraf dan sistem saraf berubah, menyebabkan depresi dan gangguan emosional lainnya.

Baca juga: Anak Muda Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental

Namun, ada juga beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit mental, seperti: 

  • Situasi kehidupan yang penuh tekanan, seperti masalah keuangan, kematian orang yang dicintai, atau perceraian.
  • Kondisi medis (kronis) yang sedang berlangsung, seperti diabetes.
  • Kerusakan otak akibat cedera serius (cedera otak traumatis), seperti pukulan keras di kepala.
  • Pengalaman traumatis, seperti kecelakaan atau peperangan. 
  • Penggunaan alkohol atau narkoba.
  • Menjadi korban kekerasan atau pengabaian semasa kecil.
  • Sedikit teman atau tidak memiliki support system yang baik.
  • Penyakit mental sebelumnya.

Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. Warning Signs of Mental Illness.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Mental Illness.
National Alliance on Mental Illness. Diakses pada 2020. Warning Signs and Symptoms of Mental Illness.