• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Selama Kehamilan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Selama Kehamilan

Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Selama Kehamilan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Juli 2022

“Ibu perlu bijak dalam mengatur asupan garam selama kehamilan. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi garam bisa menimbulkan masalah pada kehamilan.”

Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Selama KehamilanBahaya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Selama Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Tak sedikit ibu yang mengidam makanan asin selama masa kehamilan. Ini sah-sah saja, tetapi penting untuk membatasi porsinya. Sebab, konsumsi garam berlebih bisa berdampak buruk pada kehamilan. 

World Health Association atau WHO merekomendasikan total konsumsi garam harian untuk ibu hamil adalah 5 gram atau dua sendok teh per hari. Makanan seperti junk food, mi instan, dan ikan asin sebaiknya dibatasi konsumsinya selama kehamilan karena mengandung kadar garam yang sangat tinggi. 

Bahaya Ibu Hamil yang Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Bisa dibilang, garam adalah jenis bumbu yang sulit dihindari. Sebab, hampir semua makanan ditambahkan garam untuk meningkatkan cita rasa. Kendati demikian, ibu hamil perlu jeli dan bijak dalam mengonsumsi garam agar terhindar dari kondisi berikut:

1. Kaki Bengkak

Ini merupakan kondisi umum pada ibu hamil karena adanya perubahan hormon. Namun, asupan garam yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan beberapa bagian tubuh ibu mudah bengkak. Bahkan, konsumsi garam dapat memperbesar pembengkakan yang sudah terjadi.

2. Tekanan Darah  Tinggi

Konsumsi garam berlebih juga dapat memicu tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat membuat pembuluh darah di uterus mengecil, sehingga menghambat pemberian oksigen dan nutrisi ke janin. Akibatnya, petumbuhan janin pun jadi terhambat.

3. Preeklampsia

Komplikasi kehamilan yang disebabkan karena tekanan darah tinggi disebut preeklampsia. Kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang serius dan berakibat fatal bagi ibu maupun bayi. Gejalanya adalah pembengkakan pada kaki, sering buang air kecil dan tekanan darah tinggi. Batasi asupan garam untuk menjaga tekanan darah ibu tetap stabil.

4. Obesitas

Bukan hanya makanan manis, makanan berkadar garam tinggi juga bisa membuat ibu mengalami obesitas. Kelebihan berat badan punya dampak negatif baik kepada janin maupun ibu sendiri. Beberapa diantaranya diabetes gestasional, infeksi saluran kemih, dan preeklampsia. 

Risiko ibu mengalami keguguran pun meningkat jika ibu kelebihan berat badan, Karena itu, menerapkan pola makan sehat dan menjaga asupan makanan sangat penting dilakukan selama kehamilan.

5. Pembentukan Ginjal Janin Terganggu

Asupan garam yang berlebih ternyata juga dapat memperlambat pembentukan ginjal pada janin. Jika pembentukan ginjal terhambat, maka tubuh janin tidak bisa memfiltrasi darah yang masuk, sehingga dapat menyebabkan kematian pada bayi.

6. Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Tidak hanya ibu yang berisiko mengalami penyakit jantung, pembentukan jantung pada janin bisa terhambat jika kelebihan asupan garam. Oleh sebab itu, perhatikan kadar garam dari makanan yang ibu konsumsi. 

7. Sistem Pencernaan Terganggu

Salah satu faktor yang juga menjadi penyebab gangguan pencernaan adalah mengonsumsi terlalu banyak garam. Tingkat sodium yang tinggi pada makanan yang asin dapat menyebabkan gangguan-gangguan, seperti luka pada lambung, kanker perut, dan penurunan pepsin.

Bumil juga perlu konsumsi vitamin kehamilan supaya kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Segera cek kebutuhan vitamin di toko kesehatan Halodoc untuk menunjang pertumbuhan janin. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2022. Salty foods during pregnancy.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. High-salt diets during pregnancy affected fetal and offspring renal renin–angiotensin system.