• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Cara Diagnosis untuk Deteksi Penyakit OCD

Ini 3 Cara Diagnosis untuk Deteksi Penyakit OCD

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Obsessive-compulsive disorder (OCD) terjadi ketika seseorang menampilkan pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang membuat seseorang melakukan perilaku berulang (kompulsif). Obsesi dan kompulsif ini akan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan tekanan yang signifikan.

Pengidapnya mungkin mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi, tetapi itu hanya menyebabkan seseorang semakin kesulitan dan cemas. Pada akhirnya, pengidapnya merasa terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk meredakan stres.

OCD sering berpusat di sekitar tema tertentu, misalnya, rasa takut yang berlebihan terkontaminasi oleh kuman. Untuk mengurangi ketakutan akan kontaminasi, maka ia dapat mencuci tangan secara kompulsif bahkan hingga menyebabkan tangannya terasa sakit dan pecah-pecah. Beberapa perawatan dapat mengurangi gejala pada pengidap OCD. 

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh 5 Tipe Gangguan OCD

Ketahui Dulu Gejala OCD

Sebelum memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit dan menjalankan diagnosis, kamu wajib tahu apa saja gejala dari OCD. Secara umum, gangguan obsesif-kompulsif biasanya mencakup obsesi dan kompulsif. Namun, seseorang mungkin juga memiliki gejala obsesi atau hanya gejala kompulsifnya.

Pengidapnya mungkin tidak menyadari bahwa obsesi dan kompulsif berlebihan yang ia miliki tidak masuk akal. Pasalnya, orang lain akan menyaksikan sendiri betapa hal tersebut mengganggu pengidapnya untuk beraktivitas sehari-hari. 

Gejala obsesi yang kerap muncul, yaitu:

  • Ketakutan akan kontaminasi atau kotoran.

  • Keraguan dan kesulitan mentolerir ketidakpastian.

  • Membutuhkan hal-hal yang teratur dan simetris.

  • Pikiran agresif atau mengerikan tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri atau orang lain.

  • Pikiran yang tidak diinginkan, termasuk agresi, atau subjek seksual atau agama.

Sementara kompulsif adalah perilaku berulang yang menyebabkan pengidapnya merasa terdorong untuk melakukan. Perilaku berulang atau tindakan mental ini dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan yang terkait dengan obsesi atau mencegah sesuatu yang buruk terjadi. Seperti halnya obsesi, dorongan kompulsif bisa meliputi beberapa hal, seperti: 

  • Kerap mencuci dan membersihkan tangan atau benda;

  • Terus memeriksa;

  • Perhitungan;

  • Selalu tertib;

  • Mengikuti rutinitas yang ketat;

  • Menuntut jaminan.

Baca juga: Ketahui Obsesi Seksual yang Dialami Pengidap OCD

Langkah Diagnosis OCD

Ada beberapa langkah untuk membantu mendiagnosis gangguan obsesif-kompulsif, yaitu: 

  • Evaluasi Psikologis. Ini termasuk mendiskusikan pikiran, perasaan, gejala, dan pola perilaku untuk menentukan apakah seseorang memiliki obsesi atau perilaku kompulsif yang mengganggu kualitas hidup. Evaluasi ini mungkin termasuk berbicara dengan keluarga atau teman.

  • Kriteria Diagnostik untuk OCD. Dokter dapat menggunakan kriteria dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

  • Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu mengesampingkan masalah lain yang menyebabkan gejala dan untuk memeriksa komplikasi yang terkait.

Namun terkadang sulit untuk mendiagnosis OCD karena gejalanya dapat mirip dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan, depresi, skizofrenia atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Mereka yang mengidap OCD juga mungkin memiliki gangguan kesehatan mental lainnya. Oleh karena itu, pastikan agar pengidapnya bekerja sama dengan dokter, psikolog, maupun psikiater untuk menjalani semua langkah diagnosis dan perawatan yang tepat. 

Baca juga: Penanganan yang Dilakukan pada Pengidap OCD

Ingat, ada perbedaan seseorang yang perfeksionis dan mengidap OCD. Pikiran OCD bukan hanya kekhawatiran berlebihan tentang masalah nyata dalam hidup atau keinginan untuk membersihkan atau mengatur sesuatu dengan cara tertentu.

Jika obsesi dan kompulsif sudah memengaruhi kualitas hidup, segera periksakan diri ke rumah sakit untuk menemui psikolog atau psikiater. Kamu dapat dengan mudah membuat janji sebelumnya dengan aplikasi Halodoc sehingga lebih praktis. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).
Web MD. Diakses pada 2020. OCD.