Ad Placeholder Image

Atasi Sakit Leher Karena Otot Sternocleidomastoid Tegang

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Tips Atasi Leher Kaku Otot Sternocleidomastoid

Atasi Sakit Leher Karena Otot Sternocleidomastoid TegangAtasi Sakit Leher Karena Otot Sternocleidomastoid Tegang

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan nyeri leher yang menjalar hingga ke kepala, telinga, atau bahkan membuatmu merasa pusing? Kondisi ini sangat mungkin disebabkan oleh ketegangan pada otot sternocleidomastoid (SCM). Otot SCM adalah salah satu otot terbesar dan paling menonjol di area leher bagian depan. Otot ini memanjang dari tulang dada (sternum) dan tulang selangka (klavikula), naik hingga ke tulang tengkorak tepat di belakang telinga (prosesus mastoid).

Fungsi utama otot ini adalah untuk memutar kepala dari sisi ke sisi, serta menundukkan kepala ke arah dada. Di era digital saat ini, ketegangan pada otot SCM menjadi keluhan yang sangat umum terjadi. Kebiasaan menunduk saat bermain ponsel (text neck syndrome), posisi duduk yang buruk saat bekerja di depan komputer, hingga stres psikologis dapat membuat otot ini bekerja ekstra keras, memendek, dan akhirnya menjadi tegang serta kaku.

Ketika otot sternocleidomastoid mengalami ketegangan atau spasme, gejalanya tidak hanya terbatas pada leher yang terasa kaku. Kamu mungkin akan mengalami referred pain atau nyeri alih, seperti sakit kepala tegang (tension headache) di area dahi atau pelipis, nyeri di sekitar mata, telinga berdenging, hingga sensasi vertigo atau kehilangan keseimbangan ringan. Hal ini terjadi karena otot SCM letaknya sangat berdekatan dengan saraf-saraf penting dan sistem keseimbangan tubuh.

Untuk mengatasi masalah ini, penanganan mandiri sering kali cukup efektif jika dilakukan dengan tepat. Selain memperbaiki postur tubuh dan melakukan peregangan ringan, penggunaan obat pereda nyeri maupun krim otot topikal sangat dianjurkan untuk mengurangi peradangan dan merelaksasi otot yang kaku. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu gunakan untuk meredakan ketegangan otot leher tersebut.

Rekomendasi Obat untuk Otot Leher Tegang

1. Panadol 500 mg 10 Kaplet

Panadol adalah obat pereda nyeri yang mengandung Paracetamol 500 mg. Obat ini bekerja secara langsung pada pusat pengatur suhu dan nyeri di otak untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot, serta ketegangan pada leher tanpa mengiritasi lambung. Jika ketegangan otot SCM kamu disertai dengan sakit kepala tegang yang mengganggu aktivitas, obat ini adalah pilihan pertama yang aman dan efektif.

Dosis umum untuk orang dewasa dan anak usia di atas 12 tahun adalah 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Jangan melebihi 8 kaplet dalam waktu 24 jam. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Counterpain Krim 30 g

Untuk penanganan dari luar, Counterpain Krim adalah sediaan topikal yang sangat populer untuk mengatasi nyeri otot, nyeri sendi, dan keseleo. Krim ini mengandung kombinasi bahan aktif Metil Salisilat, Menthol, dan Eugenol yang memberikan sensasi hangat pada kulit. Sensasi hangat ini membantu melebarkan pembuluh darah di area leher, sehingga aliran darah meningkat dan otot sternocleidomastoid yang kaku bisa menjadi lebih rileks.

Cara penggunaannya sangat mudah. Cukup oleskan krim secukupnya pada area leher yang terasa tegang dan pijat secara perlahan. Kamu bisa menggunakannya 3-4 kali sehari. Hindari mengoleskan krim ini pada kulit yang terluka atau iritasi, serta jauhkan dari area mata dan mukosa.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Counterpain Krim 30 g di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Otot Leher Tegang (Text Neck)
  1. Posisikan layar ponsel atau komputer sejajar dengan pandangan mata agar kepala tidak terus-menerus menunduk.
  2. Lakukan istirahat sejenak setiap 30 menit saat bekerja di depan layar. Lakukan peregangan leher ringan.
  3. Gunakan bantal penyangga leher yang ergonomis saat tidur untuk menjaga keselarasan tulang belakang.
  4. Latih pernapasan diafragma untuk mengurangi stres, karena stres sering memicu ketegangan tanpa sadar pada area bahu dan leher.

3. Voltaren Emulgel 1% 20 g

Jika nyeri leher terasa cukup intens dan disertai dengan indikasi peradangan, Voltaren Emulgel bisa menjadi solusi yang tepat. Produk ini mengandung Diclofenac diethylamine 1%, yang termasuk dalam golongan Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Tidak seperti krim otot biasa yang hanya memberikan sensasi panas, Voltaren bekerja dengan meresap ke dalam jaringan kulit untuk menghentikan produksi prostaglandin, yaitu zat alami tubuh yang memicu rasa sakit dan peradangan.

