Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Cacing Kremi

Cacing kremi adalah jenis cacing yang bersifat parasit dan menyerang atau menjangkiti usus besar manusia. Parasit ini memiliki karakteristik fisik yang sekilas terlihat seperti benang dan berwarna putih. Cacing kremi memiliki nama latin Enterobius vermicularis, dan memiliki rata-rata panhang tubuh 513 milimeter. Selain itu, parasit ini bisa dilihat pada tinja (feses)  atau sekitar lubang anus si pengidap cacing kremi. Karena cacing ini menaruh telur-telurnya pada lipatan di sekeliling anus saat pengidap tertidur.

Umumnya, infeksi yang ditimbulkan oleh cacing kremi tidak akan menimbulkan kondisi medis yang serius. Tetapi, cacing kremi bisa naik ke area anal menuju ke vagina, uterus, tuba falopi, dan sekitar organ pada pinggul. Meskipun jarang terjadi, komplikasi seperti peradangan lapisan dinding dalam uterus (endometris) dan peradangan vagina (vaginitis) mengancam si pengidap.

Baca juga: 3 Jenis Parasit Cacing yang Hidup dalam Tubuh Manusia

 

Faktor Risiko Cacing Kremi

Ada banyak faktor risiko untuk cacing kremi, yaitu:

  • Usia: cacing kremi umumnya terjadi pada anak-anak berusia 5-14 tahun;

  • Tinggal di tempat yang padat; dan

  • Tinggal di daerah beriklim tropis.

 

Penyebab Cacing Kremi

Seseorang bisa terjangkit parasit cacing kremi jika menelan telur dari cacing kremi. Bahkan, telur tersebut bisa tertelan setelah terhirup lebih dahulu. Ketika bertelur, seekor cacing kremi betina bisa meletakan ribuan telur di sekitar vagina atau anus. Saat proses bertelur, rasa gatal yang diderita oleh pengidap disebabkan karena cacing kremi betina mengeluarkan lendir yang menyebabkan rasa gatal. Rasa gatal akan memancing pengidap untuk menggaruk atau mengelap anus atau vagina. Saat menggaruk atau mengelap itulah, telur-telur cacing bisa menempel pada ujung jari atau di bawah kuku pengidap.

Telur cacing kremi bisa bertahan hidup selama dua minggu. Telur-telur cacing kremi pada tangan pengidap bisa berpindah pada benda apa pun yang disentuhnya seperti:

  • Sprei dan sarung bantal;

  • Handuk;

  • Mainan anak;

  • Peralatan dapur;

  • Sikat gigi;

  • Perabotan rumah; dan

  • Permukaan dapur atau kamar mandi.

Cacing kremi kebanyakan diidap oleh anak-anak karena masih belum bisa menjaga kebersihan tangannya dengan baik. Selain anak-anak, seseorang yang sering melakukan kontak langsung dengan pengidap cacing kremi dan yang hidup di lingkungan padat penduduk juga berisiko lebih tinggi untuk

 

Gejala Cacing Kremi

Umumnya, gejala yang paling sering terjadi pada pengidap adalah rasa gatal di sekitar anus dan vagina di malam hari. Penyebab utama rasa gatal ini disebabkan oleh aktivitas cacing kremi saat menaruh telur-telurnya. Jika infeksi parah sudah terjadi, berikut ini adalah beberapa gejala yang biasanya dirasakan pengidap:

  • Sering mengompol;

  • Hilangnya nafsu makan;

  • Kesulitan tidur atau tetap tidur (insomnia);

  • Berat badan berkurang;

  • Infeksi kulit di sekitar anus; dan

  • Nyeri perut dan mual.

Baca juga: Bahaya, Cacing Kremi Bisa Menular

 

Diagnosis Cacing Kremi

Diagnosis dilakukan dengan melakukan tes menggunakan plester khusus. Seseorang yang terinfeksi cacing kremi akan diminta untuk menempelkan plester tersebut pada kulit di sekitar anus di pagi hari, segera setelah bangun tidur, dan sebelum mandi. Plester ini berguna untuk memeriksa telur cacing yang mungkin berada di anus, untuk di periksa di bawah mikroskop. Tes ini sebaiknya dilakukan 3 hari berturut-turut agar hasil yang didapatkan lebih akurat. Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan gejala dan kondisi tubuh, jika telur cacing terdeteksi dalam tubuh.

 

Pengobatan Cacing Kremi

Pengobatan cacing kremi bertujuan untuk menghilangkan cacing kremi dan mencegah infeksi kembali terjadi. Dikarenakan risiko penyebaran infeksi cacing krima tinggi, semua orang yang tinggal satu rumah dengan pengidap cacing kremi juga harus menjalani pengobatan. Pengidap infeksi cacing kremi umumnya mengidap efek samping ringan pada saluran pencernaan saat mereka tengah menjalani pengobatan. Umumnya, Mebendazole dan Albendazole adalah obat anti parasit yang digunakan untuk menangani parasit cacing kremi.   

Baca juga: Ajarkan Si Kecil Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Cacing Kremi

 

Pencegahan Cacing Kremi

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi cacing kremi. Penerapan hidup bersih juga dianjurkan selain konsumsi obat-obatan anti parasit. Perilaku hidup bersih, antara lain:

  • Hindari menggunakan handuk orang lain;

  • Mencuci semua baju, sprei, handuk, dan mainan;

  • Membersihkan debu di seluruh rumah;

  • Bersihkan kamar mandi dan dapur;

  • Hindari untuk menyentuh benda yang terkontaminasi dengan telur cacing kremi;

  • Hindari makan di kamar tidur;

  • Jaga agar kuku-kuku selalu pendek;

  • Ajari anak untuk tidak menggigit kuku dan mengisap jari; dan

  • Mandi setiap hari.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika merasa mengalami gejala dan mungkin terjangkit cacing kremi, segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa membuat janji bertemu dokter di rumah sakit untuk mendapat penanganan segera melalui Halodoc

Referensi:
CDC.gov (Diakses pada 2019). Parasites - Enterobiasis (also known as Pinworm Infection) 
Diperbarui pada 19 Agustus 2019