• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Ikan Buntal, Memiliki Racun Mematikan Kedua di Dunia

Bahaya Ikan Buntal, Memiliki Racun Mematikan Kedua di Dunia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi ikan sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh banyak masyarakat. Selain mudah didapatkan, banyak manfaat dengan rutin mengonsumsi ikan. Ikan menjadi salah satu sumber makanan yang kaya kandungan protein, mineral, dan lemak sehat. Ikan juga mengandung asam lemak omega 3 dan vitamin K yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Selain Ikan Buntal, Ada Makanan Lain yang Beracun

Sehingga tidak salah, ikan menjadi makanan yang cukup digemari oleh banyak masyarakat. Ada berbagai jenis ikan yang bisa dikonsumsi, mulai dari ikan air tawar hingga ikan air laut. Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi ikan buntal. Ikan buntal dikenal memiliki kandungan racun cukup mematikan untuk tubuh.

Waspada, Ini Bahaya Ikan Buntal

Ikan buntal merupakan salah satu jenis ikan laut yang dikenal dengan blowfish. Dilansir dari National Geographic, ikan buntal menjadi salah satu ikan yang cukup banyak diincar oleh predator karena gerakannya yang lambat. Namun, tahukah kamu cara ikan buntal menghindar dari predator? Saat predator mendekat, ikan buntal langsung menggembungkan badannya. Tidak hanya itu, ikan buntal memiliki kandungan racun di dalam tubuhnya yang digunakan untuk menghindari predator.

Faktanya, bagi predator yang berhasil menangkap ikan buntal, mereka tidak bertahan hidup lama karena adanya kandungan racun dalam tubuh ikan tersebut. Racun ini dikenal sebagai tetrodotoksin.

Tidak hanya bagi predator ikan buntal, kandungan racun tetrodotoksin juga berbahaya bagi manusia yang tidak sengaja mengonsumsi ikan buntal. Dilansir dari National Geogrpahic, kandungan tetrodotoksin lebih mematikan dibandingkan racun sianida. Satu ikan buntal yang memiliki racun dapat membunuh 30 orang dewasa. 

Baca juga: 4 Ciri Keracunan Seafood dan Cara Mengatasinya

Racun tetrodotoksin nyatanya bekerja pada tubuh manusia dengan menyerang saraf dan menyebabkan saraf tidak bergerak atau mengalami kerusakan. Bahayanya, racun tetrodotoksin dapat memengaruhi bagian otot yang mengendalikan pernapasan sehingga pengidap akan kesulitan bernapas dan jika tidak segera diatasi kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

Hingga saat ini, belum ada obat penawar untuk racun ikan buntal. Sebaiknya jika kamu mengalami gangguan pernapasan setelah mengonsumsi ikan buntal atau jenis ikan lainnya, tidak ada salahnya untuk segera kunjungi rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan yang dapat diberikan adalah bantuan alat pernapasan hingga tubuh dapat mengeluarkan racun yang berada dalam tubuh secara alami.

Lalu, darimana ikan buntal memproduksi racun tetrodotoksin dalam tubuhnya? Tubuh ikan buntal tidak memproduksi racun sendiri. Hal ini disebabkan karena faktor lingkungan dan makanan yang menjadi konsumsi dari ikan buntal tersebut. Jadi mulai sekarang, tidak ada salahnya untuk lebih memilih ikan yang dikonsumsi.

Ganti Ikan Buntal dengan Jenis Ini

Pada beberapa negara besar, daging ikan buntal menjadi salah satu daging ikan yang cukup mahal dan bisa dikonsumsi asalkan dengan teknik mengolah yang tepat. Namun, sebaiknya konsumsi jenis ikan yang aman dan menutrisi untuk tubuh. Berikut ini jenis ikan laut yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti ikan buntal, yaitu:

  • Ikan Salmon

Ikan salmon menjadi pilihan untuk dikonsumsi. Ikan yang cukup sering dijadikan bahan dasar makanan sushi ini mengandung banyak nutrisi, seperti asam lemak omega 3, asam amino, zat besi, kalsium, vitamin, serta tinggi protein. Jadi, tidak ada salahnya untuk konsumsi ikan salmon secara rutin.

  • Ikan Tuna

Ikan tuna menjadi salah satu ikan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Namun, sebaiknya ibu hamil dan anak-anak hindari terlalu banyak mengonsumsi ikan tuna karena dikhawatirkan memiliki kandungan merkuri.

Baca juga: Atasi Keracunan Makanan dengan Tips Ini

Itulah jenis ikan yang bisa dikonsumsi. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi agar kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang makanan bernutrisi lainnya yang bisa kamu konsumsi setiap hari, ya.

Referensi:
The Guardian. Diakses pada 2020. Tetrodotoxin: The Poison Behind The Japanese Pufferfish Scare
National Geographic. Diakses pada 2020. Pufferfish