• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Atasi Bosan dan Cemas Orang Tua saat Pandemi dengan Tips Ini

Atasi Bosan dan Cemas Orang Tua saat Pandemi dengan Tips Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pada Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan adanya virus baru bernama COVID-19. Sementara Indonesia mengumumkan adanya kasus pertama infeksi corona pada awal Maret 2020. Sejak saat itu hingga hari ini, kondisi kesehatan masyarakat Indonesia hingga dunia masih darurat. 

Sejak awal Maret 2020, Indonesia menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menekan angka penularan COVID-19. Mau tidak mau, suka atau tidak, semua orang harus membatasi diri untuk beraktivitas di luar rumah, baik itu bekerja dari rumah (WFH) dan sekolah online. Memang diakui, pandemi ini menimbulkan stres, cemas, dan rasa bosan pada sebagian besar orang. 

Baca juga: Kita Semua Vs Virus Corona, Siapa Pemenangnya?

Cara Atasi Bosan dan Cemas pada Orang Tua

Sebelum vaksin COVID-19 selesai dalam pengujian dan diedarkan masal, kita tetap harus menunggu. Namun, bukan sekadar menunggu dan pasrah dengan efek stres dari pandemi ini. Orang tua perlu melakukan upaya untuk mengatasi bosan dan cemas. Orang tua dapat menggunakan berbagai platform komunikasi untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial selama pandemi.

Selain tetap patuh akan protokol kesehatan, berikut ini hal yang bisa orang tua lakukan agar tidak cemas dan bosan:

  • Batasi Konsumsi Berita

Tentu orang tua ingin selalu mengetahui update terbaru mengenai COVID-19 di Indonesia. Perlu orang tua ketahui, penting untuk membatasi atau sesekali berhenti menonton, membaca, atau mendengarkan berita mengenai virus corona. Hal ini termasuk mengambil sedikit jeda untuk mengakses media sosial, ketika berita mengenai virus corona banyak berseliweran. 

  • Prioritaskan Perawatan Diri

Sama pentingnya dengan menjaga pikiran, Center of Diseases Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk menyediakan waktu untuk tetap merawat tubuh orang tua sendiri. Baik itu dengan olahraga, diet seimbang, tidur malam yang nyenyak, atau meditasi. Merawat diri secara teratur membantu mengurangi gejala kecemasan dan mengatasi kebosanan. 

  • Bersantai

Meskipun hal ini sulit diwujudkan mengingat harus mengurus anak dan bekerja, tapi meluangkan waktu setiap hari untuk bersantai dengan sesuatu yang orang tua sukai. Kegiatan yang bisa dilakukan, seperti membaca buku, menonton, atau mandi santai, memberikan manfaat yang cukup untuk atasi kecemasan dan kebosanan. 

Baca juga:  Ini 7 Perusahaan Pembuat Vaksin Virus Corona

  • Tetap Bersosialisasi

Bertemu dengan anggota keluarga di rumah setiap hari tanpa ada kesempatan untuk bertemu orang-orang di luar lainnya tentu membosankan. Jangan lupa bahwa teknologi saat ini semakin canggih.

Orang tua tetap bisa terhubung dengan orang lain sebanyak yang orang tua bisa melalui conference call atau video call. Itulah saatnya orang tua bisa mengobrol dan berbagi perasaan atau hanya untuk sekedar tertawa. 

  • Temukan Sumber Kegembiraan Sederhana

Meskipun orang tua tidak bisa memaksakan diri untuk bersenang-senang sebebas sebelum pandemi, orang tua tetap bisa menemukan kegembiraan sederhana dari dalam keluarga di rumah. Bermain dengan anak-anak atau hewan peliharaan juga dapat menyenangkan hati.

Jika situasi memungkinkan, orang tua sekeluarga dapat merencanakan staycation di suatu tempat yang jauh dari keramaian, sehingga protokol kesehatan tetap dipatuhi. Pastikan juga tempat menginap juga selalu menjalani protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah. Strategi ini bisa mengatasi kebosanan setelah sekian lama tidak keluar rumah. 

  • Pertahankan Rutinitas

Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, melewatkan makan, tidak berolahraga, dan mengabaikan perawatan pribadi hanya menambah rasa bosan dan kecemasan.

Sebaiknya tetap pertahankan rutinitas harian seperti biasanya agar kehidupan tetap terasa normal. Cobalah untuk menyisipkan waktu untuk berolahraga, menghabiskan waktu di luar, dan berkomunikasi dengan teman setiap hari. 

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Saat merasa cemas, bosan, dan depresi, terutama di saat krisis seperti ini, kehidupan tampak begitu suram dan tanpa harapan. Menemukan satu hal yang dapat disyukuri, entah itu diberkahi keluarga yang sehat, teman-teman yang mendukung, dan rezeki yang lancar memberikan kelapangan hati dan menjauhkan diri dari pikiran negatif.

Jika terjadi gangguan kesehatan pada orang tua maupun anggota keluarga lainnya, sebaiknya jangan buru-buru cemas. Segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganannya. Yuk, download aplikasi Halodoc agar sehat lebih tenang. 

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Mental health and psychosocial considerations during the COVID-19 outbreak  
Help Guide. Diakses pada 2020. Dealing with Depression During Coronavirus
Parents. Diakses pada 2020. Feeling More Anxious During the Pandemic? You're Not Alone, According to Polls
Childmind. Diakses pada 2020. Anxiety and Coping With the Coronavirus