• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Tifus Harus Beristirahat Total

Alasan Pengidap Tifus Harus Beristirahat Total

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tifus atau demam tifoid adalah penyakit akut yang berhubungan dengan demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (S. typhi). Bakteri tersebut biasanya berada dalam air atau makanan yang terkontaminasi, yang kemudian menyebar ke orang yang menyentuhnya. 

Kamu mungkin perlu menjalani tes darah atau biopsi kulit untuk memeriksa apakah gejala yang kamu alami berkaitan dengan tifus. Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. Orang dengan penyakit tifus yang parah mungkin perlu dirawat di rumah sakit agar bisa beristirahat total. 

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

Mengapa Pengidap Tifus Harus Beristirahat Total?

Pengidap tifus biasanya mengalami beberapa gejala yang terjadi alam 7 hingga 21 hari sejak bakteri Salmonella typhi berada dalam tubuh. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan pengidap tifus mengalami demam yang cukup tinggi. Demam yang disebabkan oleh penyakit tifus biasanya mengalami kondisi yang lebih parah pada malam hari. 

Selain demam, pengidap tifus akan mengalami nyeri otot, sakit kepala, kelelahan terus-menerus, dan tubuh yang menjadi lemas. Gangguan pencernaan juga menyebabkan pengidap tifus mengalami penurunan nafsu makan, yang akhirnya berakibat pada penurunan berat badan. 

Kondisi ini memerlukan penanganan yang baik dan tepat. Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik biasanya dilakukan di rumah sakit untuk memastikan bakteri penyebab tifus dapat diatasi dengan baik. Di samping itu, pengobatan di rumah juga bisa dilakukan asalkan dapat memastikan kebersihan lingkungan dan benar-benar beristirahat total. 

Mengapa pengidap tifus membutuhkan istirahat total? Penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi lagi atau kambuh meskipun tubuh pengidap sudah merasa membaik atau lebih sehat. Melansir National Health Service UK, pengidap tifus dapat beraktivitas kembali setelah melakukan tes dan dapat dipastikan bakteri penyebab tifus sudah hilang dari dalam tubuh.

Baca juga: Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Bahaya Jika Pengidap Tifus Tidak Beristirahat Total

Meski istirahat total sangat dibutuhkan pengidap tifus, masih ada orang yang menyepelekan penyakit ini dan tetap beraktivitas seperti biasa. Padahal, ini bisa mengakibatkan penyakit menjadi lebih parah. Bahkan beberapa komplikasi harus dihadapi jika nekat tetap bekerja saat tifus, seperti:

  • Sepsis

Ini adalah penyakit peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi kuman. Jika kuman masuk ke dalam aliran darah dan bisa menyebar ke seluruh organ tubuh, maka dapat mengancam jiwa seseorang. 

  • Ensefalopati (Kejang otak)

Ensefalopati adalah kerusakan dan kelainan akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang sistem saraf di tubuh. Kondisi ini rentan membuat pengidap tifus mengalami kejang berulang. 

  • Dinding Usus Terluka

Pengidap tifus yang tidak istirahat total sehingga tidak cukup istirahat sangat rentan mengalami luka pada dinding usus. Kondisi ini menyebabkan robekan dalam usus. Jika dinding usus robek dan terluka, maka dapat menyebabkan keadaan gawat peritonitis, yaitu infeksi pada selaput pembungkus perut.  

  • Penurunan Kesadaran

Pengidap tifus yang mengalami penurunan kesadaran bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk saat kondisi tifus semakin parah akibat tidak cukup istirahat. Jika sudah begitu, pengidap bisa mengalami koma (tidak sadarkan diri). 

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

Jadi, istirahat total atau bed rest sangat diperlukan oleh pengidap penyakit tifus. Jika pengidap tetap nekat beraktivitas seperti biasa, maka dikhawatirkan pembasmian bakteri tidak tuntas dan rentan mengalami infeksi berulang yang dapat membuat tifus kambuh. 

Jadi, itulah alasan pengidap tifus harus beristirahat total. Jika kamu mengalami gejala yang dicurigai penyakit tifus, sebaiknya segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Typhus
WebMD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Typhoid Fever
World Health Organization. Diakses pada 2020. Typhoid