• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Hal yang Tingkatkan Risiko Lumpuh Otak?

Apa Saja Hal yang Tingkatkan Risiko Lumpuh Otak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Lumpuh otak dikenal dengan istilah cerebral palsy, yaitu kondisi yang memengaruhi otot dan saraf dan sudah dimulai sejak seseorang lahir. Penyakit ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu spastic, dyskinetik, dan ataksik. Lumpuh otak merupakan kondisi yang terjadi seumur hidup dan tidak bertambah parah. Beberapa pengidap mengalami penyakit saraf ringan dan masih bisa hidup layaknya orang normal lainnya.

Meski anak mengalami kondisi ini, tetapi banyak dari mereka yang memiliki tingkat kecerdasan normal. Penyakit ini adalah gangguan tumbuh kembang pada anak yang memengaruhi bagian otak untuk mengontrol gerakan motorik. Cerebral palsy menyebabkan kecacatan motorik anak dari ringan hingga parah. Anak cenderung kesulitan berjalan, atau bahkan tidak bisa berjalan sama sekali. Lantas, apa saja faktor risiko lumpuh otak yang perlu diwaspadai?

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Cara Mengobati Lumpuh Otak pada Anak

Faktor Risiko Lumpuh Otak yang Perlu Diwaspadai

Cerebral palsy merupakan kondisi yang terjadi karena adanya kerusakan pada bagian otak yang mengontrol kemampuan untuk menggerakkan otot. Penyakit ini berhubungan dengan otak, sehingga pengidap mengalami kelemahan atau kesulitan untuk menggunakan otot. Berikut sejumlah faktor risiko lumpuh otak:

1.Mutasi Genetik

Mutasi genetik menjadi salah satu faktor risiko lumpuh otak yang menyebabkan perkembangan menjadi tidak normal. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan urutan DNA yang disebabkan oleh kesalahan penyalinan saat pembelahan sel, paparan zat kimia, atau infeksi virus.

2.Kesehatan Ibu Hamil

Paparan zat kimia berbahaya pada ibu hamil menjadi faktor risiko lumpuh otak. Zat tersebut akan berkembang menjadi racun dalam tubuh ibu hamil, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cerebral palsy pada bayi. Berikut ini sejumlah infeksi yang pada ibu hamil yang perlu diwaspadai: 

  • Herpes saat hamil.
  • Infeksi toksoplasmosis.
  • Infeksi virus zika.
  • Cedera pada ibu hamil.
  • Infeksi selama kehamilan.

3.Penyakit Bayi saat Baru Lahir

Selain faktor dari ibu, cerebral palsy juga bisa terjadi akibat penyakit yang dialami bayi yang baru lahir. Berikut ini sejumlah masalah kesehatan pada bayi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya lumpuh otak:

  • Terpapar bakteri meningitis. Kondisi ini memicu peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Pendarahan otak. Kondisi ini terjadi karena bayi mengalami stroke dalam rahim.

4.Kondisi Bayi saat Persalinan

Selain beberapa kondisi yang telah disebutkan, faktor risiko lumpuh otak juga dapat terjadi karena faktor persalinan. Berikut ini sejumlah faktor tersebut:

  • Bayi sungsang.
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
  • Bayi kembar.
  • Bayi lahir prematur. 

Untuk menurunkan risiko cerebral palsy pada bayi, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit terdekat selama masa kehamilan. Bukan itu saja, ibu juga perlu menjaga kesehatan selama masa kehamilan, hingga waktu persalinan datang.

Baca juga: Awas, Cerebral Palsy Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Apa Saja yang Menjadi Gejala Lumpuh Otak?

Seperti pada penjelasan sebelumnya, lumpuh otak merupakan kondisi yang terjadi saat terjadi gangguan gerak atau keterlambatan perkembangan. Berikut ini sejumlah gejala yang tampak pada anak:

  • Tremor.
  • Berjalan jinjit. 
  • Badan tegang dan kaku.
  • Keterlambatan perkembangan motorik.
  • Sering melakukan gerakan menghentak.

Baca juga: Lumpuh Otak Dapat Sebabkan Masalah Mental?

Selain beberapa gejala yang telah disebutkan, gejala yang muncul di antaranya adalah gangguan menelan, gangguan buang air besar, kejang-kejang, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, serta anak sering mengompol. Jadi, jangan anggap sepele. Segera lakukan pemeriksaan saat ditemukan sejumlah gejalanya pada anak.

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. Cerebral Palsy.
Cerebral Palsy Guidance. Diakses pada 2020. Cerebral Palsy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cerebral Palsy.