• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Tifus?

Apa Saja Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Tifus?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Tifus atau demam tifoid adalah penyakit yang masih sering terjadi hingga saat ini. Penyakit tersebut biasanya terjadi akibat mengonsumsi makanan dan air yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi, bakteri yang menjadi penyebab tifus.

Tifus termasuk penyakit berbahaya, karena bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Untungnya, tifus bisa diatasi dengan melakukan beberapa pilihan pengobatan berikut.

Baca juga: Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Pilihan Pengobatan untuk Tifus

Karena tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, terapi antibiotik adalah satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi penyakit tersebut. Berikut ini jenis antibiotik yang biasanya diresepkan dokter untuk mengatasi tifus:

  • Ciprofloxacin. Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkan obat ini untuk orang dewasa yang tidak hamil. Obat lainnya yang juga serupa dengan ciprofloxacin yang juga bisa digunakan adalah ofloxacin. Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi tidak lagi mempan terhadap antibiotik jenis ini terutama strain yang ditemukan di Asia Tenggara.
  • Azitromisin. Obat ini bisa digunakan bila seseorang tidak bisa mengonsumsi ciprofloxacin atau bakterinya resisten terhadap ciprofloxacin.
  • Ceftriaxone. Antibiotik suntik ini adalah alternatif untuk infeksi yang lebih rumit atau serius dan untuk orang yang mungkin tidak cocok menggunakan ciprofloxacin, seperti anak-anak.

Dengan pengobatan antibiotik, pengidap tifus biasanya bisa membaik dalam 1-2 hari dan pulih sepenuhnya dalam 7-10 hari. Namun, obat-obatan di atas juga bisa menyebabkan efek samping dan menggunakannya dalam jangka panjang bisa menyebabkan perkembangan bakteri yang kebal terhadap antibiotik.

Baca juga: Antibiotik dengan Injeksi Lebih Efektif dari Oral, Benarkah

Pengobatan untuk Masalah Resistensi Antibiotik

Melansir Mayo Clinic, bakteri yang kebal terhadap antibiotik menjadi lebih umum, terutama di negara berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, Salmonella typhi juga terbukti resisten terhadap trimetoprim-sulfametoksazol, ampisilin, dan ciprofloxacin. Ketika bakteri resisten terhadap antibiotik, bakteri tidak mati dan tidak berhenti bertumbuh meskipun sudah mengonsumsi antibiotik.

Dulu, obat untuk mengatasi resistensi antibiotik adalah kloramfenikol. Namun, dokter tidak lagi menggunakan obat tersebut karena adanya efek samping, tingkat penurunan kesehatan yang tinggi setelah periode perbaikan (bakteri) dan resistensi bakteri yang meluas. 

Oleh karena itu, dokter mungkin akan memesan tes untuk melihat apakah bakteri penyebab tifus yang kamu alami resisten. Hasil dari tes tersebut akan menentukan pengobatan antibiotik yang kamu terima.

Perawatan Lain untuk Tifus

Selain antibiotik, berikut ini perawatan lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi tifus:

  • Minum banyak cairan. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan diare berkepanjangan. Bila kamu terlanjur mengalami dehidrasi parah, kamu mungkin perlu menerima cairan melalui vena.
  • Operasi. Bila infeksi tifus sudah parah hingga membuat usus robek, operasi perlu dilakukan untuk memperbaiki robekan tersebut.

Itulah pilihan pengobatan untuk mengatasi tifus. Agar cepat sembuh, pastikan kamu juga banyak beristirahat dan makan makanan bergizi secara teratur. Saat tifus, kamu mungkin lebih mudah untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi lebih sering, daripada makan 3 kali sehari dalam porsi besar.

Kamu juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan pribadi dengan baik, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air hangat. Hal itu untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi ke orang lain.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Usai Terkena Penyakit Tifus

Bila kamu mengalami gejala tifus, seperti demam yang lama kelamaan semakin tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tidak nafsu makan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Semakin awal tifus terdeteksi, semakin dini penyakit tersebut bisa diobati sehingga tidak menyebabkan komplikasi serius. Sekarang, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit pilihan kamu dengan buat janji melalui Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid fever.
WebMD. Diakses pada 2020. Typhoid fever.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Typhoid Fever and Paratyphoid Fever