30 April 2018

5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Apa yang dimakan ibu hamil akan berdampak pada kesehatan janin. Itu sebabnya, setiap ibu hamil perlu memerhatikan asupan nutrisi selama fase kehamilan. Sebab jika sembarangan, beberapa makanan yang dikonsumsi justru bisa membahayakan kesehatan janin. Mulai dari menyebabkan keracunan hingga mengganggu perkembangan otak janin. Lantas, apa saja makanan yang perlu dihindari ibu hamil? Cari tahu di sini, yuk. (Baca juga : Kapan Ibu Hamil Harus Istirahat Total?)

1. Ikan Bermerkuri

Ibu hamil memang dianjurkan untuk perbanyak konsumsi ikan. Hanya saja, ibu perlu menghindari konsumsi ikan yang bermerkuri tinggi seperti ikan hiu, todak, dan makarel raja. Ini dibuktikan dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine. Studi tersebut menyebutkan bahwa semakin sering ibu hamil mengonsumsi ikan bermerkuri, maka semakin tinggi risiko janin mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Sebaliknya, ibu hamil dianjurkan untuk konsumsi ikan yang rendah merkuri dan kaya kandungan asam lemak omega-3 seperti salmon, sarden, dan ikan lele setidaknya 2 kali seminggu.

2. Makanan Mentah

Seafood, daging sapi, unggas, dan telur yang dikonsumsi secara mentah atau setengah matang bisa membahayakan ibu dan janin. Sebab, makanan mentah tersebut berpotensi mengandung parasit (seperti cacing ) dan bakteri (seperti Salmonella) yang bisa membuat ibu hamil mengalami diare, muntah, hingga keracunan. Jadi, pastikan setiap makanan yang ibu konsumsi diolah secara benar dan dimasak secara sempurna, ya.  

(Baca juga : 7 Cara Suami Manjakan Istri yang Sedang Hamil)

3. Susu Mentah

Ibu hamil tidak dianjurkan untuk minum susu mentah yang tidak melalui proses pemanasan (pasteurisasi). Sebab, susu mentah berpotensi mengandung bakteri dan kuman berbahaya yang bisa membuat ibu hamil rentan mengalami diare, muntah, dan kram perut. American Academy of Pediatrics  bahkan menunjukkan bahwa ibu hamil yang minum susu mentah berisiko tinggi mengalami infeksi Toksoplasmosis. Infeksi tersebut membuat janin pada ibu rentan mengalami gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kerusakan otak, kelahiran mati, hingga keguguran pada bayi beberapa bulan atau tahun setelah dilahirkan.

4. Kafein

Konsumsi kafein saat hamil boleh-boleh saja, tapi jangan berlebihan. Sebab, beberapa studi menduga bahwa konsumsi kafein berlebihan selama hamil dapat meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi lahir rendah, dan kematian bayi saat lahir. Kafein yang dikonsumsi juga diduga dapat menembus plasenta dan berdampak pada detak jantung janin yang dikandung. Oleh karena itu, ibu hamil perlu membatasi asupan kafein (seperti kopi, teh, cokelat, dan minuman bersoda) setidaknya 200 mg atau sekitar 2 cangkir kopi instan per hari.

5. Alkohol

Terlalu banyak konsumsi alkohol selama hamil dapat mengakibatkan sindrom alkohol pada janin (fetal alcohol syndrom/FAS). Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada janin, seperti ukuran kepala yang lebih kecil, kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, kemunduran mental, hingga terganggunya perkembangan otak. Jadi, sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi alkohol agar kesehatan janin di dalam kandungan tetap terjaga.

Jika masih ragu, ibu bisa bertanya pada dokter Halodoc tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama hamil. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu masuk ke fitur Contact Doctor untuk bertanya pada dokter. Kabar baiknya, ibu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice Call, dan Video Call. Jadi, yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga! (Baca juga : 6 Hal yang Perlu Dilakukan saat Hamil)