• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Gangguan Obsesif Kompulsif Bisa Disembuhkan?

Apakah Gangguan Obsesif Kompulsif Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

 Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCD) adalah gangguan mental yang menampilkan pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang membuat pengidapnya melakukan perilaku berulang (kompulsi). Obsesi dan kompulsi ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan tekanan yang signifikan

Pengidapnya mungkin mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi ini, tetapi itu hanya menambah kecemasan. Pada akhirnya, pengidapnya akan merasa terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk mencoba meredakan stres. OCD sering kali berpusat pada tema tertentu, misalnya, rasa takut yang berlebihan akan terkontaminasi oleh kuman. Untuk mengurangi rasa takut akan kontaminasi, seseorang akan mencuci tangan secara kompulsif hingga tangannya terasa sakit dan pecah-pecah.

Baca juga: Ini 3 Cara Diagnosis untuk Deteksi Penyakit OCD

Lantas, Bisakah Pengidap OCD Sembuh?

Ada beberapa langkah pengobatan untuk atasi gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Ini mungkin tidak akan menyembuhkan, tetapi dapat membantu mengendalikan gejala, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Perawatan juga akan disesuaikan dengan tingkat keparahan OCD, dan beberapa orang mungkin memerlukan perawatan jangka panjang, berkelanjutan, atau lebih intensif.

Dua pengobatan utama untuk OCD adalah psikoterapi dan pengobatan. Sering kali, pengobatan paling efektif dengan kombinasi ini.

Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif (CBT), sejenis psikoterapi, efektif untuk banyak orang dengan OCD. Pencegahan eksposur dan respons (ERP), sebuah komponen terapi CBT, melibatkan secara bertahap mengekspos pengidapnya pada objek atau obsesi yang ditakuti, seperti kotoran, dan meminta pengidapnya mempelajari cara-cara untuk menahan dorongan untuk melakukan ritual kompulsif. ERP membutuhkan usaha dan latihan, tetapi pengidapnya dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik setelah ia belajar mengelola obsesi dan kompulsi.

Pengobatan

Obat psikiatri tertentu dapat membantu mengontrol obsesi dan kompulsi OCD. Paling umum, antidepresan yang akan dicoba terlebih dahulu. Antidepresan yang disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati OCD meliputi:

  • Clomipramine (Anafranil) untuk orang dewasa dan anak-anak 10 tahun ke atas.
  • Fluoxetine (Prozac) untuk dewasa dan anak-anak 7 tahun ke atas.
  • Fluvoxamine untuk dewasa dan anak-anak 8 tahun ke atas.
  • Paroxetine (Paxil, Pexeva) hanya untuk orang dewasa,
  • Sertraline (Zoloft) untuk dewasa dan anak-anak 6 tahun ke atas.

Namun, dokter juga mungkin meresepkan antidepresan dan obat psikiatri lain.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Otak saat Mengalami OCD

Penyebab dan Faktor Risiko OCD

Penyebab gangguan kepribadian obsesif-kompulsif belum sepenuhnya dipahami. Namun, sejauh ini para ahli mencurigai beberapa hal, seperti: 

  • Biologi. OCD mungkin disebabkan oleh perubahan kimiawi alami tubuh atau fungsi otak.
  • Genetika. OCD mungkin memiliki komponen genetik, tetapi gen spesifik belum diidentifikasi.
  • Proses Belajar. Ketakutan obsesif dan perilaku kompulsif dapat dipelajari dari mengamati anggota keluarga atau secara bertahap dipelajari dari waktu ke waktu.

Sementara itu, ada juga faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko pengembangan atau pemicu gangguan obsesif-kompulsif meliputi:

  • Sejarah keluarga. Memiliki orang tua atau anggota keluarga lain dengan gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan OCD.
  • Peristiwa hidup yang penuh tekanan. Jika kamu pernah mengalami peristiwa traumatis atau stres, risiko bisa meningkat. Reaksi ini mungkin, untuk beberapa alasan, memicu pemikiran yang mengganggu, ritual dan karakteristik tekanan emosional OCD.
  • Gangguan kesehatan mental lainnya. OCD mungkin terkait dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau penyalahgunaan zat.

Baca juga: Ketahui Obsesi Seksual yang Dialami Pengidap OCD

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami mengenai gangguan kepribadian obsesif-kompulsif atau OCD. Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai gangguan ini, jangan sungkan untuk bertanya pada psikolog di Halodoc. Psikolog akan menjelaskan semua informasi yang kamu butuhkan mengenai gangguan kejiwaan ini melalui smartphone sehingga lebih praktis.

Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What Is Obsessive-Compulsive Disorder?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).
Web MD. Diakses pada 2020. OCD.