• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru

Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 Desember 2021
Awas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker ParuAwas, Sering Batuk Darah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru

“Batuk berdarah atau hemoptisis tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kondisi ini bisa jadi tanda munculnya masalah kesehatan yang lebih serius dan membahayakan nyawa, salah satunya adalah kanker paru.”

Halodoc, Jakarta - Layaknya penyakit kanker lainnya, kanker paru menunjukkan adanya pertumbuhan sel abnormal pada organ paru-paru. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak hal, kebiasaan buruk merokok merupakan salah satu faktor penyebab yang paling sering ditemui. Tak heran jika perokok aktif lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan ini. 

Meski begitu, jangan abaikan paparan asap rokok meski kamu tidak merokok. Pasalnya, paparan asap rokok yang masuk ke saluran pernapasan kamu akan membuat kamu turut menjadi perokok pasif. Sayangnya, perokok pasif pun memiliki risiko mengidap kanker paru yang sama tingginya dengan orang yang aktif merokok.

Selain kebiasaan buruk merokok, beberapa hal lain yang turut meningkatkan risiko terjadinya kanker paru pada seseorang, yaitu: 

  • Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis serupa.
  • Sering terkena paparan polusi udara.
  • Tinggal atau bekerja di kawasan dengan paparan kimia yang tinggi. 
  • Pernah menjalani pengobatan dengan radioterapi.

Batuk Darah Jadi Salah Satu Gejala Kanker Paru

Jika kamu mengalami batuk darah, apalagi cukup sering, sebaiknya kamu tidak menganggap sepele. Pasalnya, batuk darah bisa menjadi salah satu gejala dari kanker paru, dan pastinya hal ini menjadi kondisi yang serius dan berbahaya. 

Ketika kamu mengalami batuk darah, umumnya darah akan keluar dari tubuh bersama dengan dahak. Kondisi ini terjadi karena munculnya masalah pada saluran pernapasan, misalnya ada kerusakan pada organ tertentu pada bagian pernapasan. Bahkan, batuk darah bisa dikatakan bukan menjadi tanda awal kanker paru, melainkan tanda bahwa sel kanker telah menyerang bagian atau organ tubuh lainnya. 

Biasanya, batuk darah yang menyebabkan kanker paru bisa muncul dengan berbagai kondisi lainnya. Kamu mungkin akan mengalami batuk kronis, sesak napas, mengi, nyeri pada bagian dada ketika bernapas, berat badan menurun, tubuh mudah lelah, hingga terserang infeksi pada saluran pernapasan berulang kali. 

Pilihan Pengobatan Kanker Paru

Banyak pilihan pengobatan untuk kanker paru yang tersedia. Namun, biasanya, setiap jenis pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pengidap secara keseluruhan, termasuk kesehatan fisik, usia, jenis kanker, hingga lokasi sel kanker berada. Pilihan pengobatannya, antara lain: 

  • Operasi

Operasi bisa dilakukan ketika kanker paru masih berada pada stadium awal, baik stadium 1 maupun 2. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat sel kanker pada bagian paru-paru yang terdampak. Tak hanya itu, operasi juga dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya. 

  • Kemoterapi

Jika sudah memasuki stadium lanjut, pengobatan kemoterapi biasanya dianjurkan untuk membantu membunuh sel kanker. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan obat kimia, bisa juga dilakukan sebelum pengidap melakukan tindakan operasi. Tujuannya tentu agar ukuran sel kanker menyusut sehingga lebih mudah diangkat. 

  • Radioterapi

Prosedur pengobatan selanjutnya adalah radioterapi, dilakukan dengan menggunakan energi berkekuatan sangat tinggi untuk menghilangkan sel kanker. Tak hanya itu, radioterapi juga bisa membantu meringankan rasa nyeri dan tidak nyaman yang muncul saat kanker paru telah berkembang menjadi stadium lanjut. 

  • Terapi Target

Terakhir adalah terapi target, dilakukan apabila pengobatan kemoterapi maupun radioterapi tidak mampu memberikan hasil yang maksimal. Terapi target memang lebih sering direkomendasikan untuk pengidap kanker paru stadium lanjut. 

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Tentu tidak merokok dan sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok dan paparan polusi udara lainnya. Pakai selalu masker apabila kamu harus beraktivitas di luar rumah. Terapkan pola hidup dan pola makan sehat, istirahat cukup, dan kurang stres. 

Tak lupa, konsumsi vitamin apabila memang dibutuhkan. Kamu bisa memesan vitamin atau obat melalui aplikasi Halodoc dengan memilih fitur pharmacy delivery. Jadi, supaya akses kesehatan lebih mudah, segera download aplikasi Halodoc di ponsel kamu, ya!


Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Lung Cancer.
Lung Cancer. Diakses pada 2021. Symptoms - Coughing Up Blood.
UCLA Health. Diakses pada 2021. Coughing Up Blood.