• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas! Efek Samping Fatal Akibat Penyalahgunaan Tramadol

Awas! Efek Samping Fatal Akibat Penyalahgunaan Tramadol

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Obat-obatan jenis psikotropika sangat rentan disalahgunakan oleh kalangan mana saja, termasuk dari dunia hiburan. Baru-baru ini, polisi menangkap dan menetapkan Lucinta Luna sebagai tersangka atas penyalahgunaan obat terlarang berjenis tramadol. Pada polisi, Lucinta Luna mengaku sudah mengonsumsi obat tersebut selama 6 bulan belakangan. 

Lucinta Luna bersama tiga orang rekannya diamankan polisi karena kedapatan mengonsumsi narkoba. Saat ditangkap, polisi menemukan 3 butir narkoba jenis ekstasi serta obat-obatan psikotropika tramadol dan Riklona. Sejumlah media massa menyebut bahwa Lucinta Luna menggunakan obat-obatan tersebut untuk membantu tidur dan mengatasi depresi. Benarkah hal ini bisa membantu? Simak faktanya di bawah ini.

Baca juga: Mengapa Pecandu Napza Bisa Alami Penurunan Kesadaran?

Bahaya Penyalahgunaan Obat 

Sebenarnya, tramadol adalah obat yang berperan untuk meredakan rasa sakit. Obat ini sering digunakan untuk menghilangan rasa sakit atau nyeri setelah prosedur operasi. Kendati demikian, Tramadol sebenarnya tidak boleh digunakan sembarangan apalagi tanpa ada persetujuan dari dokter dan keluhan penyakit yang jelas. Bukannya bermanfaat, penyalahgunaan jenis obat ini malah bisa memicu efek samping yang fatal. 

Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi nyeri pada orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun. Dalam menghilangkan rasa sakit, tramadol bekerja dengan cara memengaruhi reaksi kimia di dalam otak yang berperan dalam mengontrol rasa nyeri. Tramadol disebut mirip dengan zat endorfin yang ada di otak. Melalui proses tersebut, tramadol memicu mengurangi sensasi rasa sakit. 

Pada otak manusia, endorfin berkaitan dengan reseptor, yaitu bagian sel yang menerima zat tertentu. Kemudian, reseptor akan mengaburkan rasa sakit yang dikirim tubuh ke otak. Dengan begitu, otak tidak akan lagi mengenali rasa sakit dan berpikir bahwa nyeri sudah jauh berkurang. Tramadol termasuk dalam kelas obat opioid (narkotika), maka penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

Baca juga: Enggak Hanya Bikin Ketagihan, Ini 4 Bahaya Narkoba

Tramadol seharusnya hanya digunakan pada saat gejala nyeri mulai muncul dan  mengganggu. Penggunaan jangka panjang bisa memicu munculnya efek samping, bahkan bisa membahayakan nyawa. Berlebihan dalam mengonsumsi obat ini pun bisa memicu terjadinya ketergantungan obat yang pada akhirnya akan memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Ada beberapa gejala dan efek samping yang bisa muncul akibat penyalahgunaan obat tramadol. Sembarangan mengonsumsi obat ini bisa memicu terjadinya pusing, sakit kepala, mudah  mengantuk, serta mual dan muntah. Obat psikotropika ini juga bisa menyebabkan seseorang mengalami konstipasi, mulut kering, tubuh selalu merasa lelah dan energi menurun, serta keluar keringat berlebih. 

Pada kondisi yang  lebih parah, konsumsi tramadol juga bisa menyebabkan efek samping yang lebih fatal. Risiko muncul efek samping serius menjadi lebih tinggi jika obat ini dikonsumsi oleh anak-anak. Efek samping serius yang bisa muncul adalah halusinasi, gelisah, jantung berdebar cepat dan tidak beraturan, hingga sesak napas, bahkan henti napas.

Konsumsi obat ini bisa menyebabkan ketergantungan. Efek samping berkaitan dengan sistem pernapasan juga mungkin muncul. Pada kondisi yang serius, tramadol bisa menyebabkan naiknya tekanan darah, penurunan denyut nadi dan napas, kesulitan bernapas, hingga napas menjadi melambat sampai akhirnya berhenti. 

Baca juga: Selain Kerusakan Sel, Apa Saja Bahaya Narkoba?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter asli melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Tramadol, Oral Tablet.
NHS UK. Diakses pada 2020. Tramadol.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Tramadol (Oral Route).