Bahayakah Jika Ibu Hamil Mengalami BAB Berdarah?
“BAB berdarah pada ibu hamil merupakan hal yang umum terjadi. Biasanya yang menjadi penyebabnya adalah sembelit, kurang minum air putih, atau wasir.”

Halodoc, Jakarta – Selama kehamilan terkadang muncul rasa tidak nyaman, karena penyesuaian tubuh terhadap pertumbuhan janin. BAB berdarah merupakan salah satu yang kerap terjadi pada ibu hamil.
Umumnya, BAB berdarah pada ibu hamil penyebabnya adalah fisura ani dan wasir. BAB berdarah pada ibu hamil mungkin merupakan hal yang mengkhawatirkan. Lantas, apakah kondisi tersebut berbahaya?
Penyebab BAB Berdarah pada Ibu Hamil
Perlu bumil pahami, BAB berdarah tidak berbahaya jika darah yang keluar hanya sedikit dan tidak terjadi secara terus menerus.
Namun, ibu tetap perlu memeriksakan kondisi pada dokter jika BAB berdarah berlangsung terus menerus dan darah yang keluar bersama feses semakin banyak.
Ada berbagai penyebab ibu hamil memiliki darah pada tinja, di antaranya:
1. Kurang mengonsumsi makanan berserat
Selama kehamilan, sebaiknya ibu memenuhi kebutuhan serat untuk tubuh. Hal tersebut dapat menghindarkan ibu dari penyakit sembelit atau BAB berdarah.
Buah-buahan dan sayuran bisa menjadi sumber serat yang baik untuk ibu hamil. Tidak hanya mencegah sembelit atau BAB berdarah, buah-buahan dan atau sayuran juga bisa menjadi asupan nutrisi lainnya.
Tentu nutrisi tersebut ibu butuhkan untuk perkembangan janin dalam kandungan. Ketahui juga 7 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil.
2. Kurang minum air putih
Kurang minum air putih pada masa kehamilan akan berdampak buruk untuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Air ketuban yang tidak cukup dan kesulitan BAB, dapat menyebabkan BAB berdarah bisa terjadi.
Terutama jika bumil tidak mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Dalam satu hari, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi air putih lebih banyak dari biasanya.
3. Wasir
Wasir adalah penyakit yang paling sering menjangkiti ibu hamil. Banyak hal yang menyebabkan ibu hamil terkena wasir, di antaranya:
- Perubahan hormon dalam tubuh.
- Ukuran janin yang semakin membesar.
- Beban yang dibawa oleh ibu hamil.
- Gerakan yang terbatas pada masa kehamilan.
Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Ibu Hamil
Biasanya BAB berdarah yang ringan akan hilang dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini cukup mengganggu dan menyebabkan kepanikan.
Namun sebaiknya ibu Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi BAB Berdarah:
1. Jangan menunda keinginan untuk buang air besar
Ketika ibu merasakan dorongan untuk melakukan buang air besar, sebaiknya segera lakukan. Hal ini bisa menghindari ibu dari sembelit dan BAB berdarah.
Semakin ibu tunda, maka akan membuat feses semakin keras, sehingga bisa menyebabkan BAB berdarah.
2. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama
Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Jika ada pekerjaan yang mengharuskan ibu hamil duduk atau posisi berdiri dalam waktu lama, sebaiknya luangkan waktu untuk beristirahat sejenak atau beraktivitas ringan.
3. Tidur dengan posisi menyamping
Tidur dalam posisi menyamping juga bisa menghindarkan ibu dari sembelit dan BAB berdarah. Hal ini akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah di bagian anus.
4. Konsumsi makanan serat dan minum air putih
Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat dan cukup mengonsumsi air putih. Hal ini bisa membantu ibu hamil melancarkan pencernaan.
BAB berdarah saat hamil bukanlah sesuatu yang perlu ibu khawatirkan. Namun, ibu tetap harus menghubungi dokter atau bidan setiap kali melihat darah di tinja selama kehamilan.
Biasanya gejala BAB berdarah saat hamil sama seperti fisura anus atau wasir. Namun terkadan, ibu mungkin mengalami sesuatu yang lebih serius, jadi penting untuk memberitahukan gejala dengan dokter di Halodoc.✔️
Tunggu apa lagi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang!


