• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Mendeteksi Infeksi Cacing Kremi pada Tubuh?

Bagaimana Mendeteksi Infeksi Cacing Kremi pada Tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Si Kecil suka menggaruk anus karena merasa gatal, terutama di malam hari? Hati-hati, bisa jadi ia terinfeksi cacing kremi. Ada baiknya ibu segera membawa Si Kecil ke dokter, karena ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan dokter untuk mendeteksi cacing kremi.

Infeksi cacing kremi adalah penyakit usus yang umum terjadi pada anak usia sekolah dasar. Cacing kremi adalah cacing yang kecil, tipis, berbentuk pin yang terkadang hidup di usus besar dan rektum manusia. Panjangnya sekitar seperempat hingga satu setengah inci. 

Baca juga: Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Menginfeksi Tubuh Manusia

Saat orang yang terinfeksi tertidur, cacing kremi betina akan meninggalkan usus melalui anus dan menyimpan ribuan telur di lipatan kulit yang mengelilingi anus. Itulah mengapa beberapa orang yang terinfeksi cacing kremi mengalami gatal-gatal di anus dan menjadi gelisah saat tidur.

Penyebab Infeksi Cacing Kremi

Ibu atau Si Kecil bisa terinfeksi cacing kremi bila secara tidak sengaja menelan atau menghirup telur cacing kremi. Telur cacing kremi yang sangat kecil (mikroskopis) bisa ditemukan pada makanan atau minuman tanpa disadari. Telur bisa hidup di permukaan seperti pakaian, tempat tidur, atau benda lain. Bila ibu atau Si Kecil memegang salah satu dari benda tersebut, dan memasukkan jari ke dalam mulut, maka telur bisa tertelan.

Sekitar sebulan kemudian, telur akan menetas di usus dan tumbuh menjadi cacing dewasa. Cacing kremi betina akan pindah ke area anus untuk bertelur, kemudian menyebabkan anus menjadi gatal.

Bila ibu atau Si Kecil yang terinfeksi menggaruk area tersebut, telur akan menempel di jari dan masuk ke bawah kuku. Jika ibu atau Si Kecil yang terinfeksi menyentuh permukaan atau benda lain, hal itu dapat menyebarkan cacing.

Baca juga: Ajarkan Si Kecil Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Cacing Kremi

Kenali Gejala yang Muncul

Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing kremi tidak mengalami gejala. Bila menimbulkan gejala, maka gejala infeksi cacing kremi biasanya meliputi:

  • Rasa gatal pada anus, terutama di malam hari.
  • Tidur menjadi gelisah karena rasa gatal tersebut.
  • Miss V terasa gatal, bila cacing dewasa pindah ke miss V
  • Mudah tersingung.
  • Sakit perut yang muncul dan hilang.

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter bila ibu atau Si Kecil mengalami gatal yang parah di anus, terutama pada malam hari. Sekarang, ibu juga bisa langsung berobat tanpa perlu antre dengan buat janji di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc.

Cara Mendeteksi Infeksi Cacing Kremi

Dokter bisa mendeteksi keberadaan cacing kremi dengan mengidentifikasi cacing atau telurnya. Ibu bisa membantu dokter membuat diagnosis dengan cara melakukan tes menggunakan plester khusus.

Ibu atau Si Kecil yang dicurigai terkena cacing kremi akan diminta menempelkan plester tersebut pada kulit di sekitar anus di pagi hari, segera setelah bangun tidur dan sebelum mandi. Cara ini bertujuan agar telur cacing yang berada di anus dapat menempel di selotip.

Tes ini sebaiknya dilakukan selama tiga hari berturut-turut untuk mendapatkan hasil terbaik. Kemudian, bawalah potongan plester ke dokter, agar ia dapat memeriksanya di bawah mikroskop untuk menentukan jenis telur tersebut. Bila telur cacing kremi terdeteksi, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan gejala dan kondisi tubuh. 

Baca juga: Terkena Cacing Kremi, Inilah Pengobatan yang Bisa dilakukan

Itulah penjelasan mengenai cara mendeteksi cacing kremi pada tubuh. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga agar bisa mendapatkan solusi kesehatan terlengkap kapan dan di mana saja ibu dan keluarga membutuhkan.



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Pinworm Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pinworm Infection.