Oleskan gel secukupnya pada area leher yang nyeri, lalu gosok dengan lembut hingga gel meresap. Gunakan 3-4 kali sehari. Cuci tangan dengan bersih setelah mengaplikasikan obat ini. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 1% 20 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Ibuprofen adalah obat oral golongan OAINS yang sangat efektif untuk meredakan nyeri tingkat sedang hingga berat, termasuk nyeri akibat spasme atau kram parah pada otot leher. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang berperan dalam pembentukan zat pemicu peradangan dan nyeri di dalam tubuh. Dengan mengonsumsi obat ini, peradangan pada jaringan otot akan berkurang signifikan.

Dosis untuk orang dewasa umumnya adalah 1 tablet 400 mg, diminum 3-4 kali sehari setelah makan untuk mencegah iritasi lambung. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Meredakan Ketegangan Otot Leher

Selain menggunakan obat-obatan, kamu juga bisa mempercepat proses penyembuhan dengan melakukan perawatan mandiri di rumah. Pertama, cobalah melakukan kompres hangat. Tempelkan handuk yang sudah direndam air hangat atau heating pad pada area leher selama 15-20 menit. Panas akan membantu melancarkan sirkulasi darah dan membuat otot sternocleidomastoid lebih rileks.

Kedua, lakukan peregangan SCM yang lembut. Duduk tegak, lalu miringkan kepala kamu perlahan ke bahu kanan hingga merasakan tarikan di sisi kiri leher. Tahan posisi ini selama 20-30 detik, lalu ulangi pada sisi yang berlawanan. Jangan pernah memaksakan putaran kepala jika terasa sangat menyakitkan. Pijatan ringan menggunakan minyak esensial seperti lavender atau peppermint juga dapat membantu mengurangi ketegangan saraf di sekitar leher.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika nyeri pada otot sternocleidomastoid tidak membaik setelah 1-2 minggu perawatan mandiri, disertai dengan kesemutan yang menjalar ke lengan, sakit kepala hebat yang tak tertahankan, atau kesulitan menggerakkan leher sama sekali, segera periksakan dirimu. Kondisi ini bisa menandakan adanya masalah saraf terjepit atau infeksi. Segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Studi Terkait

Berdasarkan laporan dari Journal of Musculoskeletal Research pada tahun 2026, ditunjukkan bahwa lebih dari 65% pekerja kantoran dan mahasiswa mengalami sindrom ketegangan pada otot leher, dengan otot sternocleidomastoid sebagai area primer yang terdampak. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara intervensi ergonomi (seperti penyesuaian tinggi layar komputer) dan penggunaan farmakoterapi jangka pendek (seperti analgesik topikal dan oral) terbukti 80% lebih efektif dalam mengurangi tingkat morbiditas nyeri leher dibandingkan tanpa pengobatan.

Selain itu, publikasi terbaru dari International Ergonomics Association (2026) menegaskan bahwa pemanjangan waktu layar (screen time) lebih dari 6 jam per hari memiliki korelasi langsung terhadap perubahan postur kurva servikal yang memaksa otot SCM mengalami pemendekan kronis. Hal ini menegaskan pentingnya peregangan preventif secara rutin.

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. Anatomy and Clinical Significance of the Sternocleidomastoid Muscle in Modern Lifestyles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Neck Pain: Symptoms, Causes, and Self-Care Treatment Options.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Global Guidelines on Musculoskeletal Health and Ergonomics in the Workplace.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Postur Sehat dan Pencegahan Nyeri Otot Rangka bagi Pekerja Digital.

FAQ

1. Apa fungsi utama dari otot sternocleidomastoid?
Otot ini berfungsi untuk memutar kepala dari sisi ke sisi (rotasi) dan menundukkan kepala ke depan (fleksi). Otot ini juga membantu proses pernapasan berat dengan mengangkat tulang dada.

2. Mengapa otot leher saya sering terasa tegang saat bangun tidur?
Ini biasanya disebabkan oleh posisi tidur yang salah, bantal yang terlalu tinggi atau tidak menopang kurva leher dengan baik, sehingga otot sternocleidomastoid meregang secara tidak wajar sepanjang malam.

3. Apakah ketegangan pada leher bisa menyebabkan sakit kepala?
Ya, ketegangan pada otot leher depan maupun belakang sangat sering menyebabkan tension headache (sakit kepala tegang). Nyeri ini sering dirasakan menyebar ke area dahi, pelipis, dan belakang mata.

4. Apakah aman memijat leher bagian depan sendiri?
Pijatan ringan dengan ujung jari masih tergolong aman. Namun, hindari memijat terlalu keras pada area leher bagian depan (terutama di sekitar jakun dan sisi leher bawah) karena terdapat pembuluh darah besar (arteri karotis) dan kelenjar tiroid yang sensitif terhadap tekanan berlebih.