• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Sakit Kepala Bisa Dipicu dari Gangguan THT?

Apakah Sakit Kepala Bisa Dipicu dari Gangguan THT?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala adalah masalah kesehatan yang umum terjadi dan pernah dialami oleh hampir semua orang. Sakit kepala ternyata bukan hanya disebabkan oleh masalah yang terjadi pada kepala atau otak saja, melainkan gangguan pada bagian tubuh lain bisa menjadi penyebab sakit kepala.

Contohnya, gangguan telinga, hidung dan tenggorokan. Sakit kepala adalah gejala yang paling umum dari gangguan THT. Gangguan yang terjadi pada ketiga organ tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan indra kamu saja tapi juga menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Gangguan THT Sebabkan Masalah Kesehatan Lainnya

Telinga, hidung, dan tenggorokan adalah bagian penting dari tubuh. Telinga adalah organ sensorik yang tidak hanya berhubungan dengan pendengaran, tapi juga memberikan keseimbangan.

Hidung tidak hanya memberikan indra penciuman, tapi juga berperan dalam melembapkan udara dan mencegah masuknya kuman dalam tubuh. Tenggorokan menyediakan jalur udara untuk mencapai paru-paru, serta menjadi jalur bagi makanan dan air untuk memasuki saluran pencernaan kamu. 

Hal ini membuat gangguan THT bisa berpengaruh pada organ lainnya. Gangguan THT juga bisa menyebabkan iritasi pada saraf di sekitar wajah dan kepala yang menyebabkan sakit kepala atau migrain. 

Baca juga: Sakit Kepala Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?

Gangguan THT Penyebab Sakit Kepala

Gangguan THT yang menyebabkan sakit kepala antara lain, sinusitis, infeksi telinga, dan tonsilitis. Berikut ini penjelasannya.

1.Sinusitis

Sinus adalah rongga kecil di tengkorak yang mengelilingi mata dan hidung kamu dan bertanggung jawab atasi resonansi vocal. Sinusitis terjadi ketika rongga tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur, atau virus, sehingga meradang dan bengkak. 

Selain sakit kepala, sinusitis juga dapat menimbulkan gejala, seperti pilek, bersin dan batuk, bau mulut, nyeri di sekitar mata atau di batang hidung, serta sakit gigi.

2.Infeksi Telinga

Infeksi telinga atau yang disebut juga otitis media akut terjadi ketika kuman masuk ke telinga bagian tengah dan terperangkap di sana, atau bila kamu mengalami penumpukan cairan atau lendir dari infeksi atau alergi baru-baru ini, sehingga virus atau bakteri tumbuh di telinga. Infeksi telinga lebih sering dialami oleh anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Gejala infeksi telinga secara umum, antara lain sakit kepala, gangguan pendengaran, masalah keseimbangan, dan demam. Sedangkan anak-anak yang mengalami infeksi telinga mungkin akan menarik-narik atau mengorek telinganya. Bila infeksi telinga pada anak dibiarkan saja dalam waktu yang lama tanpa diobati, kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan perkembangannya, seperti keterlambatan pendengaran dan bicara.

Infeksi telinga sering kali sembuh dengan sendirinya, sehingga pengobatan bertujuan untuk mengatasi rasa sakitnya dan memantau kondisi. Namun, bila anak mengalami infeksi telinga kronis, dokter akan mengatasinya dengan memasukkan tabung kecil yang disebut tabung ventilasi ke dalam telinga anak melalui operasi.

Baca juga: Ini 3 Pilihan Mengobati Otitis Media

3.Tonsillitis

Tonsilitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada amandel. Kondisi ini disebabkan oleh flu biasa atau radang tenggorokan. Tonsilitis adalah kondisi yang sangat umum yang menjadi penyebab sakit tenggorokan parah.

Selain sakit kepala, tonsilitis juga menimbulkan gejala berupa sakit tenggorokan, suara serak, sakit saat menelan, bau mulut, batuk, dan demam.

Bila tonsilitis dibiarkan saja dalam waktu lama, amandel mungkin harus diangkat melalui prosedur operasi yang disebut tonsilektomi. Namun, prosedur tersebut hanya dilakukan pada kasus tonsilitis yang cukup parah hingga mengganggu proses menelan dan bernapas. Untuk tonsilitis ringan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik.

Jadi, sakit kepala juga bisa dipicu oleh gangguan THT. Oleh karena itu, bila kamu mengalami sakit kepala disertai dengan gejala-gejala lainnya yang memengaruhi telinga, hidung, atau tenggorokan, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter atau dokter THT untuk mengetahui penyebabnya. 

Baca juga: 5 Tanda Harus Mulai Buat Janji dengan Dokter THT

Sekarang, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dengan langsung buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc, lho. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Headache
Very Well Health. Diakses pada 2020. What Are ENT Disorders?
Headache. Diakses pada 2020. Headache & Migraine Treatment & Relief: Nose & Throat Specialist