• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Ibu Hamil yang Kekurangan Kalium

Bahaya Ibu Hamil yang Kekurangan Kalium

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Selama kehamilan, nutrisi apa pun yang dikonsumsi ibu hamil pasti memengaruhi janin yang sedang dikandung. Oleh karena itu, ibu harus menjalani pola makan sehat untuk memenuhi nutrisi agar kehamilan berjalan lancar. Kalium adalah zat yang wajib ibu hamil penuhi. Pasalnya, zat yang satu ini memegang peranan penting, salah satunya untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Ketika, ibu hamil kekurangan kalium, tentunya memengaruhi kondisi tubuh dan sang janin. Berikut ini manfaat kalium untuk kehamilan serta bahayanya jika zat yang satu ini tidak diperoleh cukup baik. 

Baca Juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Bahaya Kekurangan Kalium pada Ibu Hamil

Kalium adalah mineral penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Selain itu, mineral ini berperan penting dalam kontraksi otot-otot tubuh, transmisi impuls saraf, dan pelepasan energi dari nutrisi penting seperti lemak, protein, dan karbohidrat.  Selain itu, konsumsi makanan kaya kalium secara teratur mampu mencegah kram kaki yang sering terjadi selama kehamilan

Selama kehamilan, volume darah ibu meningkat hingga satu setengah kali dari normal. Itu sebabnya, ibu hamil memerlukan kadar kalium yang memadai untuk menjaga keseimbangan kimiawi yang tepat dari tubuh. Bersama dengan natrium, kalium juga mengatur tingkat tekanan darah agar tetap optimal. Ketika jumlahnya tidak memadai, maka dapat menimbulkan efek samping untuk kehamilan.

Dilansir dari MedlinePlus, hipokalemia adalah istilah medis dari kurangnya kadar kalium. Ini terjadi ketika kadar kalium dalam darah jumlahnya lebih rendah daripada kadar yang dibutuhkan saat hamil. Hipokalemia dapat bisa memberikan dampak negatif untuk otot, jantung, dan saraf selama kehamilan. Jika kondisinya tidak kunjung diobati, ini berisiko menimbulkan masalah ginjal kronis dan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Karena risikonya tinggi, ibu hamil wajib tahu sejumlah faktor penyebab hipokalemia berikut ini.

Baca Juga: 7 Hal Ini Terjadi Ketika Tubuh Kekurangan Kalium

Penyebab Kalium Rendah pada Ibu Hamil

Melansir dari Babycenter, kekurangan kalium selama kehamilan jarang disebabkan oleh pola makan selama kehamilan. Kadar kalium rendah merupakan hasil dari diare dan muntah parah selama kehamilan. Mual ringan hingga sedang bersamaan dengan muntah sesekali tidak akan mempengaruhi kesehatan bayi, tetapi muntah yang parah dan berkepanjangan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur.

Saran dari American Pregnancy Association, pastikan ibu tetap terhidrasi ketika mengalami diare selama kehamilan. Meski diare jarang membahayakan, ibu tetap tidak boleh menganggapnya sepele, terutama saat hamil. Penggunaan obat diuretik, yaitu obat-obatan yang membantu menghilangkan cairan ekstra dari tubuh juga bisa menyebabkan hipokalemia. 

Kalau ibu mengalami diare atau muntah parah selama kehamilan, ibu bisa bertanya ke dokter Halodoc terkait penanganan yang tepat dan aman. Ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Pengidap Hipokalemia

Kalau ibu didiagnosis mengidap hipokalemia, dokter akan merekomendasikan untuk konsumsi jenis makanan yang tinggi kalium. Contoh makanan yang tinggi kalium yaitu ubi jalar panggang, bit hijau, yogurt tanpa lemak, bayam, jus tomat, jus jeruk, kacang merah, ikan cod, lentil, buah persik kering dan labu. Suplemen kalium mungkin tidak diperlukan kalau ibu sudah rutin mengonsumsi makanan kaya kalium di atas.

Referensi:
Mom Junction. Diakses pada 2020. Potassium During Pregnancy: Is It Good Or Bad For You.
Mom Junction. Diakses pada 2020. Hypokalemia During Pregnancy - 6 Causes, 8 Symptoms And 4 Treatments
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Low Blood Potassium
Baby Center. Diakses pada 2020. Potassium in your pregnancy diet.
Live Strong. Diakses pada 2020. Low Potassium During Pregnancy.