• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • AS Sediakan Alat Tes Antigen Terjangkau agar Dilakukan Rutin

AS Sediakan Alat Tes Antigen Terjangkau agar Dilakukan Rutin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Produsen Amerika Serikat (AS) meningkatkan secara tajam produksi tes antigen yang dapat mendeteksi COVID-19 secara cepat dan murah. Negeri Paman Sam tersebut menargetkan produksi 100 juta alat tes per bulan pada akhir tahun, sehingga memungkinkan sekolah dan tempat kerja melakukan pengujian secara signifikan dan rutin.

Dilansir dari laman Reuters, sumber manufaktur dan pemerintah AS mengungkapkan bahwa lebih dari puluhan tes antigen kemungkinan disahkan pada akhir Oktober. Regulator AS dalam beberapa bulan terakhir ini telah mengesahkan tes antigen yang diproduksi dari Abbott Laboratories, Becton Dickinson & Co, Quidel Corp dan LumiraDX.

Kapasitas Pengujian COVID-19 di AS Semakin Besar

Bila produksi yang direncanakan dari tes yang baru disahkan digabungkan dengan diagnostik yang disetujui sebelumnya, maka keseluruhan kapasitas pengujian bulanan AS akan melebihi 200 juta per bulan pada akhir tahun.

Pembuat 4 tes antigen yang baru-baru ini disetujui memiliki kapasitas untuk menghasilkan sekitar 40 juta per bulan, tapi diperkirakan dapat mencapai lebih dari dua kali lipat pada akhir tahun, menurut analisis Reuters yang mencakup angka kepemilikan yang dibagikan oleh perusahaan.

Tes Antigen Dinilai Lebih Menguntungkan

Tidak seperti tes diagnostik molekuler seharga 100 dolar AS (Rp 1,5 juta) lebih yang saat ini mendominasi pengujian di AS yang harus dikirim ke laboratorium dan sering memakan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya, tes antigen hanya menghabiskan biaya sebesar 5 dolar AS (Rp 74.154). Tes tersebut juga bisa dilakukan di mana saja dan memberikan hasil dalam hitungan menit.

Baca juga: Alasan Harga PCR Test dan Swab Test Antigen Berbeda

Keunggulan itu memungkinkan pengadaan pemeriksaan rutin di sekolah dan lingkungan bisnis, bahkan pada orang tanpa gejala. Para ahli berpendapat bahwa alat seperti itu penting untuk mengatasi wabah di masa depan.

Dwayne Breining, direktur lab di Northwell Health, mengungkapkan bahwa bila mereka dapat melakukan pengujian sampai skala seseorang dapat diuji dengan cepat dan murah. Waktu yang cepat untuk mendapatkan hasilnya, sehingga dapat menyaring orang-orang sebelum mereka menyebarkan virus.

Tes antigen bekerja dengan cara mendeteksi protein tertentu yang menjadi bagian dari virus corona dari sampel yang diambil melalui usap hidung atau tenggorokan. Prosedur tes tersebut mirip dengan tes cepat untuk radang tenggorokan yang biasanya dilakukan di ruang praktik dokter.

Baca juga: Ketahui Prosedur Swab Antigen yang Tepat

Kendala yang Dihadapi Pemerintah AS

Kurangnya kapasitas pengujian dan sedikit koordinasi federal di awal pandemi menghambat upaya pemerintah untuk untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang menginfeksi lebih dari 6 juta orang di Amerika Serikat.

Namun, regulator dan pakar kesehatan mengkhawatirkan keefektifan tes antigen. Tes tersebut biasanya hanya bisa mendeteksi virus dengan tingkat keakuratan 80-90 persen, di mana hal itu lebih rendah dibandingkan tes berbasis laboratorium yang bisa mendeteksi lebih dari 95 persen.

Selain itu, alat tersebut memiliki tingkat negatif palsu yang tinggi, sehingga meningkatkan kemungkinan orang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi COVID-19 dan akhirnya menyebarkan penyakit tersebut. Tidak ada data yang cukup juga untuk memastikan tes antigen dapat mendeteksi virus pada tahap awal pra-gejala, yang berpotensi membatasi kegunaannya.

Baca juga: Alasan Hasil Swab Antigen dan Rapid Test Antibodi Bisa Berbeda

Kapasitas Tes Antigen yang Dimiliki AS

Menurut data dari Universitas Oxford, AS melakukan sekitar 25 juta tes pada Agustus, termasuk tes laboratorium dan antigen. Sementara itu, pembuat uji antigen dan pemasok mereka bersiap untuk mendorong penggunaannya dalam skala besar.

Tony Lemmo, kepala eksekutif BioDot Inc, yang membuat dispenser reagen yang digunakan dalam tes, mengatakan bahwa ia baru-baru ini menerima pesanan sekitar 500 juta tes dalam beberapa bulan mendatang.

AS dapat memiliki kapasitas untuk melakukan 3 juta tes virus corona per hari pada bulan September, sekitar setengahnya adalah tes antigen. Seorang pejabat kesehatan tinggi mengatakan kepada panel kongres AS bahwa jumlah tersebut bisa meningkat hingga 135 juta tes per bulan pada Oktober.

Perusahaan diagnostik Eeropa Roche Holding AG dan Quiagen NV mengatakan mereka akan mengajukan izin AS untuk tes antigen mereka.

National Institutes of Health sedang bekerja dengan perusahaan dalam tes baru yang kemungkinan akan menambahkan sebanyak 30 juta tes lagi per bulan ke kapasitas keseluruhan tahun ini, seperti yang diungkapkan oleh seorang pejabat AS kepada Reuters. Badan tersebut juga sudah memberikan hibah untuk membantu pembuat alat tes meningkatkan kapasitas produksi, sebesar 71 dollar AS (Rp 1.052 triliun) kepada Quidel pada Juli.

Namun, pejabat AS mengungkapkan pada Reuters bahwa mendapatkan 100 juta tes sebulan pada akhir tahun ini mungkin meleset beberapa bulan karena tantangan produksi. Untuk meningkatkan produksi, perusahaan perlu mempekerjakan cukup pekerja yang terampil dan sumber kertas yang digunakan dalam tes yang disebut nitroselulosa.

Nah, itulah update mengenai Amerika Serikat yang meningkatkan produksi tes antigen agar dapat melakukan pengujian COVID-19 rutin, khususnya di sekolah dan tempat kerja.

Tes antigen yang telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mulai digunakan sebagai alat untuk mendeteksi COVID-19 di Indonesia. Dengan adanya tes yang murah dan dapat memberikan hasil yang cepat tersebut, Indonesia diharapkan juga dapat melakukan pengujian COVID-19 secara rutin pada tempat-tempat yang berisiko.

Nah, bila kamu ingin melakukan pemeriksaan COVID-19, kamu bisa melakukan swab test antigen dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Jangan lupa download aplikasinya di App Store dan Google Play.

Referensi:
Reuters. Diakses pada 2020. U.S. plans for hundreds of millions of cheap, fast COVID-19 tests