• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Prosedur Kolposkopi Dilakukan?

Bagaimana Prosedur Kolposkopi Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah prosedur kolposkopi yang dilakukan untuk mendeteksi adanya sel-sel abnormal pada mulut rahim? Ternyata prosedur yang satu ini tidak hanya dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks, kolposkopi juga dilakukan untuk mengetahui adanya kutil kelamin, serta peradangan pada serviks. 

Prosedur kolposkopi sendiri merupakan pemeriksaan lanjutan apabila pemeriksaan pap smear memberikan hasil yang belum meyakinkan. Dengan alat bernama kolposkop, prosedur kolposkopi dilakukan jika dokter mencurigai adanya sel-sel abnormal pada vagina. Sebelum menjalani prosedur yang satu ini, kenali lebih dalam tentang kolposkopi berikut ini.

Baca juga: Ini Kondisi Kesehatan yang Memerlukan Kolposkopi

Begini Prosedur Kolposkopi Dilakukan

Wanita kerap kali cemas sebelum prosedur ini dilakukan. Selama prosesnya dilakukan, prosedur kolposkopi hanya membutuhkan waktu selama 15 menit. Selama pengerjaannya, wanita akan merasa tidak nyaman, ketika alat mulai dimasukkan ke dalam vagina. Mereka akan merasakan sedikit rasa kram ketika sampel jaringan diambil. 

Jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian paling luar vagina, dokter akan memberikan anestesi guna mencegah terjadinya rasa nyeri. Namun, jika pengambilan jaringan dilakukan di area leher rahim, kamu hanya akan merasa kurang nyaman. Begini prosedur kolposkopi yang akan dilakukan:

  • Peserta akan diminta untuk melepaskan pakaian bagian bawah dan pakaian dalam.

  • Peserta akan diminta untuk berbaring di kursi khusus dengan kedua tungkai kaki dalam posisi terbuka.

  • Alat kolposkop kemudian akan dimasukkan ke dalam vagina, setelah organ tersebut diberi pelumas. Alat ini akan membuka dinding vagina, sehingga dokter dapat dengan mudah melihat hingga ke bagian serviks.

  • Jika dokter menemukan adanya jaringan yang tidak normal, dokter akan melakukan biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksakan di laboratorium.

Setiap peserta akan mengalami hal-hal yang berbeda setelah kolposkopi dilakukan. Jika peserta tidak menjalani proses biopsi, kemungkinan peserta sudah dapat langsung beraktivitas seperti biasanya. Namun, jika peserta menjalani proses biopsi, mereka akan mengalami sedikit rasa nyeri dan pendarahan pada vagina, selama dua hari.

Untuk lebih jelasnya mengenai prosedur kolposkopi, kamu dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc. Tanyakan sejelas-jelasnya mengenai hal-hal yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah prosedur dilakukan guna menghindari adanya komplikasi setelah prosedur dilakukan.

Baca juga: Kolposkopi dan Biopsi Serviks, Apa Bedanya?

Kapan Kolposkopi Harus Dilakukan?

Prosedur kolposkopi biasanya dilakukan ketika hasil tes pap smear menunjukkan keadaan yang tidak normal. Tak hanya itu, prosedur ini juga dapat kamu lakukan jika kamu mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan kolposkopi bahkan dapat digunakan untuk memantau HPV, yaitu virus yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta berpotensi menyebabkan kanker.

Persiapan Sebelum Kolposkopi Dimulai

Prosedur kolposkopi dapat akan terasa nyaman kamu lalui dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Meminta penjelasan dokter dengan sejelas-jelasnya agar kamu merasa lebih tenang.

  • Jangan melakukan hubungan seksual selama 1-2 hari sebelum kolposkopi dilakukan.

  • Beritahu kondisi tubuh, terutama ketika kamu sedang hamil. Meskipun prosedur kolposkopi aman dilakukan oleh wanita hamil, kamu bisa saja mengalami pendarahan setelahnya.

  • Jangan lupa untuk memberitahu dokter jika kamu memiliki riwayat alergi atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

  • Lakukan pemeriksaan ketika tidak sedang haid.

  • Kosongkan kandung kemih sebelum melakukan prosedur kolposkopi.

Baca juga: Ketahui Persiapan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi

Prosedur kolposkopi merupakan salah satu tindakan khusus, sehingga tidak semua wanita pernah menjalani.  Untuk itu, mintalah informasi sejelas-jelasnya pada dokter mengenai hal-hal yang harus atau tidak boleh dilakukan sebelum, saat, dan setelah dilakukannya kolposkopi. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What’s Colposcopy?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Colposcopy.