• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimanakah Perkembangan Vaksin untuk Virus Corona?

Bagaimanakah Perkembangan Vaksin untuk Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Salah satu hal yang membuat virus corona begitu ditakuti oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia adalah belum adanya vaksin khusus untuk mencegah infeksi virus tersebut. Sejak kemunculan virusnya yang menghebohkan dunia pekan lalu hingga kini, ada cukup banyak kelompok ilmuwan dari berbagai negara yang sedang mengerjakan vaksin  virus corona baru. Selain itu, ada juga kelompok yang mengklaim telah menemukan vaksinnya.

Masalahnya, pengujian vaksin hingga benar-benar bisa didistribusikan dan diberikan pada masyarakat itu memerlukan uji klinis yang cukup lama. Bisa dibilang, tidak ada jaminan bahwa vaksin untuk virus corona akan siap disebarkan dalam waktu dekat. Padahal, jumlah orang yang dilaporkan terinfeksi virus corona terus bertambah hingga hari ini. Begitu pula dengan angka kematiannya.  

Baca juga: 103 Orang Dinyatakan Sembuh dari Corona, Ini Kunci Penyembuhannya

Bisakah Pengembangan Vaksin Corona Dipercepat?

Jika menengok ke belakang, sejak 2003, dunia telah menghadapi setidaknya 3 wabah besar yang mirip dengan infeksi corona, yaitu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), MERS (Middle East Respiratory Syndrome), dan infeksi virus corona saat ini, yang dikenal juga dengan sebutan 2019-nCoV. Ketika SARS dan MERS mewabah, ilmuwan memang belum menemukan cara untuk menghentikan wabah itu. 

Namun, berkat kemajuan teknologi dan komitmen besar dari pemerintah dan organisasi nirlaba untuk mendanai penelitian tentang penyakit menular yang baru muncul, percepatan pengembangan vaksin bisa dilakukan. Terbukti dari selama 17 tahun terakhir, para ilmuwan telah mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin setelah virus baru muncul, secara cukup drastis.

Terkait wabah virus corona saat ini, para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia seolah berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk 2019-nCoV. Pengembangan vaksin telah dilakukan sejak ilmuwan Cina berbagi urutan genetik virus dalam database publik online, pada 10 Januari lalu. Tiga dari kelompok ilmuwan yang mengembangkan vaksin untuk virus corona ini didanai oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yaitu sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk pada 2017 untuk mendanai pengembangan vaksin penyakit menular baru.

Baca juga: Jangan Panik, Virus Corona Tak Menular Lewat Barang Impor Cina

Kelompok ilmuwan tersebut adalah Inovio Pharmaceuticals Inc. dan Moderna Inc., yang mengatakan bahwa mereka akan memiliki vaksin yang siap diuji pada hewan dalam satu bulan ke depan. Moderna, yang bekerja dengan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, memperkirakan bahwa vaksin tersebut dapat diuji klinis fase satu pada manusia, dalam 3 bulan.

Baik Inovio dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi vaksin yang lebih mutakhir, berdasarkan urutan DNA atau messenger RNA (mRNA) spesifik dari virus. Vaksin jenis ini biasanya masih dapat menimbulkan respons imun protektif pada tubuh seseorang. Namun, karena protein yang digunakan dalam vaksin itu hanya sebagian kecil saja dari virus, kemungkinan efek samping yang ditimbulkan cukup minim. 

Pada Akhirnya, Tetap Butuh Waktu

Meski pengembangan vaksin untuk virus corona bisa dipercepat, rangkaian uji klinis untuk vaksin tetap membutuhkan waktu. Ketika para ilmuwan berhasil menciptakan kandidat vaksin potensial, uji coba pada hewan dan uji klinis kecil serta besar pada manusia perlu dilakukan. Tahap-tahap uji ini diperlukan untuk memastikan vaksin cukup efektif dan aman, sebelum akhirnya disebarkan ke masyarakat. 

Baca juga: Wuhan Diisolasi, Ini Besar Ancaman Virus Corona ke Indonesia

Peter Hotez, profesor dan dekan dari Fakultas Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College of Medicine Houston, dan co-direktur Pusat Pengembangan Vaksin Anak Rumah Sakit Anak Texas, mengatakan bahwa uji klinis untuk vaksin tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, meski beberapa uji dilakukan secara paralel sekalipun. Selama SARS mewabah pada 2002-2003 misalnya, diperlukan waktu sekitar 20 bulan hingga vaksin benar-benar siap untuk diuji pada manusia.

Jika vaksin untuk virus corona berhasil melewati semua rangkaian pengujian pun, produksi, distribusi, dan pemberian vaksin yang cukup untuk melindungi semua masyarakat di seluruh dunia pun memerlukan waktu. Jadi, akankah vaksin untuk virus corona bisa benar-benar siap sebelum wabah menyebar ke seluruh dunia? Tidak ada yang bisa memastikan.

Oleh karena itu, penting untuk memproteksi diri dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, dan menghindari bepergian ke negara yang terjangkit. Agar lebih mudah, kamu bisa beli vitamin dan masker lewat aplikasi Halodoc. Jika merasa kurang sehat, segera konsultasikan dengan dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How Long Will It Take to Develop a Vaccine for Coronavirus?