• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Merawat Pengidap Tifus di Rumah?

Bagaimana Cara Merawat Pengidap Tifus di Rumah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella typhi. Bakteri dapat masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut. Tidak hanya itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu penularan tifus. Mulai dari kurang menjaga kebersihan tangan, hingga tinggal di tengah lingkungan yang padat dengan sanitasi yang buruk.

Baca juga: Sering Jajan Sembarangan Bisa Bikin Sakit Tipes

Tifus dapat menyebabkan pengidapnya mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh yang menjadi lebih lemah. Gejala yang masih terbilang ringan, nyatanya dapat diatasi dengan pemberian obat antibiotik dan melakukan perawatan yang tepat selama di rumah. Berikut ini cara merawat yang bisa dilakukan bagi pengidap tifus di rumah.

1.Hindari Makanan Pedas

Penyakit tifus terjadi akibat paparan bakteri Salmonella typhi dalam tubuh. Saat masuk ke dalam tubuh, bakteri ini akan menetap dan berkembang biak pada saluran pencernaan, khususnya pada usus sehingga dapat mengakibatkan infeksi atau peradangan pada bagian tersebut.

Melansir Medlife, makanan pedas memang menjadi salah satu jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap tifus. Hal ini disebabkan makanan yang pedas atau memiliki citarasa yang sangat kuat dapat meningkatkan risiko peradangan atau iritasi yang semakin parah pada bagian saluran cerna.

2.Konsumsi Makanan Tinggi Kalori dan Protein

Pengidap tifus dianjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat tinggi. Protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak dalam tubuh. Selain itu, protein dapat membantu pengidap untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ada beberapa jenis makanan yang aman dikonsumsi oleh pengidap tifus, seperti dada ayam, telur, ikan, tahu, dan juga tempe.

Selain itu, makanan dengan kalori tinggi menjadi makanan yang aman dikonsumsi oleh pengidap tifus. Makanan ini dapat digunakan oleh pengidap tifus untuk menambah tenaga dan energi selama masa proses pemulihan.

Baca juga: 5 Cara Merawat Diri saat Tipes

3.Pastikan Kamu Beristirahat dengan Baik

Saat kamu menjalani perawatan rumah untuk mengatasi penyakit tifus, sebaiknya pastikan kamu beristirahat total atau bed rest. Selain dapat membantu kamu memulihkan kondisi secara optimal, dengan beristirahat di rumah kamu juga dapat menghentikan penularan penyakit tifus.

Pastikan kamu menghindari tempat bekerja atau sekolah untuk sementara. Banyak orang yang kembali ke tempat bekerja atau sekolah saat kondisi kesehatan menjadi lebih baik. Padahal, kondisi ini belum menandakan bahwa bakteri dalam tubuh telah hilang. Kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan untuk memastikan bakteri telah hilang dari dalam tubuh. Dengan begitu, kamu dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

4.Konsumsi Obat Secara Rutin

Tifus dengan gejala yang ringan dapat diatasi dengan pengobatan di rumah. Biasanya, pengobatan dengan antibiotik diperlukan selama 1–2 minggu. Sebaiknya jangan hentikan penggunaan antibiotik sampai obat benar-benar habis. Hal ini dilakukan untuk memastikan bakteri Salmonella typhi benar-benar hilang dari dalam tubuh.

5.Penuhi Kebutuhan Cairan

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan selama melakukan perawatan di rumah. Demam yang dialami pengidap tifus dapat menyebabkan dehidrasi. Untuk itu, memenuhi kebutuhan cairan sangat penting agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

6.Jaga Kebersihan Tubuh dan Tangan

Cara terakhir yang perlu kamu lakukan adalah menjaga kebersihan tubuh dan tangan. Hal ini untuk menghindari penyebaran dan penularan bakteri Salmonella typhi pada anggota keluarga yang lain.

Baca juga: Waspada, Sibuk Bekerja Bisa Alami Gejala Tifus

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat pengidap tifus di rumah. Segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika gejala tifus yang kamu alami semakin memburuk. Mulai dari demam yang tidak kunjung reda, muntah, diare, hingga pembengkakan pada perut.

Referensi:
Medlife. Diakses pada 2020. Foods for Typhoid: What to Eat and What to Avoid.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.