• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Milia termasuk Penyakit Berbahaya?

Apakah Milia termasuk Penyakit Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Meski terdengar asing, milia adalah penyakit kulit yang umum muncul pada bayi baru lahir, yang dijuluki sebagai “jerawat bayi”. Pada kebanyakan kasus, milia bukanlah penyakit yang berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus, karena bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika menimbulkan ketidaknyamanan, tentu pengobatan diperlukan.

Milia ditandai dengan munculnya benjolan sangat kecil, berukuran 1-2 milimeter, berwarna putih, dan muncul secara berkelompok pada hidung, mata, dahi, pipi, dan dada. Selain munculnya benjolan, milia biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, pada milia eruptif, benjolan yang muncul dapat berkembang cepat dalam beberapa minggu. 

Baca juga: Kelebihan Hormon Bisa Sebabkan Milia?

Milia Terbentuk dari Keratin 

Benjolan-benjolan milia terbentuk akibat protein bernama keratin, yang terperangkap di dalam kelenjar pilosebasea pada kulit. Namun, pada beberapa kasus, milia juga bisa muncul akibat adanya gangguan pada kelenjar pilosebasea, misalnya akibat luka bakar. Secara lebih spesifik, penyebab milia dapat berbeda-beda lagi berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Neonatal milia. Merupakan istilah untuk milia pada bayi baru lahir dan biasanya muncul di area hidung, pipi, dan kulit kepala. Milia jenis ini tergolong umum dan dianggap normal.
  • Primary milia. Milia yang muncul pada usia anak-anak dan dewasa, di area dahi, kelopak mata, dan di sekitar alat kelamin. Milia jenis ini biasanya dapat menghilang dalam kurun waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Secondary milia. Merupakan milia yang muncul akibat kerusakan pada lapisan kulit, misalnya karena luka bakar, atau penggunaan krim kulit yang mengandung kortikosteroid.
  • Milia en plaque. Jenis milia yang muncul pada plak di kulit, yaitu bercak kulit yang melebihi 1 cm dan menonjol akibat peradangan. Milia en plaque adalah kasus langka dan biasanya muncul di kelopak mata, belakang telinga, pipi, atau rahang. Milia jenis ini umumnya menyerang perempuan usia paruh baya.
  • Multiple eruptive milia. Merupakan milia yang juga tergolong langka dan biasanya muncul di area wajah, lengan atas, serta tubuh bagian atas lainnya. Milia jenis ini muncul dalam bentuk bergerombol dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.

Baca juga: Pentingnya Penggunaan Sunblock untuk Cegah Milia

Diagnosis dan Pengobatan untuk Milia

Milia tidak menimbulkan gejala khusus selain munculnya benjolan putih menyerupai jerawat. Meski pada beberapa kasus juga dapat disertai rasa gatal. Itulah sebabnya pemeriksaan lebih lanjut biasanya tidak diperlukan dalam mendiagnosis milia. Namun, jika dicurigai ada indikasi milia en plaque, biasanya dokter akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel kulit.

Jika milia tidak menimbulkan gejala yang mengganggu, kamu tidak perlu memeriksakannya karena umumnya akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika milia mulai mengganggu, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter kulit di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Milia Mengganggu Penampilan, Mampukah Dicegah dengan Skincare?

Jika milia terasa mengganggu, dokter biasanya akan melakukan prosedur untuk menghilangkan milia, dengan menggunakan jarum untuk mengeluarkan isinya. Namun, prosedur ini tidak boleh dilakukan sendiri di rumah, karena berisiko menyebabkan luka, infeksi, atau kerusakan pada kulit.

Untuk mengatasi milia yang terinfeksi, menyebar luas, atau menetap, dokter spesialis kulit bisa melakukan terapi laser, demabrasi (pengikisan lapisan kulit teratas), peeling, atau krioterapi. Sementara itu, untuk mengatasi milia en plaque, dokter biasanya akan menggunakan isotretinoin yang dioleskan pada kulit atau meresepkan antibiotik minum.

Referensi:
Patient. Diakses pada 2020. Milia.
Indian Dermatol Online J. 5(4), pp. 550-551. Diakses pada 2020. Milia en Plaque. 
DermNet New Zealand. Diakses pada 2020. Milium.
Healthline. Diakses pada 2020. Milium Cyst.