• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Tontonan Anak Pengaruhi Psikologinya?

Bagaimana Tontonan Anak Pengaruhi Psikologinya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Menonton tayangan televisi banyak dilakukan anak-anak untuk mengisi waktu luangnya. Beragam tontonan menjadi salah satu alasan mengapa anak-anak menyaksikan tayangan televisi. Tidak hanya anak, membiarkan anak menyaksikan tayangan televisi juga dapat menjadi momen yang digunakan orangtua untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang tengah dijalankan.

Baca juga: Cara Bijak Temani Anak Tonton Televisi

Namun, membiarkan anak menyaksikan tayangan televisi perlu dilakukan dalam pengawasan orangtua, mengingat tidak semua tayangan televisi disuguhkan sebagai tayangan atau tontonan anak. Meskipun terdapat beberapa manfaat yang dapat dirasakan ketika menyaksikan tontonan anak, tontonan anak bisa memengaruhi psikologinya.

Pengaruh Tontonan Anak pada Psikologi

Sebagian orangtua merasa perlu memberikan waktu pada anak untuk menyaksikan tayangan anak agar anak dapat merasa senang. Memberikan anak tontonan yang sesuai dengan usianya juga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak dan menstimulasi imajinasi anak. Namun, sebaiknya orangtua tetap perhatikan dan dampingi ketika anak sedang menyaksikan tontonan anak di rumah.

Tontonan anak dapat memengaruhi psikologinya. Melansir dari Association for Natural Psychology, anak yang terlalu banyak menyaksikan tontonan anak memiliki gaya hidup yang lebih pasif. Tentunya, hal ini dapat memengaruhi pikiran dan perilaku anak. Beberapa tontonan anak mengandung adegan kekerasan atau hal-hal yang tidak realistis sehingga menyebabkan ia mengembangkan imajinasinya dan berpikir bahwa mereka dapat melakukan hal yang serupa.

Bahkan, membiarkan anak terus-menerus menyaksikan tontonan anak dapat meningkatkan risiko depresi pada anak, anti sosial, dan gangguan kesehatan mental. Jadi, tidak ada salahnya mulai sekarang membatasi waktu pada anak untuk menyaksikan tayangan televisi. Jangan lupa selalu berikan pendampingan saat anak menyaksikan tontonan kesayangannya.

Baca juga: Apa Dampak Menonton Film Kartun bagi Psikologi Anak?

Batasi Waktu Menonton Anak

Ibu, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi waktu menonton tayangan televisi agar anak tidak alami kecanduan menonton televisi, yaitu:

1. Hindari Meletakkan Televisi pada Kamar Anak

Hindari meletakkan televisi pada kamar anak. Hal ini dapat memicu keinginan anak untuk terus menyaksikan tayangan televisi kegemarannya. Letakkan televisi pada ruang keluarga agar tayangan yang disaksikan anak dapat ditonton oleh seluruh keluarga termasuk orangtua. Selain menambah kedekatan antar anggota keluarga, ibu juga dapat mendampingi anak ketika anak menyaksikan tayangan televisi.

2. Tegaskan Waktu Menonton

Bersikap tegas membatasi waktu menonton pada anak menjadi cara lain yang bisa dilakukan. Buatlah aturan keluarga mengenai batas waktu menonton televisi setiap harinya. Jangan lupa ibu juga menjalankan peraturan yang dibuat bersama dengan keluarga agar anak dapat mengikuti orangtua.

3. Buatlah Kegiatan Lain yang Menyenangkan

Tidak ada salahnya mengajak anak untuk melakukan kegiatan lain yang menyenangkan dibandingkan membiarkan anak menyaksikan tayangan televisi terus menerus. Ibu bisa mengajak anak membaca buku yang menarik, menggambar, menari, atau memasak bersama anak. Mengajak anak berolahraga juga menjadi pilihan lain yang bisa ibu lakukan, yang tentunya menyehatkan dan menyenangkan. 

Nah, ibu jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika anak mengalami gangguan kesehatan saat di rumah. Penanganan yang lebih dini tentunya dapat membuat keluhan kesehatan dapat diatasi lebih cepat.

Baca juga: Pahami 3 Hal Ini Terkait Psikologi Anak Usia Dini

Itulah beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk membatasi tontonan televisi pada anak. Tidak hanya berdampak pada psikologi, terlalu lama menyaksikan tayangan televisi juga dapat memengaruhi kesehatan mata anak. 

Referensi:
Association for Natural Psychology. Diakses pada 2020. The Psychological Effect of Children Movies
Very Well Family. Diakses pada 2020. Top 6 TV Rules Your Kids Should Follow