• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Ibu Hamil dengan Hepatitis B Bisa Melahirkan Normal?

Apakah Ibu Hamil dengan Hepatitis B Bisa Melahirkan Normal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Hepatitis B saat hamil biasanya tidak disadari oleh ibu yang telah terinfeksi. Pasalnya, gejala yang tampak tidak terlihat jelas, bahkan tidak muncul sama sekali pada sebagian pengidap. Hepatitis B saat hamil tentu menjadi momok yang mengerikan, terutama saat memikirkan bagaimana prosedur persalinan berlangsung, mengingat salah satu penularannya bisa terjadi saat bayi terpapar cairan dari vagina. Lantas, apakah persalinan normal bisa dilakukan? Berikut ulasan selengkapnya!

Baca juga: Kegiatan Fisik yang Aman saat Kehamilan Trimester Ketiga

Mengidap Hepatitis B saat Hamil Memungkinkan Persalinan Normal

Hepatitis B saat hamil tidak bisa menginfeksi bayi, selama ia masih berada dalam kandungan. Namun, risiko penularan akan semakin tinggi saat proses persalinan berlangsung. Bukan itu saja, ada beberapa faktor yang memicu peningkatan risiko tertularnya hepatitis B dari ibu pada bayinya. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Bayi lahir prematur.
  • Bayi lahir dengan berat rendah (BBLR).
  • Kelainan anatomi dan fungsi tubuh bayi.

Selain ketiga hal tersebut, bayi juga berisiko terinfeksi hepatitis B saat lahir, jika ibu telah terinfeksi terlebih dulu. Penyakit ini ditularkan pada bayi saat ia terpapar darah atau cairan vagina selama proses persalinan berlangsung. Jika hal tersebut terjadi, maka risiko kehilangan nyawa pada bayi akan semakin tinggi. Lantas, apakah melakukan persalinan normal memungkinkan?

Jawabannya adalah iya. Hepatitis B saat hamil tidak menutup kemungkinan ibu untuk melahirkan secara normal. Baik normal maupun caesar, keduanya memiliki tingkat risiko yang tinggi untuk menularkan penyakit pada Si Kecil. Untuk mengetahui metode persalinan apa yang cocok untuk dilakukan, jangan lupa untuk selalu memantau kondisi kehamilan secara rutin di rumah sakit terdekat, ya!

Baca juga: Ini 5 Asupan Gizi Penting di Usia Kehamilan 7 Bulan

Hepatitis B saat Hamil, Apa Saja Gejalanya?

Seperti pada penjelasan sebelumnya, gejala yang muncul akan tampak samar, bahkan tidak terlihat sama sekali. Gejala umumnya akan muncul setelah 1–5 bulan seseorang terpapar virus hepatitis B (HBV). Seiring dengan berjalannya waktu, pengidap akan mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan. Bukan itu saja, hepatitis B saat hamil akan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti:

  • Mual;
  • Muntah;
  • Mudah lelah;
  • Penurunan nafsu makan;
  • Demam;
  • Nyeri perut.

Hepatitis B selama masa kehamilan akan memicu munculnya sejumlah komplikasi yang membahayakan bagi ibu hamil. Beberapa di antaranya, yaitu pecahnya ketuban sebelum waktu persalinan, diabetes gestasional, penyakit perlemakan hati, batu empedu, serta lepasnya plasenta sebelum waktunya.

Baca juga: 3 Manfaat Konsumsi Pisang saat Masa Kehamilan

Adakah Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan?

Pencegahan dini dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terpapar virus hepatitis B. Jika gejala sejak awal tidak diketahui, sejumlah pemeriksaan penunjang diperlukan di awal kehamilan. Jika virus diketahui sejak dini, pengobatan dapat sesegera mungkin dilakukan agar penanganan dapat berjalan dengan lebih optimal. Dengan begitu, ibu hamil yang mengidap hepatitis B dapat tetap menjalankan kehamilannya sampai persalinan.

Hepatitis B sangat rentan dialami oleh ibu hamil. Kondisi tersebut yang membuat ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan secara rutin. Selain untuk mendeteksi dini adanya penyakit berbahaya, melakukan kontrol secara rutin berguna untuk memantau perkembangan fisik janin selama masa kehamilan. Jadi, jangan sampai melewatkan waktu kontrol rutin saat hamil ya, bu!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. When a Pregnant Woman has Hepatitis B.
Hepatitis B Foundation. Diakses pada 2020. Pregnancy and Hepatitis B.
NCBI. Diakses pada 2020. Hepatitis B in pregnancy.