• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Keracunan Karbon Monoksida Bikin Kejang

Bahaya Keracunan Karbon Monoksida Bikin Kejang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida, seseorang akan mengalami keracunan. Karbon monoksida sendiri merupakan gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengiritasi kulit dan mata, tapi sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Gas beracun ini dihasilkan dari pembakaran minyak, gas, bahan bakar, atau kayu. 

Baca juga: 10 Faktor yang Menjadi Risiko Keracunan Karbon Monoksida

Keracunan karbon monoksida (CO) terjadi ketika gas di udara dihirup dan masuk ke dalam paru-paru dengan mudah. Apalagi, CO sendiri merupakan zat yang mudah membaur dengan hemoglobin di dalam sel darah merah. Karena hal tersebut, jaringan dalam tubuh bisa saja kekurangan oksigen. Apa gejala yang ditimbulkan saat keracunan karbon monoksida? 

Apakah Kejang Jadi Gejala Keracunan Karbon Monoksida?

Seperti kasus keracunan lainnya, keracunan karbon monoksida ditandai dengan gejala seperti penyakit flu, tanpa disertai dengan demam. Gejala tersebut terjadi ketika karbon monoksida yang dihirup masih dalam jumlah yang sedikit dan akan mereda dengan sendirinya. Gejala lain yang muncul, di antaranya pusing, mual, muntah, kelelahan, linglung, serta naiknya asam lambung.

Namun, gejala akan terus bertambah parah jika pengidapnya terus terpapar gas karbon monoksida dan menghirupnya dalam jumlah yang banyak. Berkaitan dengan hal tersebut, gejala yang timbul dapat berupa kejang-kejang, gangguan penglihatan, kehilangan koordinasi gerak tubuh, sesak di dada, serta kehilangan kesadaran. Bahkan, paparan yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit.

Karena efek sampingnya yang sangat fatal, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis di rumah sakit terdekat jika kamu melihat ada seseorang yang dicurigai keracunan karbon monoksida. Pada pengidap yang menghirup dalam jumlah kecil yang terus-menerus, akan berpotensi menimbulkan gangguan saraf pada pengidapnya.

Baca juga: Ketahui Gejala Keracunan Karbon Monoksida

Apa yang Menjadi Faktor Pemicu Keracunan Karbon Monoksida?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, karbon monoksida adalah gas yang dihasilkan dari pembakaran. Berikut beberapa hal yang berpotensi menyebabkan seseorang keracunan karbon monoksida:

  • Kebakaran besar.

  • Penggunaan peralatan dengan bahan bakar minyak, arang atau gas.

  • Berada di dalam mobil atau mesin generator yang dinyalakan.

  • Kegiatan memasak di dapur yang tidak memiliki ventilasi.

  • Berada dalam bengkel dengan kasus kebocoran sistem pembuangan atau knalpot.

Siapapun dapat mengalaminya, tapi bayi, orangtua, pengidap sakit jantung, serta asma memiliki faktor risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Baca juga: Bisakah Paparan Gas Beracun Sebabkan Penurunan Kesadaran?

Apa Saja Pencegahan yang Dapat Dilakukan?

Untuk mencegah terjadinya keracunan karbon monoksida, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Jangan memanaskan mesin mobil dalam waktu yang lama.

  • Jangan tidur di dalam mobil dengan mesin menyala dan jendela tertutup.

  • Jangan membakar atau memanggang dalam ruangan tertutup.

  • Jangan meletakkan genset menyala di dalam ruangan.

Beberapa tanda yang mengindikasikan adanya kebocoran karbon monoksida, antara lain adanya noda kuning kecokelatan di sekitar panci atau kompor, warna api berubah menjadi kuning, ruangan dipenuhi dengan asap, serta adanya percikan api saat menyalakan alat yang berpotensi mengeluarkan karbon monoksida.

Jika kamu mengalami sejumlah tanda yang mengindikasikan adanya kebocoran karbon monoksida di suatu ruangan atau rumah, segera buka semua jendela dan pintu, lalu keluar dari dalam ruangan.

Cara memastikan kamu tidak terpapar atau menghirup karbon monoksida, segera ke rumah sakit terdekat untuk memastikannya. Jangan kembali masuk ke dalam ruangan tersebut sebelum memastikan gas sudah hilang.

Referensi:

CDC. Diakses pada 2020. Carbon Monoxide Poisoning.

NHS. Diakses pada 2020. Carbon Monoxide Poisoning.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Carbon Monoxide Poisoning.