Amankah Pemeriksaan Kolposkopi untuk Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kolposkopi, area vagina, vulva

Halodoc, Jakarta - Jika kamu masih asing dengan istilah pemeriksaan kolposkopi, pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan mendeteksi adanya sel abnormal pada area vagina, vulva, atau serviks (leher rahim). Sel abnormal yang ditemukan ini harus segera diatasi guna menurunkan risiko terjadinya kanker serviks. Jika ditemukan adanya sel abnormal pada ibu hamil, apakah aman jika melakukan prosedur pemeriksaan kolposkopi?

Baca juga: Kolposkopi dan Biopsi Serviks, Apa Bedanya?

Amankah Pemeriksaan Kolposkopi untuk Ibu Hamil?

Meskipun pemeriksaan kolposkopi tergolong aman jika dilakukan saat hamil, pemeriksaan ini juga dapat memicu timbulnya pendarahan. Apalagi jika dilakukan pengambilan sampel jaringan pada serviks. Untuk itu, selalu beritahu kondisi apa yang sedang kamu alami pada dokter.

Dalam hal ini, biasanya akan dilakukan pemeriksaan urine atau tes darah sebelum melakukan pemeriksaan kolposkopi. Selain itu, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan kolposkopi:

  • Minta dokter untuk menjelaskan prosedur yang akan dilakukan secara detail. Dalam hal ini, kamu juga dapat bertanya dengan sejelas-jelasnya dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc.

  • Disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama 1-2 hari sebelum melakukan pemeriksaan kolposkopi. Bagi wanita yang suka membersihkan vagina dengan cairan khusus, hindari terlebih dulu, ya.

  • Apabila kamu memiliki sejumlah riwayat alergi, sedang menjalani pengobatan tertentu, serta penah atau sedang menjalani pengobatan pada vagina, pelvis, atau serviks, katakan pada dokter.

  • Pemeriksaan dilakukan ketika wanita sedang tidak dalam keadaan menstruasi. Pemeriksaan kolposkopi sebaiknya dilaksanakan pada awal atau akhir masa menstruasi.

  • Kosongkan terlebih dulu isi kandung kemih sebelum melakukan pemeriksaan kolposkopi.

Pemeriksaan kolposkopi merupakan prosedur khusus, karena tidak semua orang pernah menjalaninya. Untuk itu, segala informasi dan pengetahuan perlu diketahui peserta sebelum melakukannya.

Baca juga: Ketahui Persiapan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi

Bagaimana Proses Pemeriksaan Kolposkopi Dilakukan?

Meski hanya membutuhkan waktu selama 15 menit, tetapi pemeriksaan ini kerap membuat sejumlah peserta cemas dan panik sebelum melakukannya. Pemeriksaan kolposkopi akan membuat wanita merasa tidak nyaman ketika spekulum kolposkopi dimasukkan ke dalam vagina. Ketika proses ini terjadi, ada ada sedikit rasa kram ketika dokter mengambil sampel jaringan dalam serviks.

Anestesi akan diperlukan, jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian vulva atau bagian paling luar vagina. Pasalnya, proses tersebut akan membuat sedikit rasa nyeri. Sedangkan jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian leher rahim, peserta hanya akan merasa kurang nyaman, tapi tidak terasa sakit. Ini proses yang akan dilalui oleh peserta pemeriksaan kolposkopi:

  • Melepas bagian bawah pakaian dan pakaian dalam untuk memudahkan pemeriksaan.

  • Peserta akan berbaring di kursi khusus, dengan kedua tungkai kaki dalam posisi terbuka dan diletakkan pada penopang.

  • Alat spekulum dimasukkan ke dalam vagina yang sudah diberi lubrikasi atau pelumas. Alat ini akan membuat dinding vagina terbuka, sehingga dokter dapat melihat bagian dalam hingga ke serviks.

  • Kemudian dokter akan mengambil foto atau video dari bagian tersebut.

  • Jika ada permukaan jaringan yang tampak tidak normal, biopsi akan dilakukan.

Baca juga: 3 Tahap Penanganan Kutil Kelamin yang Perlu Diketahui

Jika biopsi tidak dilakukan, peserta dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Peserta bisa saja mengeluarkan bercak darah, tapi sangat sedikit. Jika biopsi dilakukan, peserta akan mengalami rasa nyeri, paling lama sekitar dua hari. Kemungkinan juga akan ada bercak darah selama beberapa hari lamanya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Cervical Biopsy.
WebMD. Diakses pada 2019. What’s a Colposcopy?