• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Vaksin Corona Menimbulkan Efek Samping?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Vaksin Corona Menimbulkan Efek Samping?

Apakah Vaksin Corona Menimbulkan Efek Samping?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 02 Maret 2021
Apakah Vaksin Corona Menimbulkan Efek Samping?

Halodoc, Jakarta – Setelah mendapatkan vaksin corona, biasanya akan muncul beberapa gejala atau efek samping. Hal itu terjadi sebagai respons tubuh terhadap cairan vaksin yang masuk ke dalam tubuh. Namun jangan khawatir, hal ini sebenarnya normal terjadi dan efek samping biasanya akan menghilang setelah beberapa hari. Apakah vaksin corona menimbulkan efek samping? Jawabannya iya. Apa saja efek samping yang bisa muncul setelah vaksinasi COVID-19? 

Efek samping vaksin corona yang muncul bisa menjadi tanda bahwa tubuh mulai membangun sistem perlindungan dari virus. Secara umum, gejala yang bisa muncul adalah rasa nyeri dan bengkak di tangan atau lengan tempat vaksin disuntikkan. Vaksin corona juga bisa menimbulkan efek samping seperti demam, mudah lelah, hingga sakit kepala. 

Baca juga: 6 Vaksin Corona yang Digunakan di Indonesia

Bagaimana dengan Efek Samping Vaksin yang Digunakan di Indonesia? 

Hingga saat ini, vaksinasi corona di Indonesia masih terus dilakukan dengan menggunakan vaksin dari Sinovac Biotech Ltd. Ke depannya, Indonesia juga akan menggunakan 6 vaksin lain, di antaranya vaksin AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, Novavax, dan vaksin merah putih.

Terkait efek samping vaksin, hingga kini pemerintah menyebut bahwa vaksin Sinovac cenderung memiliki risiko efek samping yang ringan. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) telah mengeluarkan sertifikasi Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdasarkan fatwa No. 2 Tahun 2021 untuk vaksin Sinovac. 

Vaksin Sinovac disebut memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, sementara standar minimal yang ditetapkan WHO adalah 50 persen. Dengan angka tersebut, vaksin disebut bisa menghasilkan penurunan risiko infeksi hingga 65,3 persen pada kelompok yang divaksinasi. Besaran angka efikasi ini didapatkan dari perbandingan kelompok yang divaksin dan tidak divaksin. Besaran angka efikasi vaksin Sinovac didapat dari hasil uji klinis terkontrol di Bandung. 

Tips Menangani Efek Samping Vaksin Corona 

Sejumlah efek samping yang muncul setelah vaksin corona mungkin membuat tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun efek samping akan hilang dalam beberapa hari, penting untuk mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang muncul. 

Secara umum, ada beberapa gejala yang muncul sebagai efek samping vaksin corona, di antaranya: 

  • Nyeri dan bengkak di bagian tubuh yang mendapat suntikan vaksin, yaitu lengan. 
  • Demam, menggigil, sakit kepala, serta mudah lelah yang terasa hampir di seluruh tubuh. 

Saat efek samping vaksin muncul, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meredakannya, salah satunya mengompres lokasi yang mengalami nyeri atau bengkak. Gunakan kompres dingin, yaitu kain yang sebelumnya sudah dibasahi dengan air kemudian diperas. Meringankan nyeri setelah divaksin juga bisa dilakukan dengan menggerakkan atau melatih lengan bekas tempat suntikan. 

Baca juga: Warga AS Sudah Suntik Vaksin, Ini Efek Samping yang Dirasakan

Cara lain yang bisa dilakukan untuk meredakan efek samping vaksin adalah mengonsumsi obat untuk mengurangi nyeri atau pegal, misalnya paracetamol. Namun hati-hati, jangan sembarangan mengkonsumsi obat anti nyeri. Setelah vaksin, jangan mengkonsumsi obat anti nyeri golongan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid) seperti Asam Mefenamat, Ibuprofen dll, sebab jenis obat ini bisa mengurangi efektivitas dari vaksin. 

Efek lain yang bisa muncul setelah vaksinasi adalah demam ringan dan mudah merasa lelah. Untuk menangani hal ini, disarankan untuk banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi. Hal ini juga bisa membantu mempercepat pemulihan dan penurunan suhu tubuh. Biar lebih nyaman, kenakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan bisa menyerap keringat. 

Selama beberapa hari setelah vaksinasi COVID-19, ada hal yang harus dipantau, terutama yang berkaitan dengan efek samping vaksin. Selalu perhatikan suhu tubuh, gejala yang dialami, serta kondisi lengan lokasi penyuntikan. Jika gejala tidak kunjung membaik atau malah semakin memburuk, sebaiknya segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat. 

Pertolongan medis perlu segera dilakukan jika pembengkakan atau kemerahan di lengan tidak kunjung menghilang, muncul nyeri hebat, kejang-kejang, demam tinggi, hingga reaksi alergi setelah vaksinasi. Waspadai juga gejala seperti sesak napas dan angioedema. Namun, risiko munculnya efek samping parah setelah vaksin cenderung kecil. 

Baca juga: Efektivitas Uji Akhir Vaksin Corona Sinovac Sudah 97 Persen

Jika ragu atau membutuhkan saran dokter terkait gejala atau efek samping vaksin corona, pakai aplikasi Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami atau pertanyaan terkait vaksin corona pada ahlinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Frequently Asked Questions about COVID-19 Vaccination.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. What to Expect after Getting a COVID-19 Vaccine.
Covid19.go.id. Diakses pada 2021. Vaksin Sinovac Teruji Minim Efek Samping, Berkhasiat dan Halal. 
Indonesia.go.id. Diakses pada 2021. Mengenal 6 Jenis Vaksin Covid-19 Pilihan.