• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kadar Trigliserida Tinggi?

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kadar Trigliserida Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Trigliserida merupakan jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Ketika kamu makan, tubuh mengubah kalori apapun yang tidak perlu digunakan menjadi trigliserida. Trigliserida disimpan dalam sel-sel lemak. Kemudian, hormon melepaskan trigliserida untuk energi di antara waktu makan.

Trigliserida tinggi merupakan masalah yang umum terjadi pada sepertiga orang dewasa. Kondisi berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, terutama pada orang dengan kadar kolesterol HDL “baik” yang rendah dan pada mereka yang mengalami diabetes tipe 2. 

Gejala pada Tubuh Pengidap Trigliserida Tinggi

Trigliserida tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala sampai kadar trigliserida terlalu tinggi. Bagi sebagian besar pengidap dengan trigliserida tinggi, tidak akan mengalami gejala sampai pankreatitis atau gejala kardiovaskular berkembang. Namun, biasanya terjadi pada bertahun-tahun kemudian. 

Umumnya gejala hanya akan muncul ketika kadar trigliserida antara 1.000 dan 2.000 miligram per desiliter (mg/dL). Pada tingkat ini, episode pankreatitis dapat berkembang, bermanifestasi dengan nyeri perut bagian atas dan mual. 

Baca juga: 7 Cara untuk Menurunkan Trigliserida dalam Darah

Pada tingkat yang sama, gejala penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) dapat berkembang, termasuk angina (nyeri dada), dispnea (sesak napas), dan aritmia (detak jantung tidak teratur). 

Bahkan kadar trigliserida di atas 443 mg/ dL dapat meningkatkan risiko serangan jantung lebih dari tiga kali lipat. Ketika kadar mendekati dan melebihi 5.000 mg/dL, sistem organ lain mungkin terpengaruh dan mengarah pada gangguan :

  • Hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limpa).

  • Xanthoma erupsi (nodul kecil dan tidak nyeri muncul pada bokong dan paha).

  • Xanthoma turbo eruptive (nodul pada siku dan lutut).

  • Xanthoma striata palmaris (perubahan warna kekuningan pada telapak tangan).

  • Xanthelasmas (kekuningan, lesi di sekitar kelopak mata).

  • Arkus kornea (opasitas kornea yang putih keabu-abuan).

  • Pankreatitis akut (manifestasi demam, muntah, denyut jantung cepat, kehilangan nafsu makan, dan nyeri yang menjalar dari perut ke belakang).

  • Gejala neurologis (termasuk kehilangan ingatan, depresi, dan demensia).

Baca juga: Pahami Perbedaan antara Kolesterol dan Trigliserida

Mengapa Trigliserida Tinggi Berbahaya?

Kadar trigliserida yang sangat tinggi dikaitkan dengan masalah hati dan pankreas. Trigliserida tinggi cenderung muncul bersamaan dengan masalah lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, serta kadar kolesterol LDL “jahat” yang tinggi dan kadar kolesterol HDL “baik” yang rendah. Jadi, sulit untuk mengetahui dengan pasti masalah mana yang disebabkan oleh trigliserida tinggi saja. 

Sebagai contoh, beberapa orang memiliki kondisi genetik yang tampaknya menyebabkan kadar trigliserida tinggi. Meski begitu, mereka tidak memiliki peningkatan risiko penyakit jantung. Namun, ada beberapa bukti bahwa trigliserida tinggi dengan sendirinya, serta meningkatkan risiko penyakit. Studi lain menunjukkan bahwa trigliserida tinggi hanya dapat memainkan peran kecil saat risiko penyakit jantung lainnya diperhitungkan. 

Secara keseluruhan, penting untuk diingat bahwa meningkatkan pola makan dan gaya hidup akan menurunkan trigliserida dan menurunkan risiko keseluruhan masalah jantung dan pembuluh darah. 

Baca juga: 4 Cara Mencegah Trigliserida Tinggi pada Lansia

Penyebab Terjadinya Trigliserida Tinggi

Trigliserida tinggi dapat disebabkan oleh banyak hal berbeda, secara luas digambarkan sebagai penyebab gaya hidup, penyebab genetik, kondisi medis, dan obat-obatan:

  • Penyebab gaya hidup termasuk obesitas, diet tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. 

  • Penyebab genetik termasuk hiperlipidemia keluarga, familial chylomicronemia, hiperlipidemia campuran, defisiensi lipoprotein lipase, defisiensi lipase asam lisosom, penyakit penyimpanan glikogen, dan penyakit penyimpanan ester kolesterol. 

  • Kondisi medis termasuk gagal ginjal akut, diabetes, hipotiroidisme, pankreatitis, dan lupus. 

  • Obat-obatan termasuk beta-blocker, terapi penggantian estrogen, kontrasepsi orang berbasis-estrogen, diuretik thiazide, inhibitor protease HIV, isotretinoin, steroid, dan tamoxifen. 

Jika kamu mengalami gejala penyakit trigliserida tinggi, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Triglycerides: Why do they matter?
WebMD. Diakses pada 2020. High Triglycerides: What You Need to Know