Ad Placeholder Image

Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Perhatikan Hal Ini

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Oktober 2026

Berpuasa selama kehamilan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan, baik pada ibu maupun bayi.

Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Perhatikan Hal IniApakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Perhatikan Hal Ini

DAFTAR ISI


Puasa saat hamil pada dasarnya perlu dipertimbangkan secara individual. Kondisi kesehatan ibu, usia kehamilan, pertumbuhan janin, asupan nutrisi, serta durasi puasa dapat memengaruhi keamanannya.

Sebelum memutuskan berpuasa, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Tenaga kesehatan dapat membantu menilai risiko dan memberikan saran sesuai kondisi kehamilan.

Ibu Hamil Boleh Berpuasa?

Ibu hamil yang sehat mungkin dapat berpuasa, tetapi tidak semua kehamilan memiliki kondisi yang sama. Dokter dapat menyarankan untuk tidak berpuasa apabila ibu mengalami muntah berat, anemia, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit tertentu, atau masalah pada pertumbuhan janin.

Selama berpuasa, ibu perlu memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi tetap terpenuhi pada waktu sahur dan berbuka. Jika muncul keluhan seperti pusing berat, lemas, haus berlebihan, urine berwarna sangat gelap, muntah berulang, kontraksi, perdarahan, atau gerakan janin berkurang, segera hentikan puasa dan cari pertolongan medis.

Tips Puasa untuk Ibu Hamil

  • Konsultasikan kondisi kehamilan sebelum mulai berpuasa.
  • Pilih makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, termasuk sumber protein, karbohidrat kompleks, sayur, dan buah.
  • Minum cukup secara bertahap antara waktu berbuka dan sahur, sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Hindari aktivitas fisik berat dan beristirahat bila tubuh terasa lelah.
  • Jangan melewatkan vitamin kehamilan atau obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
  • Pantau gerakan janin sesuai anjuran dokter, terutama pada kehamilan yang sudah lebih lanjut.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika ibu hamil mengalami perdarahan, nyeri perut hebat, pingsan, sesak napas, muntah terus-menerus, tanda dehidrasi, atau gerakan janin berkurang. Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan sesuai kondisi.

Studi Terkait

Penelitian mengenai puasa selama kehamilan masih menunjukkan hasil yang beragam. Karena itu, keputusan berpuasa perlu dibuat secara personal bersama tenaga kesehatan, bukan hanya berdasarkan pengalaman orang lain.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dapat membantu ibu hamil memahami apakah kondisi kehamilannya memungkinkan untuk berpuasa. Dokter juga dapat memberikan saran mengenai asupan, obat, vitamin, dan tanda bahaya yang perlu dipantau.

Referensi
World Health Organization. Maternal nutrition. Diakses pada 2026.
PubMed. Ramadan fasting and pregnancy: systematic review. Diakses pada 2026.
WebMD. Pregnancy and fasting. Diakses pada 2026.
BPOM RI. Informasi obat dan keamanan penggunaan obat pada kehamilan. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan ibu hamil. Diakses pada 2026.

FAQ

Apakah ibu hamil boleh berpuasa?

Ibu hamil yang sehat mungkin dapat berpuasa, tetapi keputusan ini perlu disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan.

Kapan ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa?

Ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa atau perlu menghentikan puasa jika mengalami muntah berat, dehidrasi, perdarahan, penyakit tertentu, atau masalah pada pertumbuhan janin. Dokter dapat memberikan penilaian yang lebih tepat.

Apa tanda bahaya saat puasa dalam kehamilan?

Tanda bahaya meliputi pusing berat, pingsan, lemas berlebihan, urine sangat gelap, muntah berulang, kontraksi, perdarahan, dan gerakan janin berkurang. Segera cari pertolongan medis jika mengalaminya.

Apakah vitamin kehamilan boleh diminum saat puasa?

Waktu minum vitamin kehamilan perlu mengikuti petunjuk dokter atau aturan pada kemasan. Jangan mengubah jadwal atau menghentikan obat dan vitamin yang diresepkan tanpa berkonsultasi.