• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Membedakan Rematik dan Asam Urat?

Bagaimana Cara Membedakan Rematik dan Asam Urat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing dengan penyakit asam urat dan rematik? Rematik adalah penyakit yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot atau sendi sehingga menimbulkan rasa sakit.

Sementara itu, asam urat gout ini sejenis penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah. Nah, kedua penyakit ini sama-sama menyebabkan masalah pada sendi sehingga menimbulkan rasa nyeri. Lantas, apa perbedaan rematik dan asam urat? 

Keluhan Berdasarkan Jenisnya

Rematik terdiri dari beragam jenis dan bisa menyerang persendian mana pun dalam tubuh. Nah, dari banyaknya jenis rematik, rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis yang paling umum terjadi. Rematik jenis ini merupakan peradangan sendi akibat sistem imun yang keliru menyerang jaringannya sendiri. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Rematik di Usia Muda

Jangan main-main dengan rheumatoid arthritis, alasannya peradangan ini bisa menghancurkan jaringan persendian dan bentuk tulang. Nah, efek ini yang membatasi aktivitas keseharian. Misalnya, jadi sulit berjalan dan menggunakan tangan. 

Meski kaki dan tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering terserang rheumatoid arthritis, tapi penyakit ini bisa menjangkiti tubuh bagian lainnya. Contohnya, mata, paru-paru, pembuluh darah, dan kulit. 

Lalu, seperti apa sih gejala rheumatoid arthritis? 

  • Rasa sakit

Nyeri sendi yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis biasanya berupa nyeri yang berdenyut-denyut dan nyeri. Kondisi ini umumnya makin memburuk di pagi hari dan setelah periode tidak aktif.

  • Kekakuan

Sendi yang terdampak rheumatoid arthritis bisa terasa kaku. Misalnya jika tangan yang terpengaruh, mungkin kita tidak dapat sepenuhnya menekuk jari atau mengepalkan tangan. Seperti nyeri sendi, kekakuan sering memburuk di pagi hari atau setelah periode tidak aktif.

Kekakuan sendi pada pagi hari umumnya dikaitkan dengan jenis radang sendi lain, yaitu osteoarthritis (jenis rematik lain). Kondisi ini biasanya hilang dalam waktu 30 menit setelah bangun. Namun, kekakuan di pagi hari pada rheumatoid arthritis sering berlangsung lebih lama. 

  • Bengkak, hangat dan kemerahan

Lapisan sendi yang terserang rheumatoid arthritis bisa meradang, sehingga menyebabkan persendian membengkak, dan menjadi panas serta lembut saat disentuh. Pada beberapa orang, pembengkakan keras yang disebut rheumatoid nodules juga dapat terjadi di bawah kulit di sekitar sendi yang terdampak. Selain gejala-gejala di atas, dalam beberapa kasus rheumatoid arthritis biasanya mempengaruhi sendi secara simetris (kedua sisi tubuh pada saat yang sama dan pada tingkat yang sama). 

Gejala Asam Urat 

Seperti penjelasan di atas, penyakit ini disebabkan gegara kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh. Dalam keadaan normal asam urat yang terlalu tinggi biasanya akan larut dalam darah dan kelar melalui urine. 

Pada kondisi tertentu, tubuh dapat menghasilkan asam ini dalam jumlah berlebih, atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat. Alhasil, asam urat akan menumpuk dalam tubuh. Nah, kondisi ini yang memicu nyeri dan bengkak pada sendi-sendi tubuh.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Asam Urat di Usia Muda

Mau tahu apa saja gejala asam urat yang umumnya dialami pengidapnya? 

  • Pada kebanyakan kasus, hanya satu atau beberapa sendi yang terpengaruh, seperti jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Terkadang banyak persendian menjadi bengkak dan nyeri.
  • Rasa sakit mulai secara tiba-tiba, sering kali terjadi pada malam hari. Nyerinya bisa menjadi parah, seperti berdenyut, terasa remuk, atau menyiksa.
  • Sendi tampak merah dan terasa hangat, atau lembut dan membengkak.
  • Demam (tidak selalu).
  • Serangan pada sendi ini dapat hilang dalam beberapa hari, tetapi dapat kembali lagi dari waktu ke waktu. Serangan berikutnya sering kali bertahan lebih lama.

Hal yang perlu ditegaskan, penyakit gout yang dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan komplikasi. Misalnya asam urat kronis, batu ginjal, endapan di ginjal yang menyebabkan gagal ginjal kronis, hingga meningkatnya risiko penyakit ginjal.

Nah, bagi kamu yang mengalami masalah sendi, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nantinya dokter akan melakukan berbagai pemeriksan penunjang untuk menentukan penyebab masalah sendi. 

Baca juga: Bikin Nyeri Sendi, Begini Tips Mengobati Asam Urat 

Kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gout
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Rheumatoid arthritis
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Osteoarthritis.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020.
Gout