• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Siklotimia Ditangani?

Bagaimana Cara Siklotimia Ditangani?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Punya gejala yang mirip dengan gangguan bipolar, siklotimia adalah gangguan suasana hati, yang ditandai dengan naik turunnya emosi, dari sangat gembira (hipomania) ke depresi. Pada kebanyakan kasus, siklotimia sering tidak disadari pengidapnya, karena perubahan suasana hati yang terjadi biasanya tidak terlalu berat dan ekstrem, sehingga penanganan tidak dilakukan. 

Padahal, sama seperti gangguan kesehatan mental lainnya, siklotimia yang tidak ditangani juga dapat mengganggu aktivitas pengidapnya. Tidak menutup kemungkinan juga kondisi ini bisa memburuk. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala siklotimia dan meminta bantuan ahli, agar penanganan bisa dilakukan. 

Baca juga: Deteksi Lebih Dini Gangguan Mental Skizofrenia

Penanganan untuk Siklotimia

Sebenarnya, siklotimia adalah gangguan kesehatan mental yang bersifat kronis. Artinya, penyakit ini akan tetap diidap seseorang seumur hidupnya, tanpa bisa disembuhkan total. Namun, gejala siklotimia bisa dikelola dan ditangani, agar tidak berkembang menjadi gangguan bipolar, versi lebih ekstrem yang rentan melibatkan pengidapnya dalam kondisi berbahaya seperti penyalahgunaan obat atau bunuh diri.  

Penanganan untuk siklotimia biasanya dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan terapi. Untuk obat-obatan, dokter biasanya meresepkan beberapa obat berikut untuk meredakan gejala:

  • Obat lithium untuk mengendalikan suasana hati tetap stabil.
  • Obat antidepresan.
  • Obat antikecemasan.
  • Obat antikejang.
  • Obat antipsikotik atopikal.

Untuk terapi penanganan siklotimia, biasanya dokter menyarankan terapi kesehatan dan kognitif. Terapi kesehatan dalam hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi gejala, sedangkan terapi kognitif bertujuan untuk mencegah pemburukan kondisi dan membuat perilaku pengidap lebih sehat dan positif. 

Baca juga: Lebaran dan Holiday Blues, Ini 4 Cara Menghadapinya

Bagaimana Gejala Siklotimia?

Seperti dijelaskan di awal, gejala siklotimia memang mirip seperti gangguan bipolar, yaitu gangguan perubahan suasana hati. Namun, intensitas gejala yang dialami pengidap siklotimia lebih rendah dan tidak seekstrem gangguan bipolar.

Meski relatif ringan, bukan berarti gejala siklotimia bisa disepelekan, lho. Jika tidak ditangani, siklotimia bisa berkembang menjadi gangguan bipolar. Oleh karena itu, jangan sepelekan gangguan perubahan suasana hati, dari gembira ke sedih, yang mungkin dialami. 

Umumnya, siklotimia ditandai dengan periode depresi yang terjadi berminggu-minggu, lalu berganti menjadi periode gembira (hipomania) selama beberapa hari. Lebih jelasnya, berikut gejala siklotimia yang perlu dikenali:

  • Gejala depresi: mudah marah, agresif, mudah lelah, nafsu makan berubah, mengalami gangguan tidur, hasrat seksual menurun, mudah putus asa, sulit konsentrasi, mudah lupa, dan kesepian.
  • Gejala hipomania: jadi lebih sering mengeluarkan pendapat, gelisah, sembrono, mudah cemas, terlalu bersemangat dan tidak mudah lelah, serta berbicara sangat cepat.

Gejala-gejala tersebut bisa terjadi secara terpisah maupun bersamaan. Jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala siklotimia seperti yang sudah disebutkan tadi, jangan anggap sepele, ya. Sebaiknya, download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan psikolog lewat chat atau di rumah sakit, dengan terlebih dahulu membuat janji. 

Baca juga: Percaya Diri Berlebihan Ternyata Berbahaya, Ini Dampaknya

Dukungan dari keluarga dan orang terdekat dan semakin cepat siklotimia ditangani, akan membuat gejalanya terkelola dengan baik. Hal ini tentunya bisa meningkatkan kualitas hidup pengidap dan mencegah terjadinya bipolar atau gangguan kesehatan mental lainnya sebagai komplikasi. 

Perlu diketahui juga bahwa siklotimia hingga saat ini belum bisa diketahui pasti penyebabnya. Gangguan ini bisa terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, termasuk faktor genetik atau riwayat keluarga yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental sebelumnya. Namun, pada beberapa kasus, siklotimia juga bisa terjadi akibat pengalaman peristiwa traumatis di masa lalu. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Cyclothymia.
WebMD. Diakses pada 2020. Cyclothymia (Cyclothymic Disorder).