Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Penurunan Kesadaran

pertolongan-pertama-pada-orang-yang-alami-penurunan-kesadaran-halodoc

Halodoc, Jakarta – Penurunan kesadaran atau pingsan yang terjadi pada seseorang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini terjadi ketika seseorang seketika tidak sadar, karena otak kekurangan pasokan darah. Pertolongan pertama yang tepat sangat dibutuhkan untuk orang dengan kondisi ini.

Pertolongan pertama pada orang yang mengalami penurunan kesadaran harus dilakukan dengan cermat. Jika tidak, kondisi ini bisa berujung fatal, karena terkadang pingsan bisa disebabkan gangguan yang bersifat serius.

Baca juga: Ini yang Terjadi Saat Tubuh Pingsan

Penurunan kesadaran bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicu, mulai dari kondisi kesehatan, hingga kondisi di sekitar, misalnya akibat berdesakan di bus, kelelahan, hingga belum makan atau dehidrasi.

Pingsan atau penurunan kesadaran harus dianggap sebagai kondisi darurat, sehingga sangat penting mengetahui apa saja pertolongan pertama yang dibutuhkan. Kondisi ini sering ditandai dengan gejala, seperti nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, kulit dan bibir pucat atau biru, kesulitan bernapas, serta tampak kebingungan.

Sebenarnya, pertolongan pertama yang dilakukan pada kondisi ini tergantung pada penyebabnya. Meski begitu, ada cara pertolongan umum yang bisa dilakukan saat seseorang mengalami penurunan kesadaran. Berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan sebagai pertolongan pertama pada orang yang mengalami penurunan kesadaran.

Baca juga:  Begini Cara yang Tepat Menolong Orang Pingsan

  • Pastikan orang yang mengalami pingsan ada pada posisi telentang. Kemudian, angkat kaki orang tersebut lebih tinggi sekitar 30 sentimeter dari jantung. Ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke arah otak. Jika seseorang pingsan dalam keadaan duduk, segera pindahkan posisinya menjadi berbaring.
  • Longgarkan pakaian dan aksesoris yang digunakan. Hal itu juga bisa membantu melancarkan aliran darah dan oksigen di dalam tubuh, sehingga merangsang kesadaran kembali. Jika pingsan terjadi karena udara panas, pastikan orang tersebut mendapat udara atau angin untuk menghindari kondisi semakin parah.
  • Periksa saluran pernapasan. Ini penting untuk memastikan bahwa saluran pernapasannya bebas dari gangguan. Jika tidak ada gangguan, kamu bisa mencoba untuk melakukan pernapasan buatan sampai orang tersebut memberi respon.
  • Tepuk bagian tubuh. Kamu bisa mencoba untuk membangunkan orang tersebut dengan menepuk atau mengguncang tubuhnya. Atau, cobalah berteriak memanggil nama orang yang mengalami pingsan. Cara pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah menggulingkan tubuhnya ke samping, sambil memeriksa pernapasan dan denyut nadi orang tersebut.
  • Hubungi dokter atau bantuan medis. Tujuannya untuk meminta bantuan atau saran terkait pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Segera bawa ke rumah sakit jika orang yang pingsan mengalami luka atau bengkak, terutama yang terjadi karena jatuh saat pingsan. Secara perlahan, cobalah untuk menekan bagian tubuh yang mengalami perdarahan. Tekanan halus yang diberikan bertujuan untuk mengontrol perdarahan yang terjadi.

Jika pertolongan pertama yang dilakukan berhasil dan orang pingsan tersebut kembali sadar, segera beri jus buah. Cara ini bertujuan untuk membantu mengembalikan energi orang tersebut, terutama jika pingsan karena belum makan hingga lebih dari 6 jam, atau pengidap diabetes. Orang yang bangun setelah pingsan disarankan tidak terlalu cepat berdiri. Sebaiknya dudukkan atau baringkan terlebih dahulu agar pingsan tidak terulang.

Baca juga: Wanita Lebih Sering Pingsan Ketimbang Pria, Benarkah?

Atau kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk meminta saran dan bantuan dari dokter terkait penanganan orang pingsan. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!