• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Benar Kulit Manggis Baik untuk Kesehatan?

Apakah Benar Kulit Manggis Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Buah manggis merupakan buah tropis yang menawarkan sejumlah manfaat melalui daging buah ataupun kulitnya. Buang ini memiliki efek antioksidan yang baik. Penelitian menemukan bahwa kulit buah manggis bermanfaat untuk memperbaiki gangguan memori atau disfungsi kognitif karena khasiatnya sebagai neuroprotektor. 

Kulit buah manggis mengandung antioksidan, terutama xanthone yang jumlahnya 27 kali lebih banyak dibanding yang tersedia di daging buahnya. Jenis antioksidan ini berfungsi menetralisir bahaya dari radikal bebas yang berkaitan dengan masalah kesehatan atau kecantikan, seperti kanker, diabetes, dan penuaan dini. Lalu, apa saja manfaat dari kulit buah manggis?

Baca juga: 9 Keajaiban Manggis Madu untuk Kesehatan

Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan

Kulit manggis dikenal dengan beberapa manfaatnya untuk kesehatan, di antaranya:

  • Mengatasi Jerawat

Khasiat kulit manggis diduga juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah pada kulit wajah. Zat antioksidan pada kulit manggis diduga bisa melenyapkan produksi relatif oksigen yang mengandung zat berbahaya. Nah, zat antioksidan ini yang mampu memengaruhi pertumbuhan jerawat. Di samping itu, kulit manggis diduga juga mampu menekan produksi radikal bebas yang berkontribusi pada pembentukan jerawat.

  • Mencegah Penyakit Jantung

Khasiat kulit manggis juga diduga mampu mencegah penyakit jantung. Di dalam kulit manggis terkandung sejumlah mineral, seperti mangan, tembaga, kalium, dan magnesium.

Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang berperan dalam mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Nah, kondisi ini yang diduga bisa memberikan tubuh perlindungan dari stroke dan penyakit jantung koroner.

  • Menurunkan Gula Darah

Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan, kandungan kulit manggis mampu menghambat enzim yang menyebabkan pati dalam tubuh terurai menjadi glukosa. Kandungan tersebut bernama alpha-amylase, yang disebut sama dengan zat yang terdapat dalam resep obat diabetes tipe 2.

Baca juga: 6 Buah yang Berkhasiat untuk Pengidap Penyakit Jantung

  • Bersifat Antiinflamasi dan Antialergi

Beberapa penelitian mengatakan kalau kulit manggis mengandung zat antialergi dan antiinflamasi. Kulit manggis diduga dapat memperbanyak zat prostaglandin, yang khasiatnya mampu menghambat kadar histamin dalam tubuh. Prostaglandin sebenarnya berperan dalam meredakan peradangan yang berkaitan dengan penyebab seseorang mudah terkena alergi.

  • Mempermudah Penurunan Berat Badan

Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, cobalah untuk mengonsumsi ekstrak kulit manggis. Namun untuk mendapatkan manfaat dari kulit manggis, kamu sebaiknya juga mengonsumsi suplemen diet lainnya, seperti Sphaeranthus indicus

Namun, jangan sembarangan mengonsumsi suplemen untuk diet, ya. Perhatikan dosisnya dengan baik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh juga. Mengenai Dosisnya, sebaiknya kamu bicarakan terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc

  • Memelihara Sistem Imun Tubuh

Kandungan antioksidan vitamin C dalam kulit manggis bermanfaat untuk menjaga dan memelihara sistem imun. Tubuh membutuhkan vitamin C agar sistem imun terjaga dan dapat bekerja secara maksimal. 

Baca juga: Ini 5 Khasiat Kulit Manggis yang untuk Kesehatan

Kesimpulannya, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kulit manggis. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsinya secara berlebihan, apa pun bentuk kulit manggis yang kamu konsumsi. Faktanya, kulit manggis tidak dapat digunakan sebagai pengganti obat dokter. 

Jika kamu mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi tubuh di atas, sebaiknya diskusikan terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kini pemeriksaan kesehatan lebih mudah dan nyaman. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 11 Health Benefits of Mangosteen (And How to Eat It)
WebMD. Diakses pada 2020. Mangosteen