• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Lahir Prematur Berisiko Mengidap Atresia Bilier

Bayi Lahir Prematur Berisiko Mengidap Atresia Bilier

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Atresia bilier adalah gangguan pencernaan di mana sistem bilier tertutup atau tidak ada. Sistem bilier adalah saluran yang berfungsi mengalirkan empedu dari hati ke usus kecil untuk membantu proses pencernaan.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Stanford Children’s Health, disebutkan kalau bayi prematur memiliki risiko lebih besar untuk mengalami atresia bilier dibandingkan dengan bayi yang lahir sesuai waktunya. Informasi selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!

Penyebab Atresia Bilier

Atresia Bilier bukanlah penyakit genetik. Beberapa kemungkinan penyebabnya bisa jadi:

  1. Infeksi virus atau bakteri.
  2. Masalah sistem kekebalan tubuh.
  3. Perubahan permanen dalam struktur gen, yang disebut mutasi genetik.
  4. Paparan racun.
  5. Masalah dengan sistem kekebalan tubuh.
  6. Problem selama perkembangan hati dan saluran empedu di dalam rahim yang bisa jadi menjadi penjelasan kenapa bayi prematur cenderung mengalami kondisi ini.
  7. Mutasi gen.

Atresia bilier adalah penyakit langka pada saluran empedu yang hanya menyerang bayi. Saluran empedu adalah jalur yang membawa cairan pencernaan yang disebut empedu dari hati ke usus kecil. Sesampai di sana, empedu memecah lemak dan menyerap vitamin. Kemudian, menyaring limbah keluar dari tubuh.

Baca juga: 5 Penyakit Hati yang Perlu Diketahui

Penyakit atresia bilier dapat menyebabkan saluran ini membengkak dan menjadi tersumbat. Akibatnya empedu terperangkap di hati, di mana ia mulai menghancurkan sel-sel dalam hati. Seiring berjalannya waktu, hati dapat mengalami bekas luka suatu kondisi yang disebut sirosis. Ketika sirosis terjadi, hati tidak lagi dapat menyaring racun seperti seharusnya.

Biasanya, tanda pertama dari atresia bilier adalah menguningnya kulit dan putih mata yang disebut jaundice, yang dihasilkan dari penumpukan empedu di dalam tubuh. Kotoran berubah warna karena bilirubin tidak mencapai usus dan keluar dari tubuh dalam feses.

Baca juga: Keduanya Menyerang Hati, Ini Perbedaan Sirosis dan Kanker Hati

Perutnya juga mungkin membengkak dan beberapa bayi juga mungkin sering mimisan atau gatal-gatal hebat. Informasi lebih detail mengenai atresia bilier, bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Cegah Kelahiran Prematur dengan Ini

Inilah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kelahiran prematur:

  1. Dapatkan berat badan yang sehat sebelum kehamilan dan dapatkan jumlah berat yang tepat selama kehamilan. 

  2. Jangan merokok, minum alkohol menggunakan narkoba jalanan, atau menyalahgunakan obat resep. 

  3. Segera periksakan diri setelah mengetahui kehamilan untuk memastikan kondisi kandungan.

  4. Dapatkan perawatan untuk kondisi kesehatan kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, depresi dan masalah tiroid. Depresi adalah kondisi medis di mana perasaan sedih yang kuat bertahan untuk waktu yang lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari kamu. 

  5. Kurangi stres, makan makanan sehat, dan tetap aktif setiap hari sangat diperlukan selama kehamilan. Mintalah bantuan keluarga dan teman untuk membantu selama kehamilan bila diperlukan. Tunggu setidaknya 18 bulan sebagai jeda kehamilan selanjutnya.

Menjadi kurus atau kelebihan berat badan sebelum kehamilan dapat memberikan risiko terhadap kelahiran prematur. Karena itu, sangat penting menjaga berat badan tetap stabil selama kehamilan. Jika memiliki riwayat keluarga lahir prematur, ada kemungkinan kamu juga bisa mengalami kelahiran prematur. 

Referensi:
March of Dimes. Diakses pada 2020. PRETERM LABOR AND PREMATURE BIRTH: ARE YOU AT RISK?
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Biliary Atresia?
National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Symptoms & Causes of Biliary Atresia.