Ad Placeholder Image

Bahaya Efek Digigit Tikus: Jangan Anggap Remeh!

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   27 Maret 2026

Gigitan hewan liar seperti tikus dan musang membawa risiko kesehatan serius mulai dari infeksi bakteri hingga virus mematikan seperti rabies

Bahaya Efek Digigit Tikus: Jangan Anggap Remeh!Bahaya Efek Digigit Tikus: Jangan Anggap Remeh!

DAFTAR ISI


Gigitan tikus seringkali dianggap remeh, namun nyatanya dapat membawa bahaya serius bagi kesehatan. Tikus dikenal sebagai vektor berbagai penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Memahami efek digigit tikus dan cara penanganan yang benar sangat penting untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Bahaya dan Efek Gigitan Tikus

Gigitan tikus dapat berbahaya karena air liurnya mengandung berbagai kuman dan patogen. Luka gigitan bisa menjadi pintu masuk bagi mikroorganisme ini untuk menginfeksi tubuh.

Efek yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari infeksi lokal pada area gigitan hingga penyakit sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh.

Penyakit yang ditularkan oleh tikus bisa berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, setiap gigitan tikus harus dianggap serius. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada infeksi yang berkembang.

Lantas, Tikus Takut dengan Apa? Ini Cara Ampuh Mengusirnya Tanpa Pakai Racun.

Penyakit yang Ditularkan Akibat Gigitan Tikus

Beberapa penyakit serius dapat ditularkan melalui gigitan tikus. Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.

Penting untuk mengenali jenis-jenis penyakit ini dan gejalanya.

Berikut adalah rincian penyakit akibat infeksi bakteri atau virus dari gigitan tikus:

Rat Bite Fever (RBF) atau Demam Gigitan Tikus

RBF adalah infeksi bakteri serius yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran tikus. Penyakit ini juga bisa menyebar melalui kontak dengan urin atau kotoran tikus. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, dan ruam kulit.

Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira yang menyebar melalui urin tikus. Meskipun sering dikaitkan dengan kontak air terkontaminasi, gigitan tikus yang terkontaminasi juga dapat menyebarkan bakteri ini. Gejala awal meliputi demam, nyeri kepala hebat, dan nyeri otot.

Tetanus

Gigitan tikus dapat berisiko menyebabkan infeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini biasanya hidup di tanah dan dapat masuk melalui luka terbuka. Infeksi tetanus menyebabkan kaku otot progresif, dimulai dari rahang hingga seluruh tubuh, dan dapat mengancam jiwa.

Hantavirus

Hantavirus adalah virus yang dapat menyebabkan Sindrom Paru Hantavirus (HPS) atau Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS). Virus ini umumnya menyebar melalui menghirup partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Gigitan tikus adalah jalur penularan yang lebih jarang namun mungkin terjadi.

Lymphocytic Choriomeningitis (LCM)

LCM adalah infeksi virus yang ditularkan oleh tikus rumah (Mus musculus). Penularannya bisa melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Gigitan tikus juga dapat menjadi jalur penularan virus ini, yang bisa menyebabkan meningitis atau ensefalitis.

Waspadai juga 5 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus berikut ini.

Gejala Umum Gigitan Tikus yang Perlu Diwaspadai

Gejala akibat gigitan tikus dapat dibagi menjadi gejala lokal pada luka dan gejala sistemik akibat infeksi yang menyebar.

Waktu kemunculan gejala infeksi tidak langsung terjadi. Umumnya, gejala baru akan muncul dalam 3 hingga 10 hari setelah digigit, bahkan bisa lebih lama tergantung jenis infeksinya.

Gejala lokal pada bekas gigitan meliputi:

  • Luka kemerahan di sekitar area gigitan.
  • Pembengkakan pada area yang tergigit.
  • Rasa nyeri yang menetap atau bertambah parah.
  • Risiko bernanah jika terjadi infeksi bakteri lokal.
  • Perdarahan jika luka gigitan cukup dalam.

Gejala sistemik (jika terjadi infeksi) dapat meliputi:

  • Demam tinggi yang tidak jelas penyebabnya.
  • Nyeri otot dan persendian.
  • Ruam kulit yang muncul secara tiba-tiba.
  • Muntah dan mual.
  • Sakit kepala.
  • Kaku otot (terutama jika ada risiko tetanus).

Pertolongan Pertama saat Tergigit Tikus

Penanganan segera setelah digigit tikus sangat krusial untuk meminimalkan risiko infeksi.

Tindakan pertolongan pertama yang tepat dapat membantu membersihkan luka dan mencegah penyebaran kuman. Langkah-langkah ini harus dilakukan sesegera mungkin.

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan:

  • Cuci Bersih Luka: Segera cuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir. Lakukan proses pencucian ini selama minimal 15 menit untuk membersihkan kuman secara maksimal.
  • Gunakan Antiseptik: Setelah dicuci bersih, aplikasikan cairan antiseptik pada luka. Antiseptik membantu mengurangi jumlah kuman yang mungkin masih menempel dan mencegah infeksi.
  • Hentikan Perdarahan: Jika luka berdarah, tekan perlahan area luka dengan kain bersih. Posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung untuk membantu menghentikan perdarahan.
  • Tutup Luka: Setelah bersih dan perdarahan berhenti, tutup luka dengan perban steril atau kain bersih. Ini untuk melindungi luka dari kontaminasi lebih lanjut.

Apakah Bahaya Digigit Musang?

Banyak masyarakat yang bertanya, apakah bahaya digigit musang? Jawabannya adalah ya, gigitan musang sangat berbahaya dan tidak boleh dianggap remeh.

Musang (Viverricula indica) merupakan mamalia yang memiliki gigi tajam dan dapat menyebabkan luka robek yang dalam. Tingkat bahayanya sangat bergantung pada kondisi kesehatan hewan tersebut serta kedalaman luka yang ditimbulkan.

Selain kerusakan jaringan fisik, musang diketahui membawa berbagai jenis bakteri patogen di rongga mulutnya.

Luka yang terlihat kecil di permukaan mungkin saja menyimpan bakteri di jaringan dalam, yang memicu pembengkakan, nyeri hebat, hingga munculnya nanah (abses) jika tidak segera didebridemen atau dibersihkan secara medis.

Risiko Utama: Ancaman Rabies dari Gigitan Musang

Musang termasuk dalam kelompok Hewan Penular Rabies (HPR) bersama anjing dan kucing. Menurut Kementerian Kesehatan RI, rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi jika gejala klinis sudah muncul.

Virus rabies menular melalui air liur yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan, cakaran, atau kontak air liur hewan terinfeksi dengan luka terbuka pada manusia.

Sebagaimana ditegaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat dicegah dengan vaksin, namun setelah gejala neurologis muncul, penyakit ini hampir 100% berakibat fatal.

Oleh karena itu, setiap gigitan musang liar harus diasumsikan sebagai risiko rabies hingga terbukti sebaliknya melalui observasi hewan atau pemeriksaan medis.

Gejala dan Tanda Bahaya Setelah Digigit Musang

Seseorang yang terkena gigitan musang harus memantau kondisi tubuh secara intensif.

Gejala infeksi bakteri lokal biasanya muncul dalam 24-48 jam, ditandai dengan kemerahan yang meluas dan rasa hangat di area luka.

Namun, gejala yang berkaitan dengan virus seperti rabies mungkin memerlukan waktu inkubasi lebih lama.

Tanda bahaya yang harus segera diwaspadai meliputi:

  • Demam tinggi dan menggigil.
  • Rasa kesemutan, gatal, atau panas di sekitar lokasi luka (parestesia).
  • Gelisah, kecemasan berlebih, atau perubahan perilaku secara tiba-tiba.
  • Gejala khas rabies seperti ketakutan pada air (hidrofobia), takut pada angin (aerofobia), dan kesulitan menelan.

Kapan Harus Segera ke Dokter Setelah Digigit Hewan?

Setiap gigitan tikus atau musang memerlukan evaluasi medis oleh dokter. Jangan menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Konsultasi dokter diperlukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan pencegahan yang tepat.

Dokter akan menilai risiko infeksi dan mungkin merekomendasikan:

  • Pembersihan luka yang lebih mendalam.
  • Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri.
  • Suntikan tetanus jika riwayat imunisasi tidak jelas atau sudah lama.
  • Suntikan rabies, meskipun jarang, bisa dipertimbangkan jika ada kekhawatiran khusus terhadap status kesehatan tikus.

Kamu juga bisa hubungi terlebih dahulu dokter di Halodoc untuk memahami langkah perawatan yang tepat.

Dokter akan selalu siaga memberikan langkah penanganan yang tepat.

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk tanya dokter di Halodoc.

Mencegah Gigitan Tikus dan Penyebarannya

Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari efek berbahaya dari gigitan tikus. Mengendalikan populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan sangat penting.

Langkah-langkah preventif dapat melindungi keluarga dari risiko penyakit yang ditularkan tikus.

Beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat.
  • Buang sampah secara teratur dan pada tempatnya.
  • Tutup celah atau lubang di dinding yang bisa menjadi jalan masuk tikus.
  • Gunakan perangkap tikus atau panggil jasa pengendali hama jika diperlukan.
Referensi:
PestWorld.org. Diakses pada 2026. Health Hazards Posed by Rodents.
Roofrats.co.za. Diakses pada 2026. Diseases Caused by Rats.