Ad Placeholder Image

Apakah Diabetes Bisa Menyebabkan Bisul? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 24 Agustus 2026

Apakah diabetes bisa menyebabkan bisul? Ketahui kaitan medis dan cara pencegahannya di sini.

Apakah Diabetes Bisa Menyebabkan Bisul? Ini PenjelasannyaApakah Diabetes Bisa Menyebabkan Bisul? Ini Penjelasannya

DAFTAR ISI


Penyakit diabetes ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam tubuh. Kondisi ini sering kali menimbulkan berbagai masalah pada kulit penderitanya.

Banyak pengidap diabetes mengeluhkan benjolan bernanah atau bisul yang sering muncul dan sulit sembuh. Lantas, apakah diabetes secara langsung bisa menyebabkan timbulnya bisul?

Hubungan Diabetes dan Bisul

Diabetes dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi kulit, termasuk bisul. Kadar gula darah yang tinggi menurunkan fungsi sel darah putih, sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah dalam melawan infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang memicu bisul.

Selain memperlemah daya tahan tubuh, sirkulasi darah yang memburuk akibat diabetes juga membuat aliran nutrisi dan oksigen ke kulit terhambat. Hal ini menyebabkan proses penyembuhan luka atau infeksi pada pengidap diabetes berlangsung lebih lambat dibandingkan orang sehat.

Untuk mencegah komplikasi kulit seperti bisul berulang, penanganan utama yang wajib dilakukan adalah mengontrol kadar gula darah. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat diabetes yang umum digunakan berdasarkan anjuran dokter.

Rekomendasi Obat Diabetes

1. Metformin 500 mg 10 Tablet

Metformin bekerja dengan cara menurunkan produksi glukosa di hati dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Obat ini menjadi lini pertama untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Dosis lazim awal adalah 500 mg sebanyak 2–3 kali sehari saat atau setelah makan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Metformin 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Glucophage XR 500 mg 15 Tablet

Glucophage XR mengandung Metformin HCl dengan pelepasan lambat (extended release) untuk mengontrol kadar gula darah sepanjang hari. Obat ini membantu tubuh merespons insulin secara lebih efektif. Dosis umum dimulai dari 1 tablet sekali sehari pada makan malam. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Glucophage XR 500 mg 15 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Metformin 500 mg 10 Strip (10 Tablet/Strip) – Obat Rutin

Varian kemasan obat rutin ini memudahkan pengidap diabetes yang membutuhkan terapi jangka panjang untuk menjaga stabilitas gula darah. Kandungan Metformin membantu menekan kadar gula darah berlebih agar risiko infeksi kulit berkurang. Dosis disesuaikan dengan instruksi dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Metformin 500 mg 10 Strip – Obat Rutin di Toko Kesehatan Halodoc

4. Ozempic Pen 1 mg

Ozempic mengandung Semaglutide yang bekerja meniru hormon GLP-1 untuk merangsang pelepasan insulin dan memperlambat pencernaan. Obat ini diberikan melalui suntikan subkutan sekali seminggu untuk mendukung pengendalian glukosa darah. Dosis penggunaan harus ditentukan oleh dokter spesialis. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ozempic Pen 1 mg di Toko Kesehatan Halodoc

5. Xigduo XR 10/1000 mg 7 Tablet

Xigduo XR mengombinasikan Dapagliflozin dan Metformin HCl. Kombinasi ini bekerja membuang kelebihan gula darah melalui urine sekaligus meningkatkan respons insulin tubuh. Obat diminum sekali sehari di pagi hari bersama makanan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Xigduo XR 10/1000 mg 7 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Mencegah Bisul pada Penderita Diabetes

Selain rutin mengonsumsi obat diabetes, kamu bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut agar tidak mudah terkena bisul:

  • Menjaga kebersihan kulit dengan mandi teratur menggunakan sabun antibakteri.
  • Memeriksa seluruh area kulit setiap hari untuk mendeteksi adanya kemerahan atau luka kecil.
  • Mengeringkan tubuh dengan sempurna setelah mandi, terutama di lipatan kulit.
  • Hindari memecahkan atau memencet bisul secara mandiri karena dapat memperluas infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika bisul yang kamu alami tidak membaik dalam beberapa hari, ukurannya membesar, terasa sangat nyeri, atau disertai demam, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Kamu juga bisa membuat janji temu langsung dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk penanganan lebih lanjut.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter di Halodoc merupakan solusi praktis untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan tepat sejak dini. Dokter berlisensi siap memberikan saran pengobatan dan resep yang aman sesuai kondisi kesehatanmu.

FAQ

1. Apakah bisul pada pengidap diabetes bisa berbahaya?
Ya, bisul pada pengidap diabetes bisa berbahaya jika dibiarkan karena risiko penyebaran infeksi lebih tinggi akibat sistem imun yang melemah.

2. Kenapa luka atau bisul penderita diabetes sulit sembuh?
Kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah dan saraf, sehingga menghambat sirkulasi darah serta proses regenerasi jaringan kulit.

3. Bolehkah memecahkan bisul diabetes sendiri?
Tidak boleh. Memecahkan bisul secara mandiri dapat memperparah infeksi bakteri dan memicu timbulnya luka terbuka yang sulit disembuhkan.

Referensi

American Diabetes Association. Diakses pada 2026. Skin Complications in Diabetes.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Diabetes and Your Skin.
WebMD. Diakses pada 2026. Skin Conditions Related to Diabetes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus.