• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Asbestos Disebut Jadi Penyebab Mesothelioma

Asbestos Disebut Jadi Penyebab Mesothelioma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Seperti namanya, mesothelioma adalah kanker yang menyerang mesothelium, yaitu jaringan yang melapisi berbagai organ dalam tubuh. Meski penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, paparan asbestos atau asbes disebut-sebut jadi pemicunya. Asbestos atau asbes adalah jenis mineral yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, yang bersifat tahan panas dan api.

Saat asbestos hancur, baik saat proses penambangan atau renovasi bangunan, mineral ini akan menghasilkan serat atau debu yang sangat halus. Nah, serat halus yang dapat sangat mudah terhirup itu kemudian masuk dan mengendap di dalam organ tubuh dan menyebabkan penyakit, seperti misalnya mesothelioma. Namun, serat asbestos yang tertelan itu juga dapat bergerak melalui sistem limfatik, lalu mengendap dan menginfeksi sel di selaput rongga perut.

Baca juga: 4 Pengobatan untuk Atasi Sindrom Mesothelioma

Faktor Lain yang juga Tingkatkan Risiko

Selain paparan asbestos yang terhirup di udara secara langsung, mesothelioma juga dapat meningkat risikonya karena beberapa hal, yaitu:

  • Memiliki lingkungan kerja yang rentan terpapar asbestos, seperti tambang mineral, lokasi konstruksi, industri otomotif, pembangkit listrik, industri tekstil, dan pabrik baja.
  • Bertempat tinggal di bangunan tua atau lingkungan yang tanahnya mengandung asbestos.
  • Memiliki anggota keluarga yang bekerja di lingkungan yang terpapar asbestos. Sebab, asbestos dapat menempel di kulit dan pakaian, sehingga dapat terbawa ke dalam rumah atau lingkungan lain.
  • Memiliki riwayat mesothelioma atau kelainan genetika lain yang meningkatkan risiko kanker.

Namun, selain asbestos, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko mesothelioma, meski terbilang jarang terjadi. Di antaranya adalah paparan mineral erionite, paparan radiasi dari bahan kimia thorium dioksida yang digunakan dalam pemeriksaan foto Rontgen hingga tahun 1950-an, dan terinfeksi simian virus (SV40).

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Asbestosis dan Silikosis

Gejala yang Terjadi Akibat Mesothelioma

Gejala yang ditimbulkan mesothelioma dapat berkembang secara bertahap dan biasanya membutuhkan waktu 20-30 tahun hingga benar-benar muncul gejala. Artinya, pengidap mesothelioma mungkin saja tidak merasakan adanya gejala ketika masih berada pada stadium awal. Namun seiring berjalannya waktu, sel kanker akan semakin berkembang dan menekan saraf atau organ lainnya, sehingga menimbulkan gejala.

Nah, bicara soal gejala, mesothelioma dapat memunculkan gejala yang berbeda pada setiap pengidap. Hal ini tergantung lokasi keberadaan sel kanker. Pada mesothelioma paru, gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Demam disertai keluarnya keringat, terutama di malam hari.
  • Rasa lelah yang berlebihan, meski tidak melakukan aktivitas fisik apapun.
  • Batuk disertai rasa nyeri yang tak tertahankan.
  • Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru, tepatnya di dalam rongga pleura, yaitu ruangan antara kedua lapisan pleura yang melapisi paru-paru.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri dada.
  • Pembengkakan dan perubahan bentuk pada ujung jari (jari tabuh).
  • Muncul benjolan pada jaringan di bawah permukaan kulit area dada.

Sementara itu, mesothelioma perut (peritoneal) memiliki gejala sebagai berikut:

  • Hilangnya nafsu makan.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Nyeri di bagian perut.
  • Pembengkakan di area perut.
  • Muncul benjolan di perut.
  • Gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Sarkoidosis dan Asbestosis

Selain dua jenis mesothelioma tadi, ada juga jenis perikardium dan testis. Mesothelioma perikardium dan testis memang sangat jarang terjadi. Untuk gejala, mesothelioma perikardium biasanya membuat pengidapnya merasa nyeri dada dan mengalami gangguan pernapasan. Sementara itu, mesothelioma testis ditandai dengan pembengkakan atau munculnya benjolan di area testis. 

Perlu diketahui bahwa gejala mesothelioma tidaklah spesifik dan bisa disebabkan oleh kondisi lain. Oleh sebab itu, jika kamu merasakan berbagai gejala tadi, segeralah download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terutama jika kamu memiliki riwayat terpapar asbestos atau faktor risiko lain yang telah disebutkan tadi.

Referensi:
The Ochsner Journal, 12(1), pp. 70-79. Diakses pada 2020. Mesothelioma: A Review. 
Mesothelioma. Diakses pada 2020. Mesothelioma Causes and Risk Factor.
American Lung Association. Diakses pada 2020. Mesothelioma.
Cancer Research UK. Diakses pada 2020. Mesothelioma.