• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Atresia Bilier Bisa Dicegah?

Apakah Atresia Bilier Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Atresia bilier merupakan penyakit hati dan saluran empedu yang dialami bayi baru lahir. Saluran empedu berfungsi untuk menghancurkan lemak, menyerap vitamin larut lemak, kemudian membawa racun dan limbah keluar dari tubuh. Namun, pada bayi yang memiliki kondisi atresia bilier, saluran empedu yang ada di luar dan di dalam hati tidak mampu berkembang dengan normal. 

Kondisi ini merupakan kelainan yang membuat saluran empedu menjadi bengkak, sehingga bayi baru lahir mengalami sumbatan. Peristiwa ini mengakibatkan cairan empedu meningkat di hati, kemudian menyebabkan kerusakan hati. Kondisi ini membuat hati jadi sulit membuang racun dalam tubuh. Sayangnya, belum ada cara untuk mencegah atresia bilier. Sejauh ini langkah yang dapat dilakukan adalah penanganan medis.

Baca juga: Apa Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Atresia Bilier?

Penanganan Atresia Bilier pada Bayi

Belum diketahui cara mencegah penyakit atresia bilier pada bayi. Langkah yang harus dijalani adalah penanganan, dan satu-satunya cara untuk saat ini adalah prosedur operasi. Prosedur operasi yang dapat dilakukan untuk menangani atresia bilier adalah teknik operasi Kasai. Operasi ini dapat dilakukan melalui bedah konvensional atau menggunakan laparoskopi. 

Tindakan operasi Kasai dilakukan dengan cara menyambungkan usus bayi ke hati. Dengan begitu, cairan empedu dapat mengalir langsung dari hati ke usus. Prosedur ini cukup efektif jika dilakukan sebelum bayi menginjak usia 2-3 bulan. 

Pada kasus yang parah, hati pada bayi dapat menjadi semakin rusak. Seiring berjalan waktu dapat memicu gagal hati. Untuk mengatasi kondisi ini, bayi perlu menjalani operasi transplantasi hati. Tak jarang bayi yang sudah menjalani operasi Kasai tetap memerlukan operasi transplantasi hati. Ini dilakukan untuk mengatasi atresia bilier dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Maka itu, ayah dan ibu perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter melalui aplikasi Halodoc segera jika mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala atresia bilier. Ini bertujuan agar kondisi dapat segera diketahui dan ditangani sebelum terjadi komplikasi atau kerusakan permanen.

Baca juga:  Bayi Lahir Prematur Berisiko Mengidap Atresia Bilier

Gejala Atresia Bilier yang Perlu Diwaspadai

Bayi yang mengidap atresia bilier pada awalnya terlihat normal saat lahir. Namun, selang beberapa minggu setelah dilahirkan, bayi mengalami penyakit kuning. Bayi pun masih memiliki berat badan yang normal selama satu bulan setelah dilahirkan. Hanya saja beberapa waktu kemudian berat badannya mulai menurun dan penyakit kuning yang dialami bertambah parah. 

Gejala lain yang perlu diwaspadai dan diperhatikan adalah urine yang berwarna gelap, limpa yang membesar atau splenomegali, tinja berwarna pucat disertai bau menyengat, dan pertumbuhan bayi sangat lambat. 

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan menanyakan riwayat gejala yang muncul pada bayi dan riwayat penyakit pada keluarga. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala penyakit kuning dan memeriksa warna urine dan feses bayi. Dokter juga akan meraba perut bayi untuk mendeteksi apakah ada kemungkinan terjadi pembesaran hati atau pembesaran limpa. 

Atresia bilier memiliki gejala yang mirip dengan penyakit hati. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar bilirubin dalam tindakan diagnosis. Perlu juga dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti USG perut, rontgen perut, atau cholangiography.

Baca juga: Faktor yang Dapat Tingkatkan Risiko Atresia Bilier

Pemeriksaan lain untuk mendiagnosisnya adalah hepatobiliary iminodiacetic acid (HIDA) scan. Pemeriksaan ini menggunakan sinar gamma, agar mengetahui kondisi saluran empedu. Jika diperlukan, pemeriksaan biopsi atau pengambilan sampel jaringan pada hati juga dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan sirosis atau mencegah kemungkinan penyakit kuning yang disebabkan oleh kondisi lain. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Biliary Atresia?
Kids Health. Diakses pada 2020. Biliary Atresia